System Usability Scale (SUS): Cara Mengukur Usability dengan Angka

System Usability Scale (SUS): Cara Mengukur Usability dengan Angka

Said Alif Alpian

Prodi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

240401034@student.umri.ac.id

 

Pernahkah Anda membuka sebuah aplikasi dengan harapan bisa menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi justru merasa bingung dan ingin menutupnya dalam hitungan detik? Masalahnya sering kali bukan pada fitur yang kurang, melainkan pada usability yang buruk. Tanpa disadari, pengalaman pengguna yang tidak nyaman bisa membuat sebuah sistem gagal, meskipun secara teknis sudah canggih. Dalam era digital saat ini, pengguna tidak hanya menilai aplikasi dari tampilan visual, tetapi juga dari seberapa mudah, cepat, dan nyaman aplikasi tersebut digunakan. Oleh karena itu, usability menjadi aspek krusial dalam pengembangan sistem. Pada mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), usability tidak hanya dibahas secara teori, tetapi juga diukur secara objektif. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah System Usability Scale (SUS).

Apa Itu System Usability Scale (SUS)?

System Usability Scale (SUS) adalah metode evaluasi usability berupa kuesioner dengan 10 pernyataan standar yang dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986. SUS digunakan untuk mengukur persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan sebuah sistem.

Karakteristik utama SUS:

  • Menggunakan skala Likert 1–5
  • Hanya membutuhkan sedikit responden
  • Dapat diterapkan pada berbagai jenis sistem
  • Menghasilkan skor usability tunggal (0–100)

Karena kepraktisannya, SUS sering dipelajari dan diterapkan dalam perkuliahan IMK, termasuk di Universitas Muhammadiyah Riau sebagai bagian dari evaluasi antarmuka digital.

Struktur Kuesioner SUS

Kuesioner SUS terdiri dari 10 pernyataan yang disusun secara bergantian antara pernyataan positif dan negatif untuk mengurangi bias jawaban pengguna.

Contoh pernyataan dalam SUS:

  • “Saya merasa sistem ini mudah digunakan.”
  • “Saya membutuhkan bantuan orang lain untuk menggunakan sistem ini.”

Pengguna diminta memilih skala:

  1. Sangat Tidak Setuju
  2. Tidak Setuju
  3. Netral
  4. Setuju
  5. Sangat Setuju

Cara Menghitung Skor SUS

Salah satu keunggulan SUS adalah cara perhitungannya yang konsisten dan terstandar.

Langkah perhitungan:

  1. Untuk pernyataan ganjil (1,3,5,7,9):
    Skor = jawaban – 1
  2. Untuk pernyataan genap (2,4,6,8,10):
    Skor = 5 – jawaban
  3. Jumlahkan seluruh skor
  4. Kalikan hasilnya dengan 2,5

Hasil akhirnya adalah skor SUS antara 0 hingga 100.

 

Interpretasi Skor SUS

Skor SUS bukan nilai persentase, tetapi indikator tingkat usability.

Interpretasi umum:

  • < 50 → Usability buruk
  • 50–68 → Usability cukup
  • > 68 → Usability baik
  • > 80 → Usability sangat baik (excellent)

Contoh Penerapan SUS pada Aplikasi

Misalnya, sebuah aplikasi layanan kampus diuji menggunakan SUS dengan 20 responden mahasiswa. Hasil perhitungan menunjukkan skor SUS = 75. Artinya, aplikasi tersebut berada pada kategori baik, namun masih memiliki ruang untuk perbaikan, terutama dari umpan balik kualitatif pengguna.

Dalam konteks pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, SUS membantu mahasiswa memahami bahwa desain antarmuka yang baik harus terukur dan berbasis data, bukan sekadar asumsi.

Kelebihan dan Keterbatasan SUS

Kelebihan:

  • Cepat dan murah
  • Mudah dianalisis
  • Cocok untuk evaluasi awal maupun akhir

Keterbatasan:

  • Tidak menjelaskan masalah usability secara detail
  • Perlu dikombinasikan dengan metode lain (misalnya usability testing)

KESIMPULAN

System Usability Scale (SUS) adalah alat yang efektif untuk mengukur usability sistem secara kuantitatif. Dengan hanya 10 pertanyaan, pengembang dan desainer dapat memperoleh gambaran jelas tentang kualitas pengalaman pengguna. SUS sangat cocok digunakan dalam evaluasi akademik maupun profesional karena hasilnya mudah dipahami dan dapat dibandingkan. Sebagai mahasiswa IMK di Universitas Muhammadiyah Riau , pemahaman terhadap SUS menjadi bekal penting untuk merancang sistem yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga nyaman digunakan https://www.umri.ac.id.

 REFERENSI

Brooke, J. (1996). SUS: A Quick and Dirty Usability Scale. London: Taylor & Francis.
Nielsen, J. (2012). Usability 101: Introduction to Usability. Nielsen Norman Group.
Bangor, A., Kortum, P., & Miller, J. (2008). An Empirical Evaluation of the System Usability Scale. International Journal of Human–Computer Interaction.
ISO 9241-11. (2018). Ergonomics of Human-System Interaction.