Mental Model: Kunci Membuat Interface yang Intuitif
Mental Model: Kunci Membuat Interface yang Intuitif
Iqbal Pratama, 240401153@student.umri.ac.id 1*
(1) Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
Lead / Hook
Pernah membuka aplikasi lokal yang sebenarnya sering digunakan orang Indonesia, tetapi Anda tetap butuh waktu lama untuk memahami alur menunya? Situasi ini biasanya terjadi karena desain interface belum sepenuhnya selaras dengan cara berpikir pengguna. Dalam kajian Interaksi Manusia dan Komputer, keselarasan tersebut dikenal dengan konsep mental model.
Pendahuluan
Mental model menggambarkan bagaimana pengguna membayangkan sebuah sistem bekerja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Pengguna cenderung membawa kebiasaan lama saat berinteraksi dengan sistem baru, termasuk aplikasi digital. Jika desain interface tidak sesuai dengan mental model tersebut, pengguna akan merasa bingung meskipun fitur yang disediakan sebenarnya lengkap.
Oleh karena itu, memahami mental model pengguna menjadi faktor penting dalam menciptakan interface yang intuitif.
Konsep Mental Model dalam Desain Interface
Mental model dapat dipahami sebagai gambaran internal di dalam pikiran pengguna mengenai struktur dan fungsi sebuah sistem. Model ini terbentuk dari pengalaman menggunakan aplikasi sejenis, lingkungan sosial, serta kebiasaan sehari-hari. Dalam desain UI/UX, mental model berfungsi sebagai dasar untuk menyelaraskan cara kerja sistem dengan ekspektasi pengguna. Desain yang mengikuti mental model pengguna memungkinkan interaksi berjalan lebih alami tanpa perlu instruksi tambahan. Sebaliknya, desain yang bertentangan dengan mental model pengguna berpotensi meningkatkan beban kognitif(Yang, 2023).
Mental Model dan Usability
Kesesuaian mental model memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat usability sebuah aplikasi. Interface yang sesuai dengan mental model pengguna terbukti dapat mempercepat waktu penyelesaian tugas. Selain itu, kesalahan penggunaan juga cenderung menurun ketika desain menggunakan metafora yang familiar. Hal ini menunjukkan bahwa usability bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kesesuaian cara berpikir(Almutairi, 2018).
Contoh Penerapan Mental Model pada Aplikasi Indonesia
1. Aplikasi Gojek

Aplikasi Gojek menggunakan ikon dan istilah yang sudah akrab dengan keseharian pengguna Indonesia. Menu utama langsung menampilkan layanan seperti GoRide, GoCar, dan GoFood yang sesuai dengan kebutuhan paling sering pengguna. Pendekatan ini sejalan dengan mental model pengguna yang mengharapkan akses cepat ke layanan utama.
2. Aplikasi Tokopedia

Tokopedia menyusun navigasi berdasarkan mental model pengguna yang terbiasa berbelanja secara kategori.
Fitur pencarian ditempatkan di bagian atas karena pengguna mengasosiasikan belanja online dengan aktivitas mencari produk.
Desain ini membantu pengguna memahami alur belanja tanpa perlu proses belajar yang panjang.
3. Aplikasi BRImo (Mobile Banking BRI)

Aplikasi BRImo menampilkan menu transfer, pembayaran, dan cek saldo sebagai fitur utama. Hal ini sesuai dengan mental model nasabah yang menganggap transaksi keuangan sebagai tujuan utama menggunakan mobile banking. Dengan mengikuti mental model tersebut, interaksi menjadi lebih cepat dan minim kesalahan.
Tips Mendesain Interface Berdasarkan Mental Model
Langkah awal yang penting adalah memahami tujuan utama pengguna dalam menggunakan aplikasi. Desainer perlu menggunakan istilah dan simbol yang sudah familiar di lingkungan pengguna. Selain itu, struktur navigasi sebaiknya mengikuti kebiasaan pengguna, bukan logika teknis sistem. Melibatkan pengguna dalam proses evaluasi desain dapat membantu memastikan kesesuaian dengan mental model mereka(Rokhmawati et al., 2022).
Kesimpulan
Mental model merupakan elemen kunci dalam menciptakan interface yang intuitif.
Desain yang selaras dengan mental model pengguna terbukti meningkatkan usability dan kepuasan pengguna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mental model harus menjadi bagian utama dalam proses desain UI/UX.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau (https://www.umri.ac.id).
Referensi
Almutairi, A. A. (2018). Mapping Mental Models into Interfaces of Interactive Systems.
Rokhmawati, R. I., Bachtiar, F. A., Pradana, F., Alfian, K., & Brawijaya, U. (2022). ANALISIS MODEL MENTAL MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN E-LEARNING PEMROGRAMAN BERBASIS GAMIFIKASI MENGGUNAKAN METODE AGILE UX. 9(2), 401–408. https://doi.org/10.25126/jtiik.20229642
Yang, W. (2023). Influence of mental model of GUI on usability. 377–386. https://doi.org/10.5821/conference-9788419184849.39