Ketika Teknologi Bertemu Manusia: IMK dan Arah Desain Digital

Mengapa Teknologi Canggih Belum Tentu Mudah Digunakan?
Ketika Teknologi Bertemu Manusia: IMK dan Arah Desain Digital

seiring pekembangan zaman teknologi semakin berkembang cepat, tapi tidak semua teknologi bisa dipahami oleh manusia atau penggunanya. kita sering menemukan aplikasi yang terlihat bagus, tapi tidak ramah dengan pengguna baru. maka disinilah pentingnya memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan komputer.

Pendahuluan

Proses interaksi manusia dan computer (IMK) bukan hanya sekedar membahas tampilan aplikasi, tapi juga membahas bagaimana hubungan antara manusia dan teknologi secara mendalam. Di tengah perkembangan Artificial Intelligence(AI), sistem otomatis, dan perangkat yang padat, IMK berperan penting agar teknologi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bagi mahasiswa Teknik informatika, pemahaman IMK sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk merancang dan mengembangkan sistem yang mudah digunakan dan ramah dengan penggunanya.

Masa Depan Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi manusia dan komputer tidak terbatas pada layar, keyboard, dan mouse.  Arah perkembangan IMK bergerak menuju interaksi yang lebih alami dan kontekstual, Seperti penggunaan Voice assistant(assisten suara) , gesture control(kendali gerakan) , serta teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu membantu penggunanya dalam kehidupan sehari hari.

Saat ini banyak pengguna semakin menginginkan sistem yang dapat memahami kebutuhan mereka tanpa harus diberi intruksi berulang. Teknologi seperti asisten suara dan smart device menjadi buktii bahwa masa depan IMK mengarah pada interaksi yang mudah digunakan dan mengalir secara alami. Tantangannya utamanya memastikan teknologi yang dibuat tetap mudah digunakan, dipahami dan minim kesalahan.

Mengapa Mahasiswa Informatika Perlu Belajar IMK?

Mahasiswa Informatika perlu belajar IMK agar mampu membuat sistem yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga mudah dan nyaman digunakan. IMK membantu memahami cara pengguna berpikir dan berinteraksi, sehingga aplikasi tidak terasa membingungkan atau menyulitkan penggunanya.

IMK penting untuk mahasiswa ketika berada di  dunia kerja, karena teknologi yang baik adalah teknologi yang mudah dipakai dan dipahami penggunanya. Dengan belajar IMK, mahasiswa bisa mengetahui caranya merancang dan membangun sebuah aplikasi yang tidak hanya bagus tampilannya tapi juga ramah dan mudah dipahami penggunanya.

Human-Centered Design sebagai Fondasi

Salah satu konsep utama dalam IMK adalah Human-Centered Design (HCD). Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat dari proses perancangan sistem. ISO 9241-210 (2020) mengatakan bahwa desain yang baik harus didasarkan pada kebutuhan, kemampuan, dan keterbatasan pengguna.

Produk digital yang sukses umumnya tidak langsung sempurna sejak awal, tetapi melalui proses yang panjang berupa evaluasi dan perbaikan secara terus menerus. Dengan HCD, pengembang tidak hanya mengetahui kebutuhan pengguna, tapi memikirkan kenyaman dan kemudahan pengguna dalam proses penggunaannya.

Contoh Penerapan IMK dan Human-Centered Design

Contoh 1: Aplikasi Gojek


Gambar 1. Tampilan Aplikasi Gojek

Gojek merupakan contoh aplikasi yang menerapkan prinsip IMK dan Human-Centered Design dengan baik. Tampilan antarmuka Gojek dirancang sederhana, ikon mudah dikenali, dan alur pemesanannya jelas. Pengguna dapat dengan mudah memesan layanan transportasi hanya dengan beberapa langkah sederhana. Fitur notifikasi dan pelacakan lokasi membantu pengguna dalam memahami status layanan secara real time, hal ini bisa mengurangi kecurigaan atau ketakutan dan meningkatkan kepercayaan pengguna.

Contoh 2: Aplikasi Tokopedia


Gambar 2. Tampilan Aplikasi Tokopedia


Tokopedia sebagai platform e-commerce menerapkan prinsip IMK dengan membuat tampilan dan alur penggunaan yang mudah dipahami. Bagian menu dan kategori produk disusun rapi, fitur pencarian mudah digunakan,  proses checkout atau pembayaran dibuat sederhana agar pengguna mudah memahaminya. Informasi penting seperti harga dan ongkos kirim juga ditampilkan dengan jelas, sehingga pengguna bisa berbelanja dengan lebih cepat, nyaman, dan tanpa kebingungan akan kurangnya informasi.

Kesimpulan

Interaksi Manusia dan Komputer memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi di masa yang akan datang. Mahasiswa Informatika perlu memahami bahwa teknologi yang sukses bukan hanya memiliki tampilan yang bagus, tapi juga mudah digunakan dan dipahami oleh penggunanya. Dengan menerapkan prinsip IMK dan Human-Centered Design, produk digital tidak hanya menjadi canggih, tapi juga bermanfaat dan mudah dipahami oleh penggunanya.

👉 Pernahkah kamu merasa aplikasi terlihat menarik secara tampilan, tetapi justru membingungkan saat pertama kali digunakan?

Artikel ini ditulis sebagai pembelajaran mata kuliah  Interaksi Manusia dan Komputer di program studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau, Kamu bisa melihat informasi lebih lengkap tentang Prodi Teknik Informatika di Universitas Muhammadiyah Riau dengan mengunjungi https://www.umri.ac.id

 

Referensi

  1. ISO 9241-210. (2020). Human-centred design for interactive systems.

  2. Nielsen Norman Group. (2021). The Future of Human-Computer Interaction.

  3. McKinsey & Company. (2021). The Business Value of Design.

  4. Interaction Design Foundation. (2022). Human-Centered Design Explained.

  5. World Economic Forum. (2023). Future of Jobs Report.

 

Disclosure Penggunaan AI

Penulisan artikel ini dibantu oleh AI hanya untuk keperluan brainstorming, penyusunan outline, serta pengecekan tata bahasa dan proofreading. Seluruh isi utama artikel merupakan hasil pemahaman pribadi, pemikiran dan analisis penulis. AI tidak digunakan untuk menghasilkan seluruh atau sebagian besar konten artikel ini.