User Experience (UX): Pengertian, Fungsi, dan Contohnya pada Produk Digital
APA ITU USER EXPERIENCE (UX) DAN MENGAPA PENTING UNTUK PRODUK DIGITAL?
M Harby Alfarizi
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
Pernahkah kamu menggunakan sebuah aplikasi yang fiturnya lengkap, tetapi terasa rumit dan membuatmu cepat menyerah? Atau sebaliknya, aplikasi sederhana namun terasa nyaman dan menyenangkan digunakan? Perbedaan pengalaman ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari penerapan User Experience (UX) yang baik.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu User Experience (UX), perbedaannya dengan usability, serta mengapa UX memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan sebuah produk digital di era modern.
· PENDAHULUAN
Di era digital saat ini, pengguna dihadapkan pada ribuan pilihan aplikasi dan platform digital. Jika sebuah produk terasa sulit digunakan atau tidak nyaman, pengguna dapat dengan mudah beralih ke produk lain. Oleh karena itu, keberhasilan produk digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih atau tampilan visual yang menarik, tetapi juga oleh pengalaman pengguna atau User Experience (UX).
Dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, UX dipelajari sebagai salah satu faktor penting yang menentukan apakah sebuah sistem dapat diterima dan digunakan secara berkelanjutan oleh pengguna (www.umri.ac.id).
· Apa Itu User Experience (UX)?
User Experience (UX) adalah keseluruhan pengalaman dan perasaan pengguna saat berinteraksi dengan suatu produk, sistem, atau layanan digital. UX tidak hanya membahas apakah sistem tersebut dapat digunakan, tetapi juga bagaimana perasaan pengguna sebelum, selama, dan setelah menggunakannya.
Menurut ISO 9241, UX mencakup persepsi, emosi, preferensi, serta respons pengguna yang muncul dari penggunaan suatu produk. Artinya, UX melibatkan aspek fungsional, emosional, dan psikologis secara bersamaan.
Singkatnya, UX menjawab pertanyaan:
· Apakah produk ini mudah dipahami?
· Apakah pengguna merasa nyaman dan puas?
· Apakah pengguna ingin menggunakan produk ini kembali?
· UX vs Usability: Apa Bedanya?
Banyak orang mengira UX dan usability adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda.
· Usability berfokus pada kemudahan penggunaan. Apakah pengguna dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan minim kesalahan?
· User Experience (UX) melangkah lebih jauh dengan melihat pengalaman secara menyeluruh, termasuk kenyamanan, kepuasan, dan emosi pengguna.
Sebuah aplikasi bisa saja usable, tetapi belum tentu memberikan pengalaman yang menyenangkan. UX memastikan bahwa interaksi dengan sistem tidak hanya berhasil, tetapi juga bermakna bagi pengguna.
· Mengapa UX Penting untuk Produk Digital?
UX memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan produk digital. Produk dengan UX yang baik cenderung:
· Lebih mudah dipelajari oleh pengguna baru
· Mengurangi kesalahan dan kebingungan
· Meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna
· Memiliki peluang lebih besar untuk digunakan secara jangka panjang
Sebaliknya, UX yang buruk dapat menyebabkan frustrasi, penurunan kepercayaan, dan akhirnya membuat pengguna meninggalkan produk tersebut, meskipun secara teknis produk tersebut berfungsi dengan baik.
· Contoh Penerapan UX dalam Produk Digital
Contoh 1: Aplikasi Transportasi Online
Aplikasi seperti Gojek dirancang dengan menampilkan layanan utama di halaman depan. Pengguna tidak perlu mencari menu tersembunyi untuk memesan layanan. Proses pemesanan dibuat singkat, jelas, dan efisien, sehingga memberikan pengalaman yang nyaman terutama saat pengguna sedang terburu-buru.

Contoh penerapan UX dapat dilihat pada aplikasi Gojek yang menampilkan layanan utama seperti GoRide dan GoFood di halaman depan, sehingga memudahkan pengguna dalam mengambil keputusan secara cepat (Gojek Indonesia, 2023).
SUMBER : Gojek Indonesia. (2023). Gojek App Interface and User Experience Design.
https://www.gojek.com
Contoh 2: Aplikasi E-Commerce
Pada aplikasi belanja online, UX terlihat dari alur pencarian produk hingga pembayaran. Informasi harga, metode pembayaran, dan status pengiriman yang jelas membantu pengguna merasa aman dan percaya saat bertransaksi. Jika proses checkout terlalu panjang atau membingungkan, pengalaman pengguna akan menurun meskipun produknya berkualitas.

Dalam aplikasi e-commerce, UX yang baik terlihat dari alur pencarian produk hingga proses checkout yang sederhana dan informatif, sehingga meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan pengguna (Nielsen Norman Group, 2019).
SUMBER : Nielsen Norman Group. (2019). E-commerce User Experience.
https://www.nngroup.com
KESIMPULAN
User Experience (UX) merupakan elemen penting dalam pengembangan produk digital. UX tidak hanya memastikan sistem dapat digunakan, tetapi juga memastikan pengguna merasa nyaman, puas, dan terbantu saat berinteraksi dengan produk tersebut.
Melalui pemahaman UX dan penerapan user-centered design, produk digital dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan berkelanjutan. Pada akhirnya, produk yang sukses bukan hanya yang canggih secara teknologi, tetapi yang mampu memahami dan memenuhi kebutuhan penggunanya.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau
https://www.umri.ac.id/
REFERENSI
ISO. (2019). ISO 9241-210: Human-centred design for interactive systems
Norman, D. A. (2018). The Design of Everyday Things. Basic Books
Tullis, T., & Albert, B. (2018). Measuring the User Experience. Morgan Kaufmann
Preece, J., Rogers, Y., & Sharp, H. (2019). Interaction Design. Wiley
Gojek Indonesia. (2023). Gojek App Interface and User Experience Design. https://www.gojek.com
Nielsen Norman Group. (2019). E-commerce User Experience. https://www.nngroup.com