System Usability Scale (SUS) Metode Sederhana untuk Mengukur Usability Sistem
Dipikir - pikir tiap kali menggunakan aplikasi atau website yang senang kita gunakan, pernah enggak kamu merasa bingung, ribet, atau bahkan malah lelah menggunakan aplikasi ataupun Website lagi ? Kesadaraan ini seringkali dialami karena tingkat usabilitas sistem itu sendiri kurang baik.
Padahal, sistem digital haruslah membuat orang lebih merasa nyaman ketika digunakan bukanlah membuat orang bingung atau frustasi dengan sistem itu sendiri. Untuk mengetahui seberapa mudah sebuah sistem digunakan, diperlukan metode evaluasi yang tepat. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Syestem Usability Scale (SUS).
Pendahuluan
Dalam konteks pengembangan sistem informasi, website, atau aplikasi, kegunaan (usability) suatu system menjadi salah satu aspek penting yang harus dilekati. Sistem yang memiliki karakteristik lengkap tidak akan seratus persen digunakan dari orang, banyak khususnya ketika interface yang digunakan cukup membingungkan. Oleh karena itu, evaluasi usability menjadi bagian penting dalam proses pengembangan sistem.
Di kelas Interaksi Manusia dan Komputer, ada beberapa metode yang dipelajari mahasiswa untuk mengukur tingkat kenyamanan dan kemudahan sistem penggunaan sistem. Salah satu metode paling mudah dan populer adalah metode System Usability Scale/SUS. Metode ini sering digunakan karena mudah diterapkan, cepat, dan hasilnya cukup akurat untuk menggambarkan pengalaman pengguna.
Apa Itu System Usability Scale (SUS)?
Sistem Usability Scale (SUS) adalah suatu metoda pengukuran usability yang dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986. Sistem ini digunakan untuk mengetahui sejauh apa suatu sistem bisa dioperasikan dengan mudah dari sudut pandang pengguna. Sistem Usability Scale terdiri dari kuesioner berupa 10 pertanyaan yang menggunakan skala likert 1 sampai 5, mulai dari tidak setuju, kurang setuju, lumayan, setuju, hingga sangat setuju.
Meskipun jenis unsur grafis sederhana, SUS cukup berdaya guna untuk menggambarkan gambaran umum terkait tingkat keusabilitas suatu sistem, entah website, aplikasi mobile, ataupun sistem informasi lain. Itulah sebabnya mengapa tool ini digunakan luas dalam penelitian.
Cara Kerja System Usability Scale
Para responden atau pengisi diminta untuk menjawab 10 pernyataan yang berhubungan dengan pengalamannya saat menggunakan sistem. Pernyataan yang dimaksud mencakup konsep kemudahan penggunaan, konsistensi sistem, hingga tingkat keyakinan untuk menggunakan sistem tersebut.
Setelah semua respon terkumpul, nilai skor ditentukan menggunakan rumus tertentu hingga nilai akhir berada antara 0 sampai 100. Hasil nilai kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah sistem itu memiliki usability yang kurang berharga, cukup, atau bagus. Jika nilai skor sistem menggunakan SUS dikatakan berada pada nilai di atas 68 dianggap sudah berada di atas rata-rata dan menunjukkan sistem yang cukup baik dari sisi usability.1

Contoh Penerapan SUS
Contoh penilaian sistem, ketika inggin menggunakan SUS adalah pada sebuah aplikasi learnig online. Pilihan sistem ini dilakukan karena penulis ingin melihat kemudian apakah besarnya kemungkinan kuesioner online dilaksanakan dengan benar. Aplikasi learnig online ini dilesankan kepada beberapa mahasiswa dari waktu ke waktu. Peserta kali ini diminta mengisikuesioner SUS.
Salah satu contoh lain adalah melakukan penilaian website kampus berupa website pembelajaran institusi yaitu SIKULI pada Universitas Muhammadiyah Riau atau website informasi akademik SIAM yang di miliki oleh Universitas Muhammadiyah RIau. Langsung dari pengguna, administrator sistem dapat mendapatkan umpan balik tentang kemudahannya, Kesulitan dan lainnya yang dirasakan oleh pengguna untuk digunakan.2

Kelebihan dan Kekurangan SUS
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki SUS yang membuat teknik ini sangat populer. Metode yang mudah digunakan serta tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan penelitian bisa juga dapat digunakan secara luas untuk sistem berbeda-beda. Dan juga, teknik ini juga dapat memberikan hasil yang cukup signifikan dengan catatan banyak
Namun, kelemahan dari SUS juga ada. Yakni bahwa dengan menggunakan metode ini hanya akan memperoleh gambaran pengenalan awal mengenai usabilty sistem. Tidak ada deskripsi yang pas-pasnnya mengenai bagian mana harus diperbaiki dalam sistem. Karenanya metodologi ini sering pula diperbaiki. Oleh karena itu, SUS sering dikombinasikan dengan metode evaluasi lain agar hasilnya lebih mendalam.
SUS dalam Pembelajaran IMK
Dalam proses belajar dari mata pelajaran Interaksi Manusia dan Komputer, istilah System Usability Scale digunakan sebagai suatu metode yang cukup berperan penting dalam proses belajar di mana mahasiswa harus memahami bagaimana cara melakukan evaluasi sistem dari sudut pandang pengguna dengan metode ini, bukan hanya membuat sistem melainkan mencoba menilai sistem tersebut dengan nyaman.
Untuk Universitas Muhammadiyah Riau, syukurlah sudah ada IMK yang menjadi bekal mahasiswa awal yang diberikan untuk mahasiswa Informatika di Universitas Muhammadiyah Riau agar mengetahui akan pentingnya desain sistem yang orientasi pengguna atau System Usability Scale.
Kesimpulan
System Usability Scale (SUS) adalah cara sederhana namun efektif untuk mengetahui tingkat keusabilan sistem. Dengan hanya 10 pertanyaan, dapat diketahui gambaran untuk mengetahui cara bagusnya sistem untuk digunakan berdasarkan sudut pengguna. Metode ini dapat digunakan untuk pengembangan sistem berlantai akademik maupun industri. Kelebihan metode ini relatif sederhana dan evaluasi sistem, baik di lingkungan akademik maupun industri.
Untuk mahasiswa IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, komprendensi terhadap SUS menjadi modal esensial dalam mengembangkan dan mengkaji sistem digital yang lebih ramah pengguna dan sesuai dengan kebutuhan manusia.
Referensi
1. Yusuf M, Astuti Y. Analisis dan Evaluasi Aspek Usability pada Aplikasi Pijar Career Center Menggunakan System Usability Scale ( SUS ) Analysis and Evaluation of Usability Aspects in the Pijar Career Center Application Using the System Usability Scale ( SUS ). 2020;9(28):131-138. doi:10.34010/komputika.v9i2.2873
2. Mardiah Z, Andzani NS, Setiawan H. ANALISIS USABILITY WEBSITE LMS POLTEK SSN. Published online 2024:22-30.