Mengenal SUS (System Usability Scale): Mengukur Tingkat Usability dengan Skor
Banyak tim produk merasa aplikasi mereka sudah “oke” karena fitur lengkap dan tampilan rapi. Namun, saat dipakai pengguna nyata, hasilnya bisa berbeda: ada yang tersesat mencari menu, bingung memahami istilah, atau gagal menyelesaikan tugas sederhana seperti checkout dan login.
Masalah seperti ini biasanya bukan soal “fitur kurang”, melainkan soal usability: seberapa mudah sistem dipahami, dipelajari, dan digunakan untuk mencapai tujuan. Supaya penilaian usability tidak sekadar “feeling”, kita butuh metode yang terukur. Salah satu yang paling populer dan praktis adalah System Usability Scale (SUS).
SUS membantu mengubah pengalaman pengguna menjadi skor 0–100, sehingga tim bisa membandingkan versi desain, mengevaluasi perbaikan, dan membuat keputusan berbasis data.

[Gambar 1] Ilustrasi usability testing pada aplikasi mobile. SUS mengubah pengalaman pengguna menjadi skor usability yang mudah dipahami. Sumber: ilustrasi dokumentasi penulis
1) Apa Itu SUS dan Mengapa Banyak Dipakai?
System Usability Scale (SUS) adalah metode evaluasi usability menggunakan kuesioner 10 pertanyaan dengan skala penilaian 1–5. Metode ini terkenal karena cepat, simpel, tetapi tetap cukup kuat untuk memberi gambaran usability sebuah sistem.
Badr Interactive menjelaskan SUS dengan jelas:
“SUS adalah sistem evaluasi berbasis skor yang membantu mengukur seberapa mudah sebuah aplikasi, website, atau sistem digunakan oleh pengguna.”
Sedangkan BINUS menegaskan bahwa SUS cocok untuk melihat apakah sistem sudah usable secara umum:
“System usability scale dapat membantu dalam menentukan apakah sistem sudah dapat digunakan dengan baik (usability).”
Yang perlu diingat, SUS bukan alat untuk menebak “fitur mana yang salah”, tetapi alat untuk menilai tingkat usability secara keseluruhan. Jika skornya rendah, barulah kita lanjutkan dengan metode lain (observasi, usability testing mendalam, interview, atau heuristic evaluation) untuk mencari sumber masalahnya.
2) Kapan SUS Cocok Dipakai?
SUS cocok digunakan ketika kamu butuh evaluasi yang cepat tetapi tetap terukur, misalnya:
-
Membandingkan desain lama vs desain baru
-
Mengukur efek revisi UI setelah iterasi
-
Mengecek apakah sistem sudah “layak pakai” sebelum rilis
-
Mengevaluasi fitur baru yang kritikal (pembayaran, login, checkout)
SUS juga sering dipakai untuk berbagai jenis sistem: aplikasi mobile, website, dashboard admin, sistem informasi internal, dan layanan publik digital.
Untuk konteks penelitian, metode ini juga banyak digunakan. Dalam jurnal IPTEK-KOM tentang pengujian website Pemerintah Kota Tegal, dijelaskan bahwa:
“Pengujian usability dijalankan untuk mengukur aspek-aspek usability yaitu: efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna.”
Kalimat ini penting karena menunjukkan usability memang berkaitan langsung dengan pengalaman nyata pengguna: apakah tugas berhasil, seberapa cepat, dan seberapa nyaman.
3) Kuesioner SUS (Versi Normal)
Berikut contoh kuesioner SUS yang umum digunakan. Responden memilih skala:
1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
10 Pernyataan SUS
-
Saya ingin sering menggunakan sistem ini.
-
Sistem ini terasa rumit untuk digunakan.
-
Sistem ini mudah digunakan.
-
Saya membutuhkan bantuan orang lain/teknisi untuk menggunakan sistem ini.
-
Fitur-fitur dalam sistem ini terintegrasi dengan baik.
-
Sistem ini terlalu banyak ketidakkonsistenan.
-
Kebanyakan orang akan cepat belajar menggunakan sistem ini.
-
Sistem ini terasa merepotkan saat digunakan.
-
Saya merasa percaya diri ketika menggunakan sistem ini.
-
Saya harus belajar banyak hal sebelum bisa menggunakan sistem ini.
Catatan: Formulasi kalimat bisa sedikit berbeda antar referensi, tetapi maknanya tetap sama. Yang penting adalah konsisten saat digunakan pada responden.

[Gambar 2] Contoh tampilan kuesioner SUS (skala 1–5).10 pernyataan SUS dapat dituliskan dalam Google Form agar mudah dikumpulkan dan dihitung. Sumber: https://sis.binus.ac.id/2022/02/07/mengenal-system-usability-scale/
4) Cara Menghitung Skor SUS (Langkah Rapi dan Jelas)
Bagian ini yang menentukan “bobot” evaluasi SUS. Skor akhirnya berada pada rentang 0–100, tetapi prosesnya melalui konversi terlebih dulu.
BINUS menuliskan langkah perhitungan SUS sebagai berikut: sebagian nilai dikurangi 1, sebagian lagi dihitung dari 5, lalu total dikalikan 2,5.
Supaya lebih mudah dipahami, kita rapikan menjadi 3 langkah.
Langkah 1 Kelompokkan Pernyataan
Dalam SUS, ada dua jenis pernyataan:
A. Pernyataan positif: 1, 3, 5, 7, 9
B. Pernyataan negatif: 2, 4, 6, 8, 10
Langkah 2 Konversi Skor Tiap Item
Gunakan rumus berikut:
-
Untuk pernyataan positif → Skor Konversi = jawaban − 1
-
Untuk pernyataan negatif → Skor Konversi = 5 − jawaban
Hasil konversi tiap item berada di rentang 0–4.
Langkah 3 Jumlahkan dan Kalikan
-
Total skor konversi (10 item) → rentang 0–40
-
Skor SUS akhir → total × 2,5 → rentang 0–100

[Gambar 3] Diagram alur perhitungan SUS: Konversi → Total → ×2,5. Skor SUS dihitung dari total skor konversi (0–40) lalu dikalikan 2,5. Sumber: dokumentasi penulis/infografis mandiri
5) Contoh Perhitungan SUS (Simulasi) pada Aplikasi Gojek
Agar lebih realistis, berikut contoh simulasi penerapan SUS pada aplikasi Gojek. Ini bukan hasil penelitian resmi Gojek, melainkan contoh format perhitungan agar kamu bisa meniru polanya di tugas.
Skenario Pengujian (Tugas yang Dikerjakan Responden)
Misalnya responden diminta menyelesaikan 3 task:
-
Pesan GoRide dari lokasi A ke lokasi B
-
Pesan GoFood dan lakukan checkout hingga memilih metode pembayaran
-
Cari menu Riwayat Transaksi dan lihat transaksi terakhir
Setelah itu, responden mengisi kuesioner SUS 10 item.
Data Responden (5 orang)
Skala 1–5. Berikut jawaban mentahnya:
| Responden | Q1 | Q2 | Q3 | Q4 | Q5 | Q6 | Q7 | Q8 | Q9 | Q10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| R1 | 5 | 2 | 4 | 2 | 5 | 2 | 4 | 2 | 5 | 2 |
| R2 | 4 | 2 | 4 | 1 | 4 | 2 | 4 | 2 | 4 | 2 |
| R3 | 4 | 3 | 4 | 2 | 4 | 3 | 4 | 2 | 4 | 3 |
| R4 | 5 | 1 | 5 | 1 | 5 | 1 | 5 | 1 | 5 | 1 |
| R5 | 4 | 2 | 3 | 2 | 4 | 2 | 4 | 3 | 4 | 2 |
Contoh Hitung Detail (Responden 1)
Jawaban R1: [5,2,4,2,5,2,4,2,5,2]
A) Konversi pernyataan positif (1,3,5,7,9):
-
Q1: 5−1 = 4
-
Q3: 4−1 = 3
-
Q5: 5−1 = 4
-
Q7: 4−1 = 3
-
Q9: 5−1 = 4
Total positif = 4+3+4+3+4 = 18
B) Konversi pernyataan negatif (2,4,6,8,10):
-
Q2: 5−2 = 3
-
Q4: 5−2 = 3
-
Q6: 5−2 = 3
-
Q8: 5−2 = 3
-
Q10: 5−2 = 3
Total negatif = 3+3+3+3+3 = 15
C) Total skor konversi: 18 + 15 = 33
D) Skor SUS: 33 × 2,5 = 82,5
Jadi skor SUS untuk R1 adalah 82,5.
Ringkasan Skor SUS Semua Responden
| Responden | Total Konversi | Skor SUS (=×2,5) |
|---|---|---|
| R1 | 33 | 82,5 |
| R2 | 33 | 82,5 |
| R3 | 27 | 67,5 |
| R4 | 40 | 100 |
| R5 | 28 | 70 |
Rata-rata SUS:
(82,5 + 82,5 + 67,5 + 100 + 70) ÷ 5 = 80,5
Makna awalnya: aplikasi berada pada usability yang cenderung baik–sangat baik untuk responden simulasi ini.
Penting: Dalam praktik nyata, hasil SUS akan lebih “menantang” karena responden membawa kebiasaan dan preferensi yang berbeda.
[Gambar 3] Contoh template Excel/Sheet untuk hitung SUS otomatis
Caption: Perhitungan SUS bisa dibuat otomatis agar cepat menghitung banyak responden. (Sumber: dokumentasi penulis)
6) Interpretasi Skor SUS: 68 Itu Patokan, Tapi Bukan Satu-satunya

[Gambar 4] Ukuran SUS yang digunakan secara Internasional. Sumber: https://www.edisusilo.com/cara-menggunakan-system-usability-scale/
BINUS menyebutkan bahwa:
“Rata-rata tingkat system usability scale adalah 68.”
Artinya, skor 68 sering digunakan sebagai baseline:
-
≥ 68 → umumnya dianggap baik
-
< 68 → perlu perbaikan
Penelitian Poltek Kampar merangkum interpretasi skor SUS sebagai berikut:
“Skor SUS ≥ 68 umumnya dianggap baik.”
Namun agar lebih “berbobot”, interpretasi SUS biasanya dibaca dari tiga sisi:
A) Acceptability Range
-
> 80,3 → Acceptable (sangat baik)
-
68 – 80,3 → Marginally acceptable
-
< 68 → Not acceptable
B) Grade Scale
-
> 84,1 = A
-
80,8 – 84,0 = B
-
68,0 – 80,7 = C
-
51,0 – 67,9 = D
-
< 51,0 = E
C) Adjective Rating (Label “Rasa”)
-
85 – 100 = Best Imaginable
-
75 – 84 = Excellent
-
70 – 74 = Good
-
50 – 69 = OK
-
25 – 49 = Poor
-
0 – 24 = Worst Imaginable
Dengan rata-rata simulasi 80,5, hasilnya bisa dipetakan menjadi:
-
Acceptability: Marginally acceptable (mendekati Acceptable)
-
Grade: C (mendekati B)
-
Adjective: Excellent
Interpretasi seperti ini membuat laporan kamu lebih kuat, karena bukan hanya “skornya sekian”, tetapi juga “artinya apa”.
7) Tips Aplikatif: Cara Menjalankan SUS yang Benar (Bukan Sekadar Formalitas)
SUS akan menjadi sangat berguna kalau prosesnya rapi. Berikut checklist yang bisa kamu pakai.
1) Tentukan tujuan pengujian
Contoh tujuan:
-
Mengecek kemudahan pemesanan layanan
-
Menguji kemudahan checkout pembayaran
-
Membandingkan desain versi lama vs baru
2) Siapkan task yang relevan
Pastikan task sesuai konteks pengguna. Misalnya untuk aplikasi transportasi:
-
pesan perjalanan
-
pilih metode bayar
-
cek riwayat pesanan
3) Rekrut responden yang mewakili target pengguna
Badr Interactive menyarankan:
“Usability testing tidak membutuhkan sampel yang sangat besar… cukup 5-10 partisipan…”
4) Kumpulkan SUS setelah pengguna mencoba sistem
Jangan isi SUS sebelum mencoba. Biarkan pengguna mengalami alurnya dulu.
5) Tambahkan pertanyaan follow-up (singkat saja)
Karena SUS tidak menunjukkan “bagian mana yang salah”, kamu bisa menambahkan 2 pertanyaan:
-
Bagian paling mudah digunakan apa?
-
Bagian paling membingungkan apa?
6) Buat rekomendasi perbaikan dari hasil
Contoh jika skor rendah:
-
Perbaiki navigasi dan label menu
-
Kurangi langkah checkout
-
Tambahkan feedback saat loading/error
Kesimpulan
System Usability Scale (SUS) adalah metode evaluasi usability yang praktis untuk mengukur kemudahan penggunaan aplikasi atau website melalui skor 0–100. Dengan 10 pertanyaan sederhana dan perhitungan yang konsisten, SUS membantu tim membuat keputusan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.
Inti yang bisa langsung kamu pakai:
-
SUS cocok untuk evaluasi cepat dan perbandingan versi desain
-
Skor 68 sering menjadi baseline usability
-
Interpretasi akan lebih kuat jika memakai Acceptability, Grade, dan Adjective Rating
-
SUS sebaiknya dilengkapi dengan pertanyaan follow-up agar tahu penyebab masalah
Kalau kamu diminta menilai usability aplikasi yang sering kamu pakai (misalnya Gojek, Shopee, atau WhatsApp), menurutmu bagian mana yang paling sering bikin pengguna “kehilangan arah”? Kamu bisa tulis pendapatmu dan alasan singkatnya.
Artikel ini disusun sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau. Informasi lebih lanjut mengenai UMRI dapat diakses melalui www.umri.ac.id.
Daftar Pustaka
BINUS University – School of Information Systems. (2022, 7 Februari). Mengenal System Usability Scale. Diakses pada 20 Januari 2026.
Badr Interactive. (2025, 3 Februari). Ketahui Langkah-Langkah Usability Testing Menggunakan Metode SUS Sebelum Merilis Aplikasi. Diakses pada 20 Januari 2026.
H.N., I. A. (2015). Pengujian Usability Website Menggunakan System Usability Scale (SUS). IPTEK-KOM, 17(1).
Jurnal Sains dan Ilmu Terapan Politeknik Kampar. (2024). Evaluasi Usability pada Aplikasi Glasgow Coma Scale menggunakan System Usability Scale (SUS).
Artikel ini disusun oleh penulis. AI (ChatGPT) hanya digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan poin-poin pembahasan awal yang kemudian dikembangkan sepenuhnya oleh penulis sesuai konteks pembelajaran dan kebutuhan tugas.