Perkembangan GOJEK sebagai Inovasi Transportasi Online di Indonesia

Perkembangan GOJEK sebagai Inovasi Transportasi Online di 
Indonesia 
Dwi Septina Nur Falaha (240401064) 
Program Studi Teknik Informatika 
Fakultas Ilmu Komputer 
Universitas Muhammadiyah Riau 
Email: 240401064@student.umri.ac.id

Dalam mata kuliah Interaksi Manusia Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau 
perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan smartphone telah 
mendorong transformasi signifikan pada sektor transportasi di Indonesia. Salah satu bentuk 
transformasi tersebut adalah munculnya transportasi online berbasis aplikasi, seperti GOJEK. 
Awalnya hadir sebagai jasa ojek panggilan berbasis call center, GOJEK kemudian berkembang 
pesat setelah mengadopsi platform aplikasi digital dan memperluas layanannya ke berbagai 
sektor. Artikel ini membahas latar belakang kemunculan GOJEK, faktor-faktor yang 
mendorong pertumbuhannya, serta perannya dalam mendukung ekonomi digital dan konsep 
sharing economy di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa inovasi teknologi, 
pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, serta integrasi layanan menjadi kunci utama 
kesuksesan GOJEK sebagai startup decacorn pertama di Indonesia.

Transportasi merupakan sarana krusial yang mendukung aktivitas manusia, mulai dari 
kegiatan ekonomi hingga pengiriman barang dan jasa. Di Indonesia, transportasi darat menjadi 
primadona masyarakat karena biayanya yang relatif murah. Seiring dengan pesatnya 
pertumbuhan pengguna internet yang mencapai 150 juta jiwa dan penetrasi smartphone sebesar 
133% dari total populasi, lanskap startup di Indonesia menjadi salah satu yang paling dinamis 
di Asia. Kondisi ini mendorong lahirnya inovasi transportasi berbasis aplikasi yang mengubah 
jasa informal menjadi sistem yang lebih efisien dan terpercaya. 
Transportasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam 
menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, distribusi barang dan jasa, serta kehidupan sosial. Di 
Indonesia, transportasi darat masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih 
terjangkau dan fleksibel. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dan 
smartphone, pola konsumsi masyarakat terhadap layanan transportasi mengalami perubahan 
yang signifikan. 
           
 Kehadiran GOJEK sebagai layanan transportasi online berbasis aplikasi menjadi 
jawaban atas kebutuhan masyarakat akan sistem transportasi yang efisien, aman, dan dapat 
dipercaya. Tidak hanya menyediakan jasa ojek online, GOJEK juga berkembang menjadi 
platform multi-layanan yang mencakup pengantaran makanan, logistik, pembayaran digital, 
hingga layanan gaya hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa GOJEK tidak hanya berperan
sebagai penyedia transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi digital dan implementasi 
nyata dari konsep sharing economy di Indonesia.

Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam mendukung aktifitas atau 
mobilitas manusia setiap harinya sehingga harus dipersiapkan dengan baik dan aman karena 
sangat berpengaruh dalam kegiatan-kegiatan seperti perekonomian, pengiriman barang atau 
jasa, angkutan penumpang dan sebagainya. Dari berbagai jenis alat transportasi di Indonesia 
seperti 32 JRMB Volume 1, Nomor 1, Juni 2016: 31-40 darat, laut dan udara, transportasi darat 
merupakan salah satu yang diberi perhatian khusus oleh pemerintah dan para pengguna jasa 
transportasi karena disamping murah sampai dengan saat ini transportasi darat masih 
merupakan primadona bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan 
masyarakat akan sarana transportasi, perusahaan-perusahaan menawarkan berbagai alternatif 
penggunaan sarana transportasi darat seperti kendaraan roda empat, roda dua, bahkan kereta 
api. Sebagai salah satu sarana transportasi yang banyak dipergunakan masyarakat Indonesia, 
jasa Gojek online Indonesia menawarkan berbagai alternatif penyediaan jasa yang telah 
tersedia diberbagai kota besar pada khususnya guna membantu masyarakat dalam melakukan 
kegiatan kesehariannya, seperti aktivitas pekerjaan, kuliah, travelling, penelitian, perdagangan 
maupun perjanan lainnya.

Selain tingginya jumlah pengguna smartphone di Indonesia, lanskap startup di 
Indonesia merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia. Google dan Temasek 
memprediksi ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara apabila 
nilai pasar di Indonesia tumbuh secara pesat dari US$ 27 milyar pada 2018 menjadi US$ 100 
milyar pada 2025 (KrAsia, 2019). Pertumbuhan jumlah pengguna Internet dan smartphone di 
Indonesia ini seiring dengan tingginya pertumbuhan Startup di Indonesia. Karena berdasarkan 
data dari We Are Social (2019) di atas, pengguna Internet di Indonesia didominasi oleh 
pengguna smartphone. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 5 Unicorn Startup yakni GOJEK 
dengan valuasi US$ 10 miliar yang bisa juga disebut sebagai Decacorn Startup, Tokopedia 
dengan valuasi US$ 7 miliar, OVO dengan caluasi US$ 2 miliar, Traveloka dengan valuasi 
US$ 2 miliar, dan Bukalapak dengan valuasi US$ 1 miliar (CNBC Indonesia, 2019). Indonesia 
memiliki jasa layanan transportasi roda dua yang disebut ojek. Namun sayangnya, ojek 
merupakan jasa transportasi informal yang tidak terdaftar dan hanya bergantung pada asas 
kepercayaan antara pengemudi penyedia jasa ojek dan pelanggan. Maka dari itu, di kota-kota 
besar seperti Jakarta, kebutuhan akan sistem transportasi yang efisien dan dapat dipercaya 
sangat besar. Mengikuti jasa berbasis kendaraan roda empat, GOJEK pun hadir dengan 
menawarkan jasa transportasi online roda dua berbasis aplikasi seperti UBER dan GRABCAR 
yang awalnya menawarkan fitur yang sama dengan menggunakan kendaraan roda empat 
(Wahyuningtyas, 2016). Model bisnis GOJEK sebagai sarana transportasi online memiliki 
kesamaan dengan bisnis online lainnya seperti AirBnb yang menawarkan jasa akomodasi. 
Keduanya menawarkan platform yang menengahi antara penyedia jasa dan pelanggan serta 
meningkatkan kegunaan suatu barang dengan menciptakan nilai ekonomi bagi sang pemilik 
barang tersebut. Konsep ini dapat disebut juga sebagai sharing economy atau ekonomi berbagi 
(Wahyuningtyas, 2016).

We are social (2019) menyebutkan bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia 
mencapai 150 juta pengguna atau sekitar 56 persen penetrasi, sedangkan pengguna smartphone 
di Indonesia mencapai 355.5 juta pengguna atau sekitar 133% populasi.

Contoh 1: Transformasi Model Bisnis GOJEK 

Inisiatif #MelajuBersamaGojek Hadirkan Solusi Inklusif dan Komprehensif  bagi Jutaan UMKM untuk Go-Digital
Pada awal berdirinya tahun 2010, GOJEK masih menggunakan sistem call center untuk 
menghubungkan pelanggan dengan pengemudi ojek. Proses ini memakan waktu hingga 20–30 
menit dan dinilai tidak efisien. Setelah mendapatkan pendanaan dan meluncurkan aplikasi pada 
tahun 2015, sistem pemesanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. 
Transformasi ini menjadi titik balik yang mendorong pertumbuhan pesat GOJEK di berbagai 
kota besar di Indonesia.


Contoh 2: Dampak Go-Food terhadap Perekonomian 

Ciptakan Efek Berganda, Gojek Sumbang Rp 104,6T ke Ekonomi RI
Layanan Go-Food menjadi salah satu contoh nyata kontribusi GOJEK terhadap 
perekonomian nasional. Berdasarkan data, Go-Food memimpin pasar layanan pesan antar 
makanan di Indonesia dan turut meningkatkan pertumbuhan sektor makanan dan minuman. 
Bahkan, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa kehadiran Go-Food berkontribusi pada 
peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa 
inovasi digital tidak hanya mempermudah konsumen, tetapi juga memberdayakan pelaku 
UMKM.

Perkembangan GOJEK menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang tepat 
mampu memberikan dampak signifikan terhadap sistem transportasi dan perekonomian di 
Indonesia. Melalui inovasi berkelanjutan dan integrasi berbagai layanan dalam satu platform, 
GOJEK tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi 
dalam pemberdayaan UMKM serta pertumbuhan ekonomi digital nasional. Kajian ini disusun 
sebagai bagian dari pembelajaran akademik di Universitas Muhammadiyah Riau, yang 
diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai peran teknologi informasi dalam 
transformasi layanan publik. Dengan demikian, model bisnis GOJEK dapat menjadi referensi 
dan inspirasi bagi pengembangan inovasi digital di masa depan guna mendukung 
pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. 

Referensi

People, P. E. (2016). Analisis pengaruh bauran pemasaran 7p terhadap kepuasan pelanggan                    pengguna gojek online.

Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Vol, 1(1), 31-40. 


           Paramadita, S., Umar, A., & Kurniawan, Y. J. (2020). Analisa PESTEL terhadap penetrasi                      Gojek di Indonesia. Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan, 4(1).