Penerapan Heuristic Evaluation dalam Menilai Usability Antarmuka Pengguna

Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam menggunakan sebuah aplikasi meskipun aplikasi tersebut memiliki tampilan yang terlihat sederhana? Masalah usability ini sering kali tersembunyi dibalik desain antarmuka dan baru terasa saat kamu menggunakan aplikasinya. Nah untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut secara teratur, diperlukan metode evaluasi yang tepat, salah satunya adalah Heuristic Evaluation.

 

Pendahuluan

Dalam pengembangan aplikasi digital, tampilan yang sederhana belum tentu menjamin kemudahan penggunaan bagi pengguna. Permasalahan usability sering kali baru dirasakan saat pengguna berinteraksi langsung dengan antarmuka sistem. Oleh karena itu, diperlukan metode evaluasi yang tepat untuk mengidentifikasi masalah kegunaan sejak dini, yaitu adalah Heuristic Evaluation. 

Dalam pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau, pemahaman terhadap Heuristic Evaluation menjadi penting bagi mahasiswa sebagai bekal dalam merancang dan mengevaluasi sistem yang berorientasi pengguna. Oleh karena itu, artikel ini membahas apa itu Heuristic Evaluation, prinsip-prinsip yang digunakan, serta penerapannya dalam menilai usability antarmuka pengguna.

 

Pengertian Heuristic Evaluation

Heuristic Evaluation merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi aspek usability pada perangkat lunak dengan tujuan mengidentifikasi permasalahan dalam desain antarmuka pengguna. Metode ini diperkenalkan oleh Jakob Nielsen dan banyak digunakan karena bersifat sederhana namun efektif membantu menemukan kekurangan pada User Interface (UI) yang dapat memengaruhi kenyamanan serta efektivitas pengguna dalam berinteraksi dengan sistem. Melalui pendekatan ini, permasalahan desain dapat dikenali sejak tahap awal sebelum sistem digunakan secara luas oleh pengguna.

Heuristic Evaluation berfokus pada proses pencarian dan analisis masalah kegunaan berdasarkan prinsip-prinsip usability yang telah ditetapkan. Dalam Heuristic Evaluation, evaluator membandingkan tampilan dan interaksi sistem dengan 10 prinsip usability Nielsen untuk menemukan potensi masalah yang dapat mengganggu pengalaman pengguna. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan melalui proses desain berulang untuk meningkatkan kualitas sistem yang berorientasi pada pengguna [1].

 

Prinsip-Prinsip Heuristic Evaluation

Dalam Prinsip Heuristic Evaluation, ada 10 prinsip menjadi dasar utama dalam evaluasi usability. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

  •       Visibility of System Status: memberikan informasi kepada pengguna mengenai kondisi atau status yang sedang berlangsung.
  •       Match Between System and the Real World: menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta familiar bagi pengguna
  •       User Control and Freedom: pengguna diberikan kendali dalam menggunakan sistem, termasuk kemampuan untuk membatalkan atau mengulang tindakan
  •     Consistency and Standards: antarmuka sistem harus konsisten dalam tata letaknya.
  •        Error Prevention: mencegah kesalahan sebelum pengguna melakukannya
  •    Recognition Rather Than Recall: meminimalkan beban ingatan pengguna dengan menampilkan informasi atau pilihan yang diperlukan.
  •       Flexibility and Efficiency of Use: pengguna dapat meggunakan sistem dengan efisin dan fleksibel
  •       Aesthetic and Minimalist Design: antarmuka sebaiknya sederhana dan desain yang minimalis
  •       Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors: pesan kesalahan yang ditampilkan sistem harus jelas dan mudah dipahami pengguna
  •      Help and Documentation: sistem mneyediakan bantuan atau dokumentasi yang dapat diakses ketika pegguna membutuhkannya [2].

Gambar 1 Prinsip Heuristic Evaluation

Sumber: https://www.aufaitux.com/blog/heuristic-evaluation-ux-design/

 

Langkah-Langkah Melakukan Heuristic Evaluation

Pelaksanaan Heuristic Evaluation dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yang relatif sederhana. Tahapan ini membantu evaluator dalam mengidentifikasi permasalahan usability pada antarmuka pengguna secara terstruktur.

  •      Menentukan sistem atau website yang akan dievaluasi

Langkah awal yang dilakukan adalah memilih sistem atau website yang akan dianalisis

  •      Mengamati setiap halaman dan fitur utama

Evaluator melakukan pengamatan terhadap tampilan antarmuka dan fungsi utama sistem

  •      Mencocokkan temuan dengan prinsip Heuristic Evaluation

Setiap temuan yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan prinsip-prinsip Heuristic Evaluation

  •      Mencatat masalah usability yang ditemukan

Permasalahan yang teridentifikasi dicatat secara sistematis, termasuk bagian antarmuka yang bermasalah. Pencatatan ini penting sebagai dasar analisis lebih lanjut.

  •      Memberikan rekomendasi perbaikan

Setelah masalah ditemukan, evaluator memberikan saran atau rekomendasi perbaikan yang relevan. Rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas penggunaan sistem.

 

Contoh Penerapan Heuristic Evaluation

Dibagian ini disajikan contoh penerapan Heuristic Evaluation terhadap aplikasi WhatsApp sebagai salah satu sistem yang banyak digunakan oleh masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis antarmuka dan interaksi pengguna berdasarkan sepuluh prinsip Heuristik Evaluation. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan serta potensi permasalahan usability pada aplikasi tersebut [3][4].

  •       Visibility of System Status: WhatsApp menampilkan status sistem secara jelas melalui indikator pesan terkirim, diterima, dan dibaca menggunakan tanda centang.

Gambar 2 Status Pesan di Terima

  •      Match Between System and the Real World: WhatsApp menggunakan bahasa, ikon, dan istilah yang familiar serta mudah dipahami oleh pengguna. Ikon mikrofon, kamera, dan emoji merepresentasikan fungsi nyata yang umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari.     

Gambar 3 Ikon Mikrofon, Kamera, dan Emoji

 

  •      User Control and Freedom: aplikasi memberikan kebebasan kepada  pengguna untuk membatalkan atau mengoreksi tindakan, seperti menghapus pesan.

Gambar 4 Pilihan Pembatalan Pesan

 

  •     Consistency and Standards: WhatsApp menerapkan desain dan pola interaksi yang konsisten di seluruh halaman aplikasi. Tata letak chat, ikon, serta warna antarmuka.
  •   Error Prevention: aplikasi ini mencegah kesalahan dengan menampilkan konfirmasi sebelum pengguna melakukan tindakan penting seperti menghapus chat.
  •     Recognition Rather Than Recall: WhatsApp memudahkan pengguna dengan menampilkan daftar chat terbaru, saran emoji, dan kontak secara otomatis.

Gambar 5 Saran Emoji

  •     Flexibility and Efficiency of Use: Aplikasi menyediakan berbagai fitur seperti swipe reply, pinned chat, dan voice note untuk meningkatkan efisiensi.

Gambar 6 Pinned Chat

 

  •     Aesthetic and Minimalist Design: desain WhatsApp bersifat sederhana dan fokus pada isi percakapan.
  •   Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors: aplikasi menampilkan pesan kesalahan yang jelas ketika terjadi gangguan. Sistem juga menyediakan opsi untuk mengirim ulang pesan yang gagal terkirim.
  •    Help and Documentation: menyediakan menu bantuan yang dapat diakses melalui pengaturan aplikasi.

Gambar 7 Menu Bantuan

 

Kesimpulan

Heuristic Evaluation merupakan metode yang efektif dan praktis dalam menilai usability antarmuka pengguna, seperti pada aplikasi WhatsApp, karena mampu mengidentifikasi potensi permasalahan desain secara sistematis. Melalui penerapan sepuluh prinsip Heuristic Evaluation, mahasiswa dapat memahami bagaimana konsep Interaksi Manusia dan Komputer diterapkan pada aplikasi yang digunakan sehari-hari sekaligus melatih kemampuan analisis usability. Oleh karena itu, pembaca diharapkan dapat mencoba menerapkan metode Heuristic Evaluation pada aplikasi lain dan mendiskusikan temuan yang diperoleh sebagai upaya memperdalam pemahaman serta meningkatkan kualitas perancangan sistem yang berorientasi pada pengguna.

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut tentang program studi kami, kunjungi www.umri.ac.id 

Artikel ini disusun dengan bantuan AI (ChatGPT) dalam tahap brainstorming, desain visual dan pengecekan tata bahasa. 

Referensi

[1]      A. Yulianto, U. Nusa, M. Jakarta, and P. Korespondensi, “Analisa Usability Test pada Website Siori Menggunakan Metode Heuristic Evaluation,” vol. 7, pp. 1832–1844, 2023.

[2]      P. Bioteknologi, “Jurnal Informatika Terpadu MENGGUNAKAN METODE HEURISTICS EVALUATION PADA WEB,” vol. 2, no. 8, pp. 68–77, 2022.

[3]      F. Kartika, S. Dewi, Y. D. Handarkho, and F. V. Prasetyo, “Analisis Usability Menggunakan Metode Heuristic Evaluation dan Web Usability Evaluation Tool pada Website ACC Career,” vol. 13, pp. 126–135, 2022.

[4]      T. K. Ahsyar and D. Afani, “EVALUASI USABILITY WEBSITE BERITA ONLINE MENGGUNAKAN,” vol. 5, no. 1, pp. 34–41, 2019.