Mengapa Mahasiswa Informatika Perlu Belajar IMK?
Penulis:
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
https://share.google/klGogzIaJBDzcCbwo
ilustrasi interaksi manusia dan komputer / UI aplikasi
Pernahkah Anda menggunakan sebuah aplikasi yang terlihat modern dan canggih, tetapi justru membuat bingung saat digunakan? Kondisi ini sering dialami pengguna ketika sebuah sistem dirancang tanpa mempertimbangkan bagaimana manusia berinteraksi dengan teknologi tersebut.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menuntut mahasiswa Informatika tidak hanya mampu membuat sistem yang berjalan, tetapi juga sistem yang nyaman digunakan. Di sinilah peran Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) menjadi sangat penting.
IMK merupakan bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia sebagai pengguna dan komputer sebagai sistem. Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa mempelajari bagaimana merancang teknologi yang berorientasi pada kebutuhan, kemampuan, dan keterbatasan pengguna.
Peran IMK dalam Pengembangan Produk Digital
Mahasiswa Informatika sering kali fokus pada aspek teknis seperti algoritma, basis data, dan pemrograman. Namun, tanpa pemahaman IMK, sistem yang dibangun berpotensi sulit digunakan oleh pengguna umum.
· IMK membantu mahasiswa untuk:
· Memahami perilaku dan kebutuhan pengguna
· Merancang antarmuka yang intuitif
· Mengurangi kesalahan penggunaan sistem
· Meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pengguna
Dengan menerapkan prinsip IMK, sebuah aplikasi tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memberikan pengalaman yang positif bagi penggunanya.
Contoh Kasus 1: Aplikasi Mobile Banking

https://share.google/uGk29oCa5qxEq4Vgs
ilustrasi atau screenshot UI mobile banking
Aplikasi mobile banking merupakan contoh nyata penerapan IMK dalam kehidupan sehari-hari. Banyak aplikasi perbankan di Indonesia dirancang dengan navigasi yang sederhana, ikon yang jelas, serta alur transaksi yang mudah dipahami oleh pengguna dari berbagai kalangan.
Sebaliknya, aplikasi yang memiliki terlalu banyak menu dan istilah teknis sering membuat pengguna merasa frustrasi. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan aplikasi digital tidak hanya ditentukan oleh fitur, tetapi juga oleh bagaimana fitur tersebut disajikan kepada pengguna.
Contoh Kasus 2: Sistem Akademik Perguruan Tinggi

Sumber Gambar: https://siam.umri.ac.id/index.php/member/login
ilustrasi sistem akademik kampus
Sistem akademik merupakan aplikasi yang sering digunakan oleh mahasiswa untuk mengelola aktivitas perkuliahan, seperti pengisian KRS, melihat jadwal, dan mengecek nilai. Jika sistem ini dirancang tanpa memperhatikan prinsip IMK, mahasiswa dapat mengalami kesulitan meskipun fitur yang tersedia lengkap.
Dengan penerapan IMK yang baik, sistem akademik dapat menjadi lebih mudah dipahami, efisien, dan membantu mahasiswa dalam menjalani proses akademik secara optimal.
Kesimpulan
Interaksi Manusia dan Komputer merupakan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa Informatika. IMK mengajarkan bahwa teknologi yang baik adalah teknologi yang menempatkan manusia sebagai pusat perancangan.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau
(www.umri.ac.id).
Menurut Anda, apakah aplikasi yang sering Anda gunakan saat ini sudah benar-benar ramah pengguna?
- Norman, D. A. (2018). The Design of Everyday Things. Basic Books.
- Preece, J., Rogers, Y., & Sharp, H. (2015). Interaction Design: Beyond Human-Computer Interaction. Wiley.
- Materi Mata Kuliah IMK, Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id