Mengapa Aksesibilitas Digital Penting untuk Semua Orang di Era Transformasi Digital

Mengapa Aksesibilitas Digital Penting untuk Semua Orang di Era Transformasi Digital

Ridwan Hanif 240401193
Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia

Correspondence: E-mail: 240401193@student.umri.ac.id,

Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

 

Hook

Pernah merasa aplikasi terasa rumit, teks terlalu kecil, atau navigasinya membingungkan? Jika pengguna umum saja bisa kesulitan, maka hambatan tersebut akan jauh lebih besar bagi pengguna dengan keterbatasan tertentu. Inilah alasan mengapa aksesibilitas digital menjadi isu krusial dalam era transformasi digital saat ini.

 

Pendahuluan

Transformasi digital mendorong hampir seluruh layanan berpindah ke platform digital, mulai dari transportasi, hiburan, hingga layanan kesehatan. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa banyak platform digital belum dirancang agar dapat diakses secara setara oleh semua pengguna, khususnya penyandang disabilitas. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi dan prinsip inklusivitas.

Ketiadaan standar teknis yang mengikat, seperti adopsi WCAG secara nasional, menyebabkan penerapan aksesibilitas masih bersifat tidak konsisten. Akibatnya, akses terhadap layanan digital belum sepenuhnya merata dan berpotensi menciptakan eksklusi digital yang bersifat struktural.

 

Pembahasan

1.     Aksesibilitas Digital sebagai Hak dan Kebutuhan Dasar

Aksesibilitas digital merupakan bagian dari hak dasar untuk memperoleh informasi dan layanan publik. Website dan aplikasi yang tidak memperhatikan aksesibilitas dapat menjadi penghalang bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan, pendengaran, motorik, maupun kognitif(Dobbala, 2024).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mayoritas platform digital masih memiliki masalah dasar seperti tidak tersedianya teks alternatif, kontras warna yang rendah, serta struktur navigasi yang tidak ramah pengguna. Hal ini menegaskan bahwa aksesibilitas bukan sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan mendasar dalam sistem digital modern(Ara et al., 2024)

 

2.     Contoh Aksesibilitas Digital dalam Kehidupan Sehari-hari

a.     Gojek

Gojek sebagai aplikasi super app digunakan oleh jutaan pengguna dengan kebutuhan dan latar belakang yang beragam. Perubahan antarmuka yang signifikan pada versi tertentu menunjukkan bahwa desain yang terlalu kompleks dapat memengaruhi kenyamanan dan pengalaman pengguna. Hal ini menjadi bukti bahwa aksesibilitas dan kemudahan penggunaan harus menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan aplikasi(Pengaruh et al., 2021).

Desain antarmuka yang jelas, konsisten, dan tidak membingungkan akan membantu pengguna menyelesaikan aktivitas secara mandiri. Aksesibilitas yang baik pada aplikasi transportasi dan layanan digital seperti Gojek juga berdampak langsung pada efisiensi dan kepuasan pengguna(Dobbala, 2024).

b.     YouTube

YouTube merupakan contoh platform digital yang telah menerapkan beberapa fitur aksesibilitas, seperti subtitle otomatis dan kontrol pemutaran yang sederhana. Fitur ini sangat membantu pengguna tunarungu dan pengguna dengan keterbatasan tertentu dalam mengakses konten video(Chemnad & Othman, 2024).

Keberadaan fitur aksesibilitas pada platform hiburan membuktikan bahwa inklusivitas dapat berjalan seiring dengan kualitas layanan. Bahkan, fitur tersebut meningkatkan pengalaman pengguna secara umum tanpa membatasi pengguna lain(Krok, 2024).

c.      JKN Mobile

Aplikasi JKN Mobile digunakan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan digital. Karena melibatkan layanan publik yang esensial, aksesibilitas menjadi aspek yang sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan aplikasi ini secara mandiri(Shahrash et al., 2023).

Tampilan yang sederhana, alur layanan yang jelas, serta kemudahan navigasi sangat membantu pengguna, termasuk lansia dan pengguna dengan keterbatasan kognitif. Aksesibilitas pada layanan kesehatan digital berperan besar dalam pemerataan akses layanan publik(Nasional et al., 2025)

3.     Dampak Aksebilitas terhadap Pengalaman Pengguna

Penerapan aksesibilitas digital terbukti meningkatkan kualitas pengalaman pengguna secara keseluruhan. Sistem digital yang mudah dipahami dan dinavigasi akan meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan penggunaan, dan meningkatkan kepuasan pengguna(Dobbala, 2024).

Aksesibilitas juga berkontribusi pada peningkatan usability, karena desain yang inklusif cenderung lebih jelas, konsisten, dan mudah digunakan oleh berbagai kelompok pengguna. Dengan demikian, aksesibilitas memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi penyandang disabilitas(Krok, 2024).

4.     Tantangan Penerapan Aksesibilitas Digital

Salah satu tantangan utama dalam penerapan aksesibilitas digital adalah rendahnya kesadaran dan belum adanya kewajiban teknis yang diterapkan secara konsisten. Banyak organisasi masih memandang aksesibilitas sebagai pelengkap, bukan sebagai bagian inti dari desain sistem digital(Komang et al., 2025).

Selain itu, evaluasi aksesibilitas sering kali hanya mengandalkan alat otomatis tanpa melibatkan pengguna secara langsung. Padahal, keterlibatan pengguna sangat penting untuk memastikan sistem benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan(Ara et al., 2024)

 

Kesimpulan

Aksesibilitas digital merupakan elemen penting dalam transformasi digital yang inklusif. Tanpa desain yang ramah bagi semua pengguna, teknologi berpotensi menciptakan hambatan baru dan memperlebar kesenjangan sosial. Contoh pada Gojek, YouTube, dan JKN Mobile menunjukkan bahwa penerapan aksesibilitas tidak hanya membantu kelompok tertentu, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman pengguna secara umum.

Lebih dari sekadar aspek teknis, aksesibilitas mencerminkan nilai keadilan dan empati dalam pengembangan sistem digital. Oleh karena itu, prinsip aksesibilitas perlu diintegrasikan sejak tahap perancangan awal. Dengan kolaborasi antara pengembang, institusi, dan pengguna, transformasi digital dapat berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Branding UMRI

Artikel ini disusun sebagai bagian dari upaya penguatan literasi digital inklusif dan sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Riau dalam mendorong transformasi digital yang berkeadilan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui: www.umri.ac.id

 

Daftar pustaka

 

Ara, J., Sik-Lanyi, C., Kelemen, A., & Guzsvinecz, T. (2024). An inclusive framework for automated web content accessibility evaluation. Universal Access in the Information Society, 1581–1607. https://doi.org/10.1007/s10209-024-01164-5

 

Chemnad, K., & Othman, A. (2024). Digital accessibility in the era of artificial intelligence—Bibliometric analysis and systematic review. Frontiers in Artificial Intelligence, 7. https://doi.org/10.3389/frai.2024.1349668

 

Dobbala, M. (2024). Enhancing Usability for Everyone Through Web Accessibility Compliance. Jcssd, 3(1). https://doi.org/10.17303/jcssd.2024.3.105

 

Komang, N., Adi, I., Faculty, S. S., & Ganesha, U. P. (2025). Urgency of National Digital Accessibility Standards for Inclusive Online Services. 504–515. https://doi.org/10.33830/osc.v3i1.7872

 

Krok, E. (2024). Digital Accessibility as an Essential Element of an Inclusive Organization. European Research Studies Journal, XXVII(Special Issue A), 857–876. https://doi.org/10.35808/ersj/3752

 

Nasional, J., Informasi, S., Yusup, D., Ajie, D., Rois, N., Febriandirza, A., & Prakasa, E. (2025). Aksesibilitas User Experience Web Conten Penyandang Disabilitas Kognitif dengan Metode Double Diamond. 03, 282–293.

 

Pengaruh, K., User, P., Ui, I., User, T., Ux, E., Kasus, S., Perubahan, P., Aplikasi, I., Versi, G., Atas, K. E., Dwiantono, K. Y., & Ratri, D. (2021). PADA APLIKASI DIGITAL Bandung , Jawa Barat 40132 email : karenyunika@gmail.com PENDAHULUAN PT . Aplikasi Karya Anak Bangsa yang lebih dikenal sebagai Kajian ini menggunakan teori Laws of UX , oleh Jon Yablonski , sebagai sumber literatur utama . Laws of U. 12(2), 124–135.

 

Shahrash, I., Mirajiah, R., & Widyanto, N. (2023). Digital Inclusion Strategies to Enhance Accessibility of Public Services in Indonesia. Jurnal Aktor, 2(1), 25. https://doi.org/10.26858/aktor.v2i1.46918