Jago Coding Saja Tidak Cukup: Mengapa Mahasiswa Informatika Tidak Bisa Mengabaikan IMK?

Pernahkah Anda bangga karena kode program Anda berhasil di-compile tanpa error, tapi kemudian runtuh seketika saat teman Anda bertanya, "Ini tombol simpannya di mana?" atau "Kok cara pakainya ribet, ya?"

Jika pernah, selamat datang di realitas. Di dunia nyata, aplikasi yang canggih secara teknis bisa gagal total jika manusia tidak bisa menggunakannya dengan nyaman. Inilah alasan mengapa Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) bukan sekadar mata kuliah pelengkap, tapi pondasi vital bagi mahasiswa informatika.

Jebakan "Ego Developer"

Masalah utama mahasiswa teknik—termasuk saya dulu—adalah kita sering terjebak dalam "ego developer". Kita menganggap pengguna berpikir se-logis algoritma yang kita tulis. Padahal, pengguna itu unik; mereka bisa lelah, tidak teliti, atau bahkan gaptek.

Dalam pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, pola pikir ini diubah total. Kami diajarkan bahwa user is king. Bukan kita yang harus mendikte pengguna, tapi sistem kitalah yang harus melayani keterbatasan kognitif manusia.

Dampak Nyata di Dunia Kerja

Mengabaikan IMK berarti bersiap menciptakan produk yang ditinggalkan. Lihat saja sejarah startup yang gagal bukan karena idenya buruk, tapi karena User Experience (UX)-nya berantakan.

IMK mengajarkan kita tentang:

  • Empati: Memahami siapa pengguna kita.

  • Efisiensi: Bagaimana membuat tugas selesai dengan klik seminimal mungkin.
  • Safety: Mencegah pengguna melakukan kesalahan fatal (seperti tidak sengaja menghapus data).

Kesimpulan

Menjadi programmer hebat bukan hanya soal menguasai sintaks Python atau Java. Ini soal menciptakan solusi yang memanusiakan pengguna. Jadi, mulai sekarang, jangan hanya tanya "Kodenya jalan nggak?", tapi tanyalah "Manusianya paham nggak?". Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau.

Referensi:

  1. Rogers, Y., Sharp, H., & Preece, J. (2023). Interaction Design: Beyond Human-Computer Interaction (6th ed.). Wiley.
  2. MacKenzie, I. S. (2024). Human-Computer Interaction: An Empirical Research Perspective (2nd ed.). Morgan Kaufmann.