Mengapa Produk Digital Gagal Meski Desainnya Menarik?

Apakah anda pernah merasa kesal saat menggunakan aplikasi yang tampilannya eye catching, keren, penuh warna, dan modern, tetapi aplikasi tersebut sangat membingungkan saat digunakan? Seperti tombol yang sangat sulit di temukan, menu yang tidak jelas, bahkan ada beberapa aplikasi yang tidak menggunakan ikon yang sesuai. Fenomena ini bisa sering terjadi dikarenakan sebuah produk digital hanya fokus kepada penampilan nya saja, tanpa benar-benar memahami penggunanya. Banyak aplikasi diluar sana yang masih mementingkan estetika dan akhirnya gagal karena pembuatnya terlalu fokus menambahkan fitur sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan apakah fitur itu benar-benar menyelesaikan masalah pengguna.

Maka dari itu dalam dunia interaksi Manusia dan Komputer, desain yang baik bukan hanya soal fitur yang berjibun atau estetika, tetapi juga tentang bagaimana user berinteraksi dengan sistem secara nyaman, efisien dan tanpa frustasi

Desain Visual Tidak sama dengan Pengalaman Pengguna

Banyak orang atau pengguna menggangap desain yang bagus dan memiliki estetika yang berlebihan itu desain yang terlihat sangat menarik. Padahal desain visual hanyalah satu bagian kecil dari keseluruhan pengalaman pengguna. Sebuah desain yang baik seharusnyya tidak hanya fokus kepada keindahan tampilan tetapi juga memperhatikan user experience atau bisa di sebut dengan UX, serta fungsionalitas, kemudahan penggunaan, dan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan produk tersebut. Jika sebuah desain sangat menarik tetapi sangat sulit digunakan, membingungkan, atau tidak efisien, maka nilai desain tersebut menjadi sangat kurang. Oleh karena itu, pengalaman pengguna yang paling penting. 

                           

                                                       Sumber: Pinterest

 

Mengapa Memahami Pengguna Itu Penting?

Pengguna adalah pusat dari setiap sistem interaktif yang dirancang dalam dunia teknologi. Setiap pengguna tentu memiliki latar belakang yang berbeda, kemampuan yang berbeda, serta kebiasaan yang berbeda, dikarenakan perbedaan tersebut sistem tidak bisa dirancang hanya bedasarkan asumsi perancang mata. Memahami pengguna berarti perancang mampu melihat sistem dari sudut pandang orang yang akan menggunakan aplikasi itu secara langsung. Tanpa pemahaman ini, desain yang terlihat menarik belum tentu mampu memberikan pengalaman penggunaan yang baik. Maka dari perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer

di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa diajarkan pentingnya pendekatan user-centered design sebagai dasar dalam merancang produk digital. Melalui pemahaman pengguna yang baik, sistem yang dibangun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kepuasan pengguna, serta digunakan secara optimal dalam jangka panjang

                                               

                                                                 Sumber: Pinterest

 

Contoh pada Sistem Akademik Mahasiswa

Banyak sekali sistem akademik kampus memiliki fitur yang sangat lengkap namun sangat sulit untuk digunakan oleh mahasiswa, apalagi mahasiswa yang baru masuk atau maba. Banyak mahasiswa yang sulit menggunakan sistem akademik kampus dikarenakan menu yang terlalu banyak, istilah teknis yang tidak dijelaskan, dan tampilan terkadang sulit dipahami atau tidak ramah pengguna, padahal tujuan utama sistem akademik kampus adalah memudahkan mahasiswa mengakses berbagai informasi akademik seperti pengisian KRS, nilai-nilai setiap matkul serta jadwal setiap matkul. Tanpa memahami pengguna yaitu mahasiswa itu sendiri, sistem tersebut justru menjadi beban, bukan Solusi.

Peran Interaksi Manusia Komputer menciptakan Desain yang efektif

Nah, IMK ini membantu merancang sistem yang dipahami oleh pengguna, dengan cara analisis terlebih dahulu kebutuhan pengguna, lalu uji coba dengan pengguna langsung, apakah ada kekurangan di dalam sistem tersebut, dan yang terakhir mengevaluasi berkelanjutan terhadap pengalaman pengguna. Pendekatan yang disebutkan tadi memastikan bahwa desain tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif secara fungsional. Maka Interaksi Manusia Komputer, kita semua belajar, untuk memahami dulu atau menganalisis terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh pengguna yang akan menggunakan sistem tersebut. Menurut kalian, apakah IMK penting untuk memahami kebutuhan pengguna? 

Yuk Wujudkan Aplikasi Yang ramah Pengguna!

Desain yang bagus saja tidak cukup jika tidak didukung oleh pemahaman yang baik terhadap pengguna. Produk digital yang sukses adalah produk yang mampu menjawab kebutuhan pengguna dengan cara yang sederhana, jelas, dan nyaman digunakan. Oleh karena itu, memahami pengguna merupakan kunci utama dalam menciptakan sistem interaktif yang berkualitas. Melalui pembelajaran IMK, khususnya di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa dibekali kemampuan untuk merancang teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga manusiawi dan bermanfaat. 

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau.

Referensi

Norman, D. A. (2013). The Design of Everyday Things,

Nielsen, J. (2020). Usability Engineering.

Interaction Design Foundation – User-Centered Design. 

Farras, H. (2025).  7 Kesalahan Produk Digital yang bikin Gagal, Wajib Tahu!!

Ditulis oleh Nayla Sifa Syabila, mahasiswi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau