Perspektif Budaya dalam Desain UI Global dan Lokal dalam Aplikasi E-Commerce

 Perspektif Budaya dalam Desain UI Global dan Lokal dalam Aplikasi E-Commerce

 

Pernahkan anda merasa lebih nyaman menggunakan aplikasi tertentu dibandingkan dengan aplikasi yang lain padahal untuk segi fungsi hamper sama ? Bisa jadi, bukan karena fiturnya tetapi karena tampilannya yang terasa dekat dengan kebiasaan, Bahasa, dan budaya kita. Inilah kekuatan perspektif budaya dalam desain interface.

 

Artikel ini saya buat untuk membahas pentingnya perspektif budaya dalam desain interface, khususnya untuk pengguna Indonesia.

 

1. Budaya sebagai Faktor Penting dalam Desain Interface

Budaya memengaruhi cara memandang seseorang memaknai warna, simbol, Bahasa, hingga tata letak visual. Desainer UI perlu memahami bahwa preferensi visual tidak bersifat universal. Desain yang mengabaikan konteks budaya berisiko membingungkan pengguna atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Namun sebaliknya, desain yang selaras dengan nilai budaya pengguna akan terasa lebih akrab dan akan mudah mempergunakannya

2. Desain Interface untuk Pengguna Indonesia

Pengguna Indonesia memiliki karakteristik budaya yang khas, seperti kolektivisme, sopan santun dalam berbahasa, serta kecenderungan menyukai tampilan yang ramah dan tidak terlalu kaku. Desain UI untuk pengguna Indonesia ada beberapa pertimbangan yaitu seperti Penggunaan Bahasa yang santun dan mudah dipahami, ikon dan symbol yang familiar secara local, warna yang lembut dan tidak terlalu agresif, navigasi yang sederhana dan intuitif. Beberapa pertimbangan ini membantu menciptakan pengalaman pengguna yang lebih inklusif dan nyaman.

3. Internationalization

Internationalization adalah proses merancang sistem agar dapat dengan mudah diadaptasi ke berbagai Bahasa dan budaya tanpa perubahan besar pada struktur dasarnya. Ini mencakup pengaturan format tanggal, mata uang, arah teks, hingga system penulisan. Contoh Internationalization yaitu aplikasi yang sejak awal dirangcang untuk mendukung berbagai Bahasa akan lebih mudah masuk ke pasar internasional. Internationalization berfokus pada fleksibilitas teknis agar produk siap digunakan oleh berbagai negara.

 

Mari kita lihat contoh nyata di aplikasi yang kita gunakan sehari hari seperti aplikasi E-Commerce di Indonesia banyak menggunakan istilah “keranjang” daripada “cart”dan menampilkan promo dengan gaya Bahasa santai. Ini mencerminkan pendekatan localization yang baik.

 

Ada beberapa tips aplikatif  yaitu lakukan riset budaya sebelum mendesain UI, gunakan Bahasa yang sesuai dengan kebiasaan pengguna, hindari simbol atau warna yang berpotensi disalah artikan, terapkan internationalization sejak awal pengembangan, lakukan uji coba dengan pengguna dari berbagai latar budaya.

 

 

Kesimpulan yang bisa didapatkan, perspektif budaya berperan penting dalam desain interface modern. Desain untuk pengguna Indonesia harus mempertimbangkan nilai, Bahasa, dan kebiasaan lokal agar lebih relevan dan nyaman digunakan. Dan penggunaan internationalization dan localization memungkinkan produk digital berkembang secara global tanpa kehilangan sentuhan lokalnya.

 

 

Artikel ini ditulis sebagai bagian pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut tentang program studi kami, kunjungi www.umri.ac.id

 

Referensi

Asfar, M. A., Arfandy, H., & Chintami, A. (2025). Analisis Pengaruh Desain Produk E-Commerce Terhadap Minat Konsumen Berbasis Website : Studi Kasus Pada Produk UMKM Di Kecamatan Tamalatea Kota Makassar. 2(1), 215–224.

Aulia, S., Kurniawan, A., Hadai, G., Fitri, Y., Islam, U., Sjech, N., Djambek, M. D., Jakarta, P. N., & Kunci, K. (2023). Perancangan Sistem E-Shop Berbasis E-Commerce untuk Meningkatkan Pemasaran Kerajinan Lokal Naras di Era Digital memiliki peran penting dalam peningkatan PDB Indonesia , terutama dalam menghadapi Era industri. 02(01), 253–266.

Thinking, D. (2024). Jurnal mahajana informasi. 9(2), 183–190.

Wijaya, V., Informatika, T., Darma, U. B., & Thinking, D. (2025). Pengembangan UI/UX Design E-Commerce Benang Asa Berbasis Kearifan Lokal Pendekatan Design Thinking. 9(1).