Memahami Cara menguji Kemudahan Penggunaan Sistem Digital

 Memahami Cara menguji Kemudahan Penggunaan Sistem Digital

Akmal Fauziy 240401020

 
Tenik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Correspondence: E-mail: 240401020@student.umri.ac.id,

 

 

[HOOK / LEAD]

 

Pernah menggunakan aplikasi yang fiturnya lengkap, tapi rasanya bikin capek? Bukan karena anda tidak paham teknologi, bisa jadi karena aplikasinya memang tidak diuji dengan pengguna nyata. Di sinilah usability testing berperan: membantu kita melihat sistem dari sudut pandang pengguna, bukan dari asumsi pengembang.

 

Penjelasan Konsep

 

            Usability testing adalah metode evaluasi yang melibatkan pengguna langsung untuk menguji seberapa mudah sebuah sistem digunakan dalam menyelesaikan tugas tertentu. Fokusnya bukan pada teknologi di balik layar, melainkan pada apa yang dilakukan, dirasakan, dan dipikirkan pengguna saat berinteraksi dengan sistem.

 

Usability testing bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Metode ini banyak direkomendasikan karena masalah usability sering kali baru terlihat Ketika sistem benar benar digunakan oleh orang yang menjadi target pengguna(Dumas, 1999; Wahyuningrum, 2021).  

 

 

Kapan dan Mengapa Usability Testing Dilakukan?

 

                Usability testing idealnya dilakukan sebelum sistem dirilis, namun tetap relevan pada sistem yang sudah berjalan. Alasan utamanya sederhana: desainer dan developer sulit menebak perilaku pengguna secara akurat.

 

            Bahkan evaluasi oleh ahli sekalipun tidak selalu mewakili pengalaman pengguna sebenarnya. Dengan melibatkan pengguna, pengujian ini membantu mengungkap hambatan nyata seperti navigasi yang membingungkan, istilah yang tidak dipahami, atau alur tugas yang terlalu panjang(Dumas, 1999).

 

Tahapan Dasar Usability Testing

 

                Bagi pemula, usability testing tidak perlu rumit. Secara umum, tahapan dasarnya meliputi:

  1. 1 Menentukan tujuan pengujian

Misalnya, menguji kemudahan pendaftaran akun atau pencarian informasi.

  1. 2Menentukan partisipan

Partisipan sebaiknya mewakili pengguna sasaran, bukan sekadar teman atau sesame developer.

  1. 3. Menyiapkan scenario tugas

Tugas harus realistis dan mencerminkan pengguna nyata.

  1. 4.Melakukan pengujian dan observasi

Penguji mengamati, bukan mengarahkan. Sistem yang diuji, bukan penggunanya.

  1. 5.Menganalisis hasil

Temuan kualitatif dan kuantitatif digunakan sebagai dasar perbaikan desain(Landay, 2022).

Contoh Penerapan Sehari hari

 


 
               Usability testing dapat diterapkan pada berbagai layanan digital. Contohnya, pengujian  pada website Sikuli kampus, aplikasi layanan public, atau aplikasi e-commerce local.

 

            Misalnya, Ketika mahasiswa kesulitan menemukan menu KRS atau pengguna gagal menyelesaikan pembayaran karena alurnya tidak jelas, usability testing membantu mengidentifikasi titik masalah tersebut secara konkret. Temuan ini kemudian digunakan untuk menyederhanakan desain dan meningkatkan kenyamanan pengguna(Gutensohn et al., 2020; Wahyuningrum, 2021).

 

[KESIMPULAN]

 

Usability testing merupakan metode penting untuk memastikan sistem digital benar benar dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna. Dengan melibatkan pengguna secara langsung, pengujian ini membantu mengungkap masalah yang sering luput dari pengamatan pengembang.

 

Bagi pemula, usability testing tidak harus kompleks. Pendekatan sederhana namun terstruktur sudah cukup untuk memberikan insight berharga dalam meningkatkan kualitas sistem dan pengalaman pengguna.

 

[CALL TO ACTION]

 

Sebagai mahasiswa, mulailah menerapkan usability testing pada proyek sederhana misalnya, website tugas, sistem akademik, atau aplikasi internal kampus. Dari proses ini, anda akan belajar bahwa desain yang baik bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga mudah digunakan oleh penggunanya.

 

[BRANDING UMRI]

 

Artikel ini disusun sebagai bagian dari kajian Interaksi Manusia dan Komputer pada Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Informasi lebih lanjut mengenai akademik dan program studi selengkapnya dapat diakses melalui:
https://www.umri.ac.id

 

Referensi

 

Dumas, J. S. , & R. J. C. (1999). A Practical Guide to Usability Testing.

 

Gutensohn et al. (2020). Malloci VR User Testing Guide.

 

Landay, J. A. (2022). dt UX + dt UX + dt UX + dt UX + dt UX dt UX + DESIGN THINKING FOR USER EXPERIENCE DESIGN + PROTOTYPING + EVALUATION dt UX + DESIGN THINKING FOR USER EXPERIENCE DESIGN + PROTOTYPING + EVALUATION Usability Testing.

 

Wahyuningrum, T. (2021). “Buku Referensi Mengukur Usability Perangkat Lunak.”