Hick’s Law: Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Membuat Pengguna Bingung

Hick’s Law: Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Membuat Pengguna Bingung

 

Zevvy Chairul Azikra1*

(1) Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

 

* Corresponding author

( 240401164@student.umri.ac.id )

 

Lead (Hook)

            Pernah membuka sebuah aplikasi atau website lalu berhenti beberapa detik hanya untuk berpikir, “Saya harus klik yang mana?” Situasi ini bukan karena kurang paham teknologi, melainkan karena desain antarmuka memberi terlalu.

 

PENDAHULUAN

            Dalam Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), desain antarmuka tidak hanya soal tampilan menarik, tetapi juga bagaimana sistem membantu pengguna mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Salah satu prinsip psikologi yang menjelaskan fenomena ini Adalah Hick’s Law. Prinsip ini banyak digunakan dalam perancangan UI/UX modern dan menjadi materi penting dalam pembelajaran IMK, termasuk di Universitas Muhammadiyah Riau.

Memahami Hick’s Law 

              Hick’s Law (atau Hick-Hyman Law) menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengambil keputusan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah dan kompleksitas pilihan. Dengan kata lain, semakin banyak opsi yang ditampilkan sekaligus, semakin besar beban kognitif pengguna. Dalam konteks antarmuka digital, kondisi ini dapat memperlambat interaksi, meningkatkan kebingungan, dan menurunkan kepuasan pengguna(Yablonski, 2024).

Contoh Penerapan Hick’s Law Dalam Produk Digital

 

1.      Navigasi website


              Sebelum                                            Sesudah

Sebagai ilustrasi penerapan Hick’s Law, berikut tampilan website layanan publik di indonesia sebelum dan sesudah penyederhanaan navigasi.

Penelitian yang menganalisis desain antarmuka website maskapai nasional menunjukkan bahwa pengelompokan menu dan penyerdahanaan pilihan mampu mengurangi beban kognitif pengguna serta mempercepat proses pengembalian keputusan(Liem, n.d.). Website dengan menu yang terstruktur lebih mudah dipahami dibandingkan website yang menampilkan terlalu banyak pilihan sekaligus. 

2.      Aplikasi E-Commerce (Shopee)

Aplikasi e-commerce seperti shopee memiliki fitur yang sangat beragam. Untuk mencegah kebingungan pengguna, fitur utama ditampilkan terlebih dahulu, sementara opsi lanjutan ditempatkan di submenu atau filter tambahan. Pendekatan ini membantu pengguna fokus pada satu tujuan utama, seperti mencari dan membeli produk(Noorachmad Muttaqin et al., 2025).

3.      Portal Akademik

Penelitian mengenai pengembangan antarmuka portal universitas menunjukkan bahwa halaman awal yang ramai dengan menu dan teks dapat menurunkan efisiensi pengguna sistem akademik. Penyederhanaan tampilan dan penonjolan fitur utama terbukti meningkatkan pengalaman pengguna(Muluk et al., 2021).

Dampak Jika Hick’s Law Diabaikan

              Mengabaikan Hick’s Law dalam desain antarmuka dapat menyebabkan pengguna membutuhkan waktu lebih lama untuk mengambil keputusan, meningkatkan kesalahan interaksi, serta menurunkan tingkat kepuasan terhadap sistem digital.

Tips Aplikatif Menerapkan Hick’s Law

           

            Beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mendukung prinsip Hick’s Law antara lain:

·       Membatasi jumlah pilihan utama dalam satu tampilan

·       Mengelompokkan menu berdasarkan fungsi

·       Menyediakan opsi lanjutan secara bertahap

·       Menonjolkan fitur yang paling sering digunakan pengguna

Kesimpulan 

            Hick’s Law menunjukkan bahwa desain antarmuka yang baik bukanlah tentang menampilkan sebanyak mungkin fitur, tetapi tentang membantu pengguna mengambil keputusan dengan lebih cepat dan mudah. Dengan menerapkan prinsip ini, antarmuka digital menjadi lebih intuitif dan ramah pengguna.

Branding UMRI

            Artikel ini ditulis sebagai bagian dari tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau. Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau atau tentang program studi kami dapat diakses melalui www.umri.ac.id   

Referensi

 

Liem, V. (n.d.). Analisis Desain Antarmuka Website Garuda Indonesia Berdasarkan Prinsip Hick’s Law.

Muluk, A., Arief, I., Indrapriyatna, A. S., & Falevy, M. (2021). University Portal Interface Development to Improve User Experience. Jurnal RESTI, 5(6), 1052–1061. https://doi.org/10.29207/resti.v5i6.3532

Noorachmad Muttaqin, A., Lubis, M., Dwi, M., & Sandy, H. (2025). PENERAPAN LAW OF UX DALAM ANALISIS DESAIN ANTARMUKA APLIKASI SHOPEE. Jurnal Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi, 7(2), 775–787.

Yablonski, Jon. (2024). Laws of UX : using psychology to design better products & services. O’Reilly Media, Incorporated.