IMK dan Perannya dalam Sistem Akademik dan Teknologi

IMK dan Perannya dalam Sistem Akademik dan Teknologi

Ridwan Hanif 240401193
Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia

Correspondence: E-mail: 240401193@student.umri.ac.id,

Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

 

Hook

Sistem akademik kampus saat ini semakin canggih. Portal online, e-learning, absensi digital, hingga layanan administrasi berbasis web sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa.

Namun, kecanggihan teknologi tidak selalu sejalan dengan kenyamanan penggunaan. Tidak jarang mahasiswa merasa bingung mencari menu, salah mengisi data, atau kesulitan memahami alur sistem. Di sinilah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) berperan penting sebagai penghubung antara teknologi kampus dan penggunanya.

 

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara perguruan tinggi menjalankan aktivitas akademik. Hampir seluruh proses, mulai dari pendaftaran mahasiswa, pengisian KRS, pembelajaran daring, hingga pengelolaan nilai, kini dilakukan melalui sistem digital

Kondisi ini menuntut sistem akademik yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mudah digunakan oleh seluruh civitas akademika.

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) merupakan bidang yang mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan komputer melalui antarmuka sistem. Fokus utama IMK adalah memastikan sistem dirancang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kebiasaan pengguna.

 

Pembahasan

IMK sebagai Dasar Pengembangan Teknologi Kampus

Teknologi kampus tidak digunakan oleh satu jenis pengguna saja. Mahasiswa, dosen, tenaga administrasi, dan pimpinan kampus memiliki kebutuhan serta tingkat pemahaman teknologi yang berbeda.

IMK membantu pengembang sistem memahami keragaman tersebut sehingga sistem dapat digunakan secara luas tanpa menimbulkan kebingungan(Balbo et al., 2006)

Dengan IMK, perancangan sistem tidak hanya berfokus pada fitur, tetapi juga pada:

  • alur penggunaan
  • kejelasan informasi
  • kemudahan navigasi

 

Pendekatan ini memungkinkan pengguna menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan minim kesalahan, sekaligus menjadikan IMK sebagai fondasi penting dalam pengembangan teknologi kampus yang efektif dan inklusif(Ferdiansyah et al., 2025).

Peran IMK dalam Sistem Akademik Berbasis Digital

Sistem akademik berbasis digital menjadi sarana utama interaksi antara mahasiswa dan institusi. Portal akademik, e-learning, dan layanan administrasi online harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dipahami(Dellia et al., 2025)

Penerapan IMK membantu menciptakan:

  • tampilan yang konsisten
  • menu yang terstruktur
  • istilah yang mudah dipahami oleh pengguna

Sistem yang menerapkan IMK dengan baik dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan mengurangi kesalahan operasional(Dellia et al., 2025).

IMK dan Efisiensi Proses Akademik

Efisiensi merupakan salah satu tujuan utama penerapan teknologi di lingkungan kampus. IMK berperan besar dalam mewujudkan efisiensi tersebut dengan cara menyederhanakan interaksi antara pengguna dan system

Dengan pendekatan IMK, mahasiswa dapat:

  • mengisi KRS tanpa kebingungan
  • mengecek jadwal dengan cepat
  • mengakses nilai tanpa langkah berbelit-belit

 

Selain menghemat waktu, IMK juga membantu mengurangi kesalahan input data, sehingga meningkatkan kualitas layanan akademik kampus(Dellia et al., 2025).

 

Contoh

Contoh 1: Sistem Absensi (SIKULI) Digital di Lingkungan Kampus

SIKULI merupakan sistem absensi digital yang digunakan di lingkungan kampus untuk mencatat kehadiran mahasiswa dan dosen. Karena digunakan secara rutin, sistem ini harus memiliki antarmuka yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami(Febriyanti et al., 2024)

 

Penerapan IMK pada SIKULI terlihat dari alur absensi yang singkat, tombol yang mudah dikenali, serta umpan balik sistem yang langsung muncul setelah absensi dilakukan.

Contoh 2: Portal Akademik UMRI

SIAM (Sistem Informasi Akademik Mahasiswa) merupakan portal utama yang digunakan mahasiswa dalam mengelola aktivitas akademik, seperti:

  • pengisian KRS
  • melihat jadwal perkuliahan
  • mengecek nilai
  • mengecek pembayaran

 

Struktur menu yang terorganisir dan tampilan yang konsisten membantu mahasiswa menyelesaikan kebutuhan akademik tanpa kebingungan (Sumari et al., 2025)(Balbo et al., 2006).

 

Kesimpulan

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) memiliki peran strategis dalam memastikan sistem akademik dan teknologi kampus dapat digunakan secara efektif oleh seluruh civitas akademika. Melalui pendekatan IMK, sistem digital tidak hanya dinilai dari kelengkapan fitur, tetapi juga dari kemudahan penggunaan, kejelasan alur, serta kenyamanan interaksi antara pengguna dan sistem. Contoh penerapan IMK pada sistem absensi digital SIKULI dan portal akademik SIAM menunjukkan bahwa kualitas antarmuka dan pengalaman pengguna sangat memengaruhi keberhasilan sistem akademik.

Penerapan IMK yang baik terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses akademik, mengurangi kesalahan penggunaan, serta membantu mahasiswa dan dosen berinteraksi dengan sistem secara lebih mandiri. Hal ini menegaskan bahwa teknologi kampus yang efektif bukanlah teknologi yang paling kompleks, melainkan yang paling mudah dipahami dan digunakan sesuai kebutuhan penggunanya.

Ke depan, pengembangan sistem akademik di lingkungan perguruan tinggi perlu menjadikan IMK sebagai landasan utama sejak tahap perancangan. Mahasiswa, khususnya di bidang Informatika, diharapkan tidak hanya mampu membangun sistem yang berjalan secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap aspek kenyamanan dan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, teknologi kampus dapat berkembang secara berkelanjutan, efisien, dan benar-benar mendukung proses akademik.

 

Branding UMRI

Artikel ini disusun sebagai bagian dari upaya penguatan literasi digital inklusif dan sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Riau dalam mendorong transformasi digital yang berkeadilan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui: www.umri.ac.id

 

Daftar pustaka

Balbo, S., Bentley, T., & Collings, P. (2006). Human-Computer Interaction in Information Systems. Australasian Journal of Information Systems, 13(2), 656–659. https://doi.org/10.3127/ajis.v13i2.42

 

Dellia, P., Akmalia Maylani, F., Puji Kinanti, S., Misfarah, M., Rotama Putra, W., & Gafira Wirdana Zain, R. (2025). Analisis Ui/Ux Sistem Informasi Akademik Universitas Trunojoyo Madura Menggunakan Heuristic Evaluation. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(4), 6223–6230. https://doi.org/10.36040/jati.v9i4.14016

 

Febriyanti, A., Sakinah, A., Ramadhini, N., Hana Tria Agustin, S., & Nopriani, F. (2024). melakukan literature review ( SLR ). Pendekatan yang dikenal dengan SLR. Jurnal Teknologi Informasi, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.46576/djtechno

 

Ferdiansyah, R., Syihab, R., Adam, S., Pramudya, Y. R., & Prayitna, J. P. (2025). Analisa Paradigma Interaksi Manusia-Komputer Pada SIAKAD UNP Kediri Menggunakan Evaluasi Heuristic. I, 1268–1275.

 

Sumari, A. D. W., Perdana, F. E., Nugraheny, D., & Lovrencic, S. (2025). Improving the User Interface and Experience of a Student PortalThrough the Eight Golden Rules. MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer, 24(3), 555–576. https://doi.org/10.30812/matrik.v24i3.4542