Memahami User Experience (UX) dan Mengapa Penting untuk Produk Digital
Pernahkah kamu merasa langsung menutup sebuah aplikasi karena terasa rumit dan membingungkan, atau justru betah berlama-lama menggunakan aplikasi tertentu tanpa sadar waktu berlalu? Pengalaman tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari bagaimana sebuah produk dirancang melalui User Experience (UX). UX berperan penting dalam menentukan apakah pengguna merasa nyaman, terbantu, dan ingin terus menggunakan produk digital, atau memilih untuk meninggalkannya.
Pendahuluan
Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, konsep UX menjadi salah satu topik penting yang dipelajari dalam perancangan sistem. Oleh karena itu, artikel ini membahas pengertian UX, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta alasan mengapa UX sangat penting dalam pengembangan produk digital.
Teknologi saat inimengalamiperkembangan yang signifikan, salah satunyaadalah internetdan website. Munculnya websiteyang memiliki desain antarmuka pengguna UI (userinterface)dan pengalaman pengguna UX (User experience) yang baik menjadi sangat penting. Websiteyang dirancang dengan baik tidak hanya mampu menarik pengunjung, tetapi juga dapat meningkatkan kepuasan pengguna serta mendukung pencapaian tujuan bisnis. Dengan diterapkannya UI/UX pada suatu websitememberikan keseimbangan dari apa yang disajikan dengan apa saja yang dibutuhkan (Olivia et al., 2025). Salah satu contoh yang akan saya terapkan dalam penggunaan teknologi informasi adalah pengembangan situs websiteprosesin.id. Dengan adanya websiteprosesin.id informasi yang ada pada perusahaan dapat diintegrasikan dengan baik, memiliki websitecompany profile telah menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran merek dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan memiliki website, perusahaan dapat memperkenalkan diri mereka secara lebih luas di internet, mempromosikan produk atau layanan yang ditawarkan, serta memperkuat branding Perusahaan (Olivia et al., 2025).
Merujuk pada UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pelayanan publik ini, tidak hanya dilaksanakan pada pemerintahan pusat namun juga pada Pemerintahan Desa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 juga mengatur bahwa Desa bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat Desa. Misalnya saja Desa Losari Kidul yang akan mengembangkan aplikasi berbasis website yang menyediakan layanan publik. Desa Losari Kidul merupakan Desa yang terletak di ujung timur Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan Peraturan Bupati No 400 Tahun 2022 tentang Batas Desa Losari Kidul [2].Berdasarkan survei yang dilakukan kepada masyarakat Desa Losari Kidul dengan rentang usia 16-45 tahun, mendapatkan hasil bahwa masyarakat Desa Losari Kidul mengalami kesulitan untuk mengakses informasi Desa seperti, luas Desa, program unggulan yang saat ini dilaksanakaan Desa, dan informasi-informasi Desa lainnya. Berikut merupakan Diagram dari presentase pengguna dalam mencari informasi (Dwi et al., 2024).
Pembahasan
1. Faktor yang Mempengaruhi User Experience
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi UX antara lain adalah kemudahan navigasi, kecepatan sistem, kejelasan informasi, konsistensi tampilan, serta desain visual. Selain itu, faktor emosional seperti rasa nyaman, percaya, dan puas juga berperan penting dalam membentuk pengalaman pengguna.
Misalnya, sebuah aplikasi dengan tampilan sederhana namun cepat dan mudah digunakan sering kali lebih disukai dibandingkan aplikasi yang terlihat canggih namun lambat dan membingungkan. Di era digital saat ini, komunikasi visual memainkan peran yang sangat penting, karena pengguna semakin mengandalkan antarmuka untuk berinteraksi dengan berbagai platform dan aplikasi. Desain Antarmuka Pengguna (User Interface -UI) dan Pengalaman Pengguna (User Experience -UX) merupakan komponen krusial dalam menciptakan komunikasi visual yang menarik dan efektif. UI berfokus pada tampilan dan nuansa sebuah situs web atau aplikasi, memastikan tata letak yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga intuitif bagi pengguna. Sementara itu, UX berkonsentrasi pada keseluruhan pengalaman pengguna, mencakup kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dan efisiensi dalam berinteraksi dengan produk digital. Di era digital, banyak pengguna yang merasa skeptis terhadap platform online karena masalah privasi dan keamanan data. Desain UI/UX yang transparan dan komunikatif dapat membantu membangun kepercayaan. Misalnya, aplikasi yang jelas menunjukkan bagaimana data pengguna digunakan dan memberikan kontrol kepada pengguna atas informasiyang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna.
Desain UI dan UX telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan dalam cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital. Sejarah UI/UX dapat ditelusuri kembali ke awal pengembangan komputer dan perangkat lunak, di mana fokus awalnya adalah pada fungsionalitas dan efisiensi, bukan pada pengalaman pengguna.Gambar 1. Tampilan Awal Graphic User Interface (GUI) pertama kali(sumber : crm.org)Pada tahun 1960-an, ketika komputer mulai digunakan secara lebih luas, desain antarmuka masih sangat teknis dan berorientasi pada pengguna yang memiliki latar belakang teknis. Antarmuka pengguna awal, seperti Command Line Interface(CLI), memerlukan pengguna untuk memasukkan perintah teks secara manual, yang membuatnya sulit diakses oleh orang awam. Pada tahun 1970-an, dengan munculnya antarmuka grafis (Graphical User Interface -GUI), seperti yang diperkenalkan oleh Xerox PARC, desain UI mulai berfokus pada elemen visual yang lebih ramah pengguna. GUI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan komputer menggunakan ikon dan jendela, yang membuatnya lebih intuitif dan mudah digunakan Konsep UX mulai mendapatkan perhatian pada tahun 1990-an, ketika Don Norman, seorang kognitif ilmuwan, memperkenalkan istilah "pengalaman pengguna" dalam implementasi desain produk. Norman menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan harapan pengguna dalammenciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan untuk digunakan. Buku Norman, The Design of Everyday Things, yang diterbitkanpada tahun 1988, menjadi salah satu referensi penting dalam bidang desain UX, menggarisbawahi pentingnya desain yang berpusat pada pengguna (Apriyeni et al., 2024).
Pada tahun 1960-an, ketika komputer mulai digunakan secara lebih luas, desain antarmuka masih sangat teknis dan berorientasi pada pengguna yang memiliki latar belakang teknis. Antarmuka pengguna awal, seperti Command Line Interface(CLI), memerlukan pengguna untuk memasukkan perintah teks secara manual, yang membuatnya sulit diakses oleh orang awam. Pada tahun 1970-an, dengan munculnya antarmuka grafis (Graphical User Interface -GUI), seperti yang diperkenalkan oleh Xerox PARC, desain UI mulai berfokus pada elemen visual yang lebih ramah pengguna. GUI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan komputer menggunakan ikon dan jendela, yang membuatnya lebih intuitif dan mudah digunakan (Apriyeni et al., 2024).
2. Dampak UX Terhadap Keberhasilan Produk Digital
UX yang baik dapat meningkatkan tingkat penggunaan, loyalitas pengguna, dan citra sebuah produk digital. Pengguna cenderung terus menggunakan dan merekomendasikan produk yang memberikan pengalaman yang menyenangkan. Sebaliknya, UX yang buruk dapat menyebabkan pengguna meninggalkan produk meskipun fitur yang ditawarkan cukup lengkap.
User experience(UX) mencakup semua aspek interaksi pengguna dengan sebuah perusahaan, layanan, dan produknya. Jakob Nielsen menjelaskan bahwa UX meliputi persepsi, pengalaman, dan tanggapan pengguna terhadap penggunaan suatu produk, sistem, atau layanan[2]. Dari kedua pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa UX mengukur tingkat kepuasan dan kenyamanan pengguna saat menggunakan produk, sistem, atau layanan tertentu.UX sebagai konsep yang menilai tingkat kepuasan dan kenyamanan pengguna ketika berinteraksi dengan produk, sistem, atau layanan. UX berfokus pada kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna, dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan kepuasan secara keseluruhan. Meski produk memiliki fitur yang baik, UX tetap bergantung pada bagaimana pengguna merasa saat menggunakannya. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan perangkat seluler memperluas cakupan UX, karena produk kini harus mampu memberikan pengalaman yang konsisten di berbagai perangkat. Hal ini menjadikan UX sebagai elemen kunci dalam menciptakan produk yang relevan dan bermakna bagi pengguna.
Style guidelineadalah dokumen yang berisi aturan-aturan untuk mendesain sebuah produk atau antarmuka.Panduan ini mencakup petunjuk untuk implementasi desain, referensi visual, serta prinsip-prinsip yang digunakan untuk membuat desain atau antarmuka yang efektif. Style guide[11] adalah panduan yang merincikan elemen-elemen desain dan gaya yang harus diikuti untuk memastikan konsistensi visual dan pengalaman pengguna yang baik dalam produk atau antarmuka yang dirancang. Style guidedalam konteks UI/UX sering juga disebut sebagai "UI/UX Design Style Guide" atau "Design System".
Wireframe adalah gambaran awal dari desain suatu produk yang dibuat pada tahap awal perancangan, pada tahap ini, pembahasan meliputi fitur, konten, antarmuka, dan elemen-elemen penting lainnya dengan rinci. Terdapat dua jenis wireframe, yaitu wireframe low-fidelitydan high-fidelity. Keduanya digunakan sebagai dasar dalam merancang desain produk (Olivia et al., 2025).
3. Pran Pengujian UX dalam Pengembangan Sistem
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut ini disajikan tampilan antarmuka dari SistemReservasi Amadeus, sebuah platform digital yang menyediakan layanan lengkap dalam industri perjalanan. Dengan fokus pada kenyamanan dan kejelasan, antarmuka ini dirancang untuk memfasilitasi proses pemesanan tiket pesawat, reservasi hotel, serta layanan perjalanan lainnya dengan optimal (Fandi et al., 2023).
Pendataan dan penyebaran informasi sangat penting di era teknologi agar membantu pengurus Himpunan Mahasiswa Islam bekerja dengan baik. Oleh karena itu, sangat diperlukan sebuah perancangan sistem yang tidak hanya mempermudah pengelolaan data dan informasi secara lebih efektif dan struktur, Ini juga dapat meningkatkan pengalaman pengguna (UI/UX) untuk mengurangi risiko kehilangan data dan meningkat Fokus penelitian ini adalah pada pengembangan pengguna antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX), yang berperan penting dalam menciptakan sistem informasi yang mudah digunakan dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Desain UI/UX yang baik akan Saya mastikan bahwa antarmuka situs web dapat berfungsi sebagai jembatan yang mempermudah interaksi pengguna dengan sistem, sehingga proses pendataan dan penyebaran data dapat dilakukan dengan lebih efisien dan terstruktur. Manusia Centered Design adalah teknik yang dapat digunakan untuk membangun pengalaman pengguna (Fandi et al., 2023).
Kepuasan pengguna adalah variabel subjektif yang menilai seberapa baik sitem memenuhi harapan, kebutuhan serta preferensi pengguna dalam konteks pemanfaatan teknologi. Preece, Rogers, dan sharp (2015) menjelaskan bahwa kepuasan pengguna dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor kecepatan respons sistem, kejelasan informasi, kemudahan navigasi, dan estetikan desain antarmuka. Dalam pengembangan SIM, tingkat kepuasan pengguna merupakan indikator penting yang berimbas langsung pada tingkat loyalitas dan penerimaan sistem. Pengguna yang puas dengan sistem lebih cenderung memanfaatkan fitur-fitur sistem secara maksimal dan melaporkan feedback untuk perbaikan berkelanjutan. Tingginya kepuasan juga bisa meningkatkan reputasi organisasi sebagai perusahaan yang responsif dan inovatif dalam penerapan teknologi informasi. Sebaliknya, rendahnya kepuasan dapat menimbulkan resistensi terhadap penggunaan SIM, yang berdampak pada kegagalan proyek implementasi dan pemborosan sumber daya. Oleh karena itu, pengukuran kepuasan pengguna secara berkala dan penerapan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan sistem manjadi bagian penting dalam siklus hidup SIM. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa User Experience (UX) memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Berdasarkan hasil kajian literatur dan analisis mendalam terhadap berbagai sumber akademik serta penelitian terdahulu, ditemukan bahwa penerapan prinsip UX secara konsisten mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas dan efektivitas sistem informasi yang dikembangkan. Peningkatan kualitas UX secara nyata berkontribusi terhadap kemudahan penggunaan sistem, di mana pengguna dapat menjalankan tugas dan aktivitas manajerial dengan lebih cepat, akurat, serta tanpa hambatan teknis yang berarti. Kemudahan dalam penggunaan ini menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan implementasi SIM karena dapat mengurangi waktu pelatihan, menekan biaya operasional, serta meminimalkan risiko kesalahan pengguna yang dapat menghambat proses bisnis organisasi. Selain berdampak pada efisiensi dan efektivitas operasional, hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas UX yang baik juga memiliki korelasi langsung dengan tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem. Pengalaman pengguna yang positif, yang ditandai dengan antarmuka yang intuitif, navigasi yang jelas, serta tampilan visual yang menarik, mendorong peningkatan penerimaan dan keterlibatan pengguna dalam penggunaan sistem secara berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat kenyamanan pengguna, semakin besar pula kemungkinan sistem tersebut digunakan secara maksimal untuk mendukung aktivitas manajerial dan pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan SIM tidak semata-mata bergantung pada kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga pada bagaimana sistem tersebut dirancang agar mampu memenuhi kebutuhan, ekspektasi, dan persepsi pengguna terhadap kemudahan dan kenyamanan penggunaan (Aulia et al., 2025).
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa User Experience (UX) memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan produk digital dan sistem informasi. UX tidak hanya berkaitan dengan tampilan antarmuka (UI), tetapi mencakup keseluruhan pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan sistem, mulai dari kemudahan penggunaan, kejelasan informasi, efisiensi proses, hingga kepuasan dan kenyamanan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip UX yang baik mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sistem, mengurangi kesalahan pengguna, serta meningkatkan tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna. Sistem dengan UX yang baik juga lebih mudah dipelajari dan digunakan, sehingga dapat menekan biaya pelatihan serta meningkatkan penerimaan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan. Selain itu, pembahasan juga menunjukkan bahwa keberhasilan suatu sistem informasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kelengkapan fitur, tetapi sangat dipengaruhi oleh bagaimana sistem tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan harapan pengguna. Pendekatan seperti User-Centered Design, panduan gaya penggunaan, pembuatan wireframe, serta pengujian UX secara berkala merupakan langkah-langkah strategi untuk memastikan kualitas pengalaman pengguna tetap terjaga.
Dalam konteks pengembangan sistem informasi, termasuk di Universitas Muhammadiyah Riau, penerapan prinsip-prinsip UX menjadi kunci untuk menghasilkan layanan digital yang berkualitas dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa memahami dan menerapkan konsep UX merupakan langkah strategis dalam menciptakan produk digital yang sukses.
Daftar Pustaka
Apriyeni, D., Putra, R. J., & Sari, F. (2024). PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY(CSR)PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN.
Aulia, R., Irwan, M., Nasution, P., Islam, U., & Sumatera, N. (2025). PENGARUH USER EXPERIENCE ( UX ) DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA. 4(5), 467–472.
Dwi, W., Rahayu, P., Hendriadi, A. A., & Ridwan, T. (2024). PERANCANGAN UI UX APLIKASI WEBSITE SISTEM INFORMASI DESA MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN ( STUDI KASUS DESA LOSARI KIDUL ). 12(3), 2952–2964.
Fandi, T., Syafei, M., & Hidayatullah, A. (2023). Analisis Penerapan UI / UX Dalam Meningkatkan Pengalaman Pengguna Pada Sistem Reservasi Amadeus. 1(1), 1–8. https://doi.org/10.33197/justinfo.vol1.iss1.2023.1252
Olivia, A., Larasati, P. D., Mulya, M. F., Anwar, S., & Efendi, Y. (2025). Penerapan Design Thinking dalam Perancangan UI / UX Website untuk Meningkatkan Pengalaman Pengguna. VIII, 185–193.
Syah, F. A. (2024). IN-FEST 2024 Mengoptimalkan Desain UI / UX : Perbandingan Antara Design Thinking dan User-Centered Design IN-FEST 2024. 2, 684–691.z