Mengapa Tombol Kecil dan Jauh Membuat Aplikasi Sulit Digunakan
Mengapa Tombol Kecil dan Jauh Membuat Aplikasi Sulit Digunakan
Akmal Fauziy, 240401020@student.umri.ac.id 1*
(1) Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
Hook
Pernah salah menekan tombol logout saat ingin menekan submit? Atau merasa kesal karena tombol penting terlalu kecil dan sulit dijangkau jari? Masalah ini bukan sekedar kelalaian pengguna, melainkan akibat desain antarmuka yang mengabaikan cara kerja Gerak motorik manusia.
Pendahuluan
Dalam desain antarmuka digital, kecepatan dan ketepatan pengguna dalam berinteraksi sangat dipengaruhi oleh ukuran dan posisi elemen interaktif. Salah satu fundamental dalam Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) yang menjelaskan hal ini Adalah Fitts’ Law. Prinsip ini banyak digunakan dalam pengembangan UI/UX modern dan menjadi bagian penting dalam pembelajaran IMK, termasuk di Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Fitts’ Law membantu desainer memahami bagaimana manusia bergerak saat mengarahkan kursor atau jari ke suatu target di layar, sehingga antarmuka dapat dirancang lebih efisien dan ramah pengguna.
Pengertian Fitts’ Law
Fitts’ Law menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai sebuah target dipengaruhi oleh jarak ke target dan ukuran target tersebut. Semakin jauh jaraknya dan semakin kecil ukurannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan dan semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan. Prinsip ini pertama kali diperkenalkan oleh Paul Fitts dan hingga kini menjadi model utama dalam penelitian kinerja motorik manusia dibidang Human-Computer Interaction.
Dalam antarmuka digital, target dapat berupa tombol, ikon, menu, atau elemen lain yang memerlukan interaksi pengguna(Norman & Kirakowski, 2018).
Penerapan Fitts’ Law dalam Desain Antarmuka
- 1 Ukuran Tombol
Tombol berukuran kecil membutuhkan Tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga meningkatkan waktu dan kesalahan interaksi. Penelitian mengenai pemodelan Fitts’ Law menujukkan bahwa memperbesar ukuran target secara signifikan dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi pengguna dalam menyelesaikan tugas(Lin, J.-F., & Drury, C. G. (2010). Modeling Fitts’ Law. Proceedings of the Pan-Pacific Conference on Ergonomics., n.d.).
Contoh tombol aksi yang besar:

Kesalahan Desain yang Sering Terjadi pada Tombol dan Navigasi
Ketika prinsip Fitts’ Law tidak dipertimbangkan, desain antarmuka sering kali menampilkan tombol yang terlalu kecil, terlalu rapat, atau ditempatkan jauh dari area jangkauan pengguna. Kesalahan ini menyebabkan meningkatnya salah klik, memperlambat penyelesaian tugas, serta membuat pengguna merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan sistem. Dalam aplikasi layanan publik maupun sistem akademik, kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas penggunaan dan kepuasan pengguna secara keseluruhan(Norman & Kirakowski, 2018).
Strategi Mendesain Tombol yang Lebih Mudah Dijangkau Pengguna
Untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi interaksi, desainer antarmuka perlu menyesuaikan desain dengan kemampuan motorik manusia. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
- · Menggunakan ukuran tombol yang cukup besar untuk aksi utama
- · Memberikan jarak yang memadai antar elemen interaktif
- · Menempatkan tombol penting di area layar yang mudah dijangkau
- · Menghindari penggunaan tombol kecil untuk fungsi yang bersifat kritis
Aplikasi Mobile dan Layar Sentuh
Pada perangkat mobile, penerapan Fitts’ Law menjadi semakin krusial karena interaksi dilakukan menggunakan jari yang memilik akurasi lebih rendah dibandingkan kursor mouse. Penilitian HCI menunjukkan bahwa tombol kecil dan jarak yang terlalu rapat meningkatkan kesalahan sentuhan serta menurunkan kenyamanan pengguna(Noorputrawan, G. (2022). Pengaruh UI Dan UX Terhadap Customer Experience Pada Aplikasi Blibli. Universitas Multimedia Nusantara., n.d.).
Kesimpulan
Fitts’ Law Menegaskan bahwa desain antarmuka yang baik harus menyesuaikan diri dengan kemampuan fisik manusia, bukan sebaliknya. Dengan memperhatikan ukuran dan posisi elemen interaktif, desainer dapat menciptakan antarmuka yang lebih cepat, akurat, dan nyaman digunakan.
Pembahasan ini mengenai Fitts’ Law ini sejalan dengan materi Interaksi Manusia dan Komputer yang dipelajari di Universitas Muhammadiyah Riau, serta relevan dalam pengembangan aplikasi dan sistem digital yang berorientasi pada pengguna.
Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalu www.umri.ac.id
Referensi
Lin, J.-F., & Drury, C. G. (2010). Modeling Fitts’ Law. Proceedings of the Pan-Pacific Conference on Ergonomics. (n.d.).
Noorputrawan, G. (2022). Pengaruh UI dan UX terhadap Customer Experience pada Aplikasi Blibli. Universitas Multimedia Nusantara. (n.d.).
Norman, K. L., & Kirakowski, J. (2018). The Wiley Handbook of Human Computer Interaction (Vol. 1).