Heuristic Evaluation sebagai Metode Evaluasi Usability Antarmuka Website

Pernahkah kamu membuka sebuah website lalu langsung merasa bingung harus klik di mana, atau justru menutupnya karena tampilannya terlalu rumit? Padahal, di balik desain yang terlihat modern, sebuah website bisa saja menyimpan banyak masalah kecil yang mengganggu kenyamanan pengguna. Di sinilah Heuristic Evaluation berperan sebagai “kaca pembesar” bagi pengembang, membantu menemukan kekurangan antarmuka sejak dini sebelum pengguna benar-benar merasa frustrasi. Metode ini bukan hanya soal memperbaiki tampilan, tetapi tentang memastikan bahwa setiap interaksi di dalam website terasa mudah, logis, dan manusiawi.

 

Abstrak

Usability merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem informasi berbasis web. Antarmuka yang tidak usable dapat menurunkan efektivitas dan kepuasan pengguna. Salah satu metode evaluasi usability yang banyak digunakan adalah Heuristic Evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep Heuristic Evaluation, prinsip-prinsip yang digunakan, serta manfaatnya dalam mengidentifikasi permasalahan usability pada antarmuka website. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan publikasi terkait usability. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Heuristic Evaluation merupakan metode yang efektif, cepat, dan efisien untuk menemukan masalah usability sejak tahap awal pengembangan sistem. Metode ini sangat relevan diterapkan dalam pengembangan sistem informasi, termasuk dalam lingkungan akademik seperti di Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis menggunakan pengujian aspek Usability dengan metode menerapkan heuristic evaluation (Pratama et al., 2022).

Kata kunci: usability, heuristic evaluation, antarmuka, IMK, sistem informasi

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi menyebabkan penggunaan sistem berbasis web semakin meluas di berbagai bidang, termasuk pendidikan, bisnis, dan pemerintahan. Kualitas sebuah sistem tidak hanya ditentukan oleh fungsionalitasnya, tetapi juga oleh kemudahan penggunaannya (usability). Sistem yang sulit digunakan dapat menyebabkan kesalahan pengguna, menurunkan produktivitas, dan mengurangi kepuasan pengguna.Human Computer Interaction(HCI) adalah suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan mengevaluasi, merancang, dan menerapkan sistem komputer yang interaktif bagi manusia, dan juga mempelajari peristiwa-peristiwa   penting   yang   berkaitan   dengan hal   tersebut. Perkembangan teknologi informasi menyebabkan penggunaan sistem berbasis web semakin meluas di berbagai bidang, termasuk pendidikan, bisnis, dan pemerintahan. HCI   dapat digambarkan  sebagai  bidang  interdisipliner,  dan  berbagai  disiplin  ilmu  berkontribusi  pada  aspek  yang berbeda.  Ilmu  pendukung Human  Computer  Interaction(HCI)  meliputi  ilmu  komputer,  teknik  elektronika,ergonomi,  linguistik,  dan  desain  industri,  masing-masing  menekankan  aspek  interaksi  yang  berbeda  antara manusia  dan  komputer (Santoso,  2009).  HCI  dan  Ilmu  Web  adalah  bidang  disiplin  ilmu  yang  berkaitan dengan titik temu antara manusia dan teknologi (Hidayat & Yuhana, 2023).

Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, usability menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari dalam perancangan sistem. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengevaluasi usability adalah Heuristic Evaluation. Metode ini memungkinkan evaluator menemukan masalah usability dengan cepat tanpa harus melibatkan banyak pengguna secara langsung. Dalam  melakukan  evaluasi usability  website,  terdapat  beberapa  penggunaan  metode  untuk  melakukan penelitian  tersebut  yaitu  diantaranya  metode Heuristic  Evaluation,  Think  Aloud,  Webuse danSystem Usability  Scale. Dalam  membangun  suatu website,  kualitas user  interfacesangat  dibutuhkan  dalam membangun user experienceyang baik bagi para penguna User experiencemempunyai fungsiyang sangat penting dalam mengembangkan dan menggunakan suatu aplikasi  atau  produk.  Kualitas  dari suatu  aplikasidapat diukurmelaluiuser  experienceyang  disampaikan melaluitanggapan-tanggapan  yang  meliputi  kenyamanan,  kelayakan,  kemudahan  dan  kepuasan  dari  para pengguna  produk  atau  sistem  tersebut. Salah  satu  hal  yang  perlusekaliditekankan selamamembangun aplikasi  berbasis websiteialah  mengenai  perancangan  antarmuka  dari  aplikasi  berbasis websitetersebut. (Amalia Oktafina1), Febiyanti Arifatul Jannah2) & Muhammad Verrel Ferly4), Yansen Dharma Tangtobing5), 2021).

Pembahasan

1.     Prosedur Pelaksanaan Heuristic Evaluation

Menurut Nielsen dan Mack (1994), heuristic evaluation merupakan sebuah metode inspeksi yang melibatkan ahli dalam usability untuk menilai elemen-elemen yang terdapat di dalam suatu sistem apakah telah mengikuti prinsip usability atau belum. Pada tahap perancangan penelitian, peneliti akan menentukan kriteria-kriteria evaluator yang digunakan dalam kegiatan evaluasi. Selain itu, pada tahap ini peneliti juga akan membuat alur prosedur pelaksanaan evaluasi terhadap website resmi Dinas Pendidikan Kota Malang (Pratama et al., 2022).

ada tahap evaluasi usability menggunakan metode heuristic evaluation dengan prinsip gquality usability, proses evaluasi dilakukan dalam dua tahap. Evaluasi tahap pertama dilakukan oleh empat orang evaluator ahli untuk menemukan dan memberi nilai severity rating atas permasalahan-permasalahan usability yang terdapat pada website resmi. elaksanaan pemantauan dan evaluasi dilakukan 1 kali dalam 1 tahun atau dilaksanakan sewaktu – waktu apabila diperlukan an juga pada proses wawancara menyebutkan bahwa website tersebut belum pernah dilakukan evaluasi. Dengan melihat peluang yang dilandaskan oleh peraturan daerah maka terjadilah penelitian ini, untuk mengevaluasi antarmuka pengguna pada website Dinas Pendidikan Kota Batu. Karena dari pihak Dinas Pendidikan juga meras bahwa tampilan dan beberapa fungsi dinilai kurang begitu memuaskan (Pratama et al., 2022).

Dalam melakukan prose evaluasi pada website tersebut dilakukannya menggunakan metode heuristic evaluation. Dalam proses pengevaluasian dilakukan dengan melibatkan expert user interface, yang mana memiliki fungsi dalam membantu dan menilai bagaimana website tersebut dapat memiliki desain baik yang sesuai dengan aturan heuristic evaluation. Sebelum dilakukannya evaluasi perlunya penggalian permasalahan dengan mewawancarai pihak terkait. Selanjutnya dilakukanlah evaluasi dengan temuan permasalahan usability yaitu ada dua belas permasalahan yang ditemukan oleh ketiga evaluator. Pada proses evaluasi evaluator juga melakukan penilaian terhadap website Dinas Pendidikan Kota Batu dengan memiliki hasil nilai tertinggi rata-rata adalah 3,6 untuk H-6 (Recognition rathen than recall) dan terendah H-4 (Consistency and standards) dengan perolehan nilai rata-rata 2,45. Temuan permasalahan tersebut dilakukannya perbaikan dengan membuat rekomendasi perbaikan dengan menerapkan guidelines material design by google. Berdasarkan rekomendasi perbaikan tersebut dilakukannya pengujian dengan menggunakan metode heuristic evaluation yang melibatkan ketiga evaluator yang sama pada proses evaluasi. Pengujian yang dilakukan tersebut mendapatkan hasil yaitu dengan berkurangnya nilai severity rating pada setiap permasalahan yang ada (Pratama et al., 2022).

2.     Permasalahan Usability

 

Beberapa contoh masalah yang sering ditemukan antara lain tidak adanya umpan balik sistem saat proses berlangsung, penggunaan istilah yang tidak familiar bagi pengguna, serta inkonsistensi tampilan antar halaman. Masalah-masalah tersebut dapat mengganggu pengalaman pengguna dan menurunkan kualitas sistem secara keseluruhan. berbagai isu yang menghambat pengguna berinteraksi efektif dan efisien dengan sistem (aplikasi/website), seperti navigasi membingungkan, tata letak tidak ideal, proses berbelit, informasi tidak jelas, error, dan kurangnya kepuasan pengguna, yang mengacu pada faktor seperti  (kemudahan belajar), (efisien(kemudahan mengingat),  (kesalahan), dan satisfaction (kepuasan). Masalah ini seringkali muncul karena desain yang tidak konsisten, fitur tidak jelas, atau langkah terlalu banyak, membuat pengguna frustrasi dan meninggalkan aplikasi.

Tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem (usability) merupakan permasalahan yang sangat penting pada saat melakukan perancangan, hal ini dikarenakan sistem akan digunakan tidak hanya sekali saja, melainkan digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat rutinitas. Menurut Jacob Nielsen tingkat usability terdiri dari lima faktor, diantaranya learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction yang mengacu pada suatu istilah website usability. Banyak(Edison & Affandes, 2015).

 

 Contoh Permasalahan Usability:

·        Navigasi Buruk: Pengguna kesulitan menemukan fitur atau informasi karena menu membingungkan atau tidak konsisten.

·        Tata Letak Berantakan : Informasi penting tersembunyi, sulit dibaca karena kontras rendah, atau terlalu banyak elemen yang tidak perlu.

·        Kurangnya Fitur Pendukung : Tidak ada auto-fill, atau proses onboarding yang tidak efektif.

·        Tidak Responsif: Aplikasi lambat atau tidak berfungsi baik di berbagai perangkat atau orientasi layar (potret/lanskap).

·        Proses Terlalu Rumit : Membutuhkan terlalu banyak langkah atau klik untuk menyelesaikan tugas sederhana.

·        Error dan Feedback : engguna sering melakukan kesalahan tanpa umpan balik jelas, atau tidak ada tempat untuk memberikan masukan.

 

3.     Relevansi dalam Pengembangan Sistem Akademik 

 

Dalam konteks pengembangan sistem informasi di lingkungan akademik, termasuk di Universitas Muhammadiyah Riau, Heuristic Evaluation dapat digunakan sebagai metode awal untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan mudah digunakan sebelum diimplementasikan secara luas. Hal ini dapat meningkatkan kualitas layanan digital kampus sebagaimana yang dapat diakses melalui (Indrawan et al., 2021).

Tanpa evaluasi usability yang baik, sistem yang secara teknis sudah benar tetap berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kebingungan pengguna dalam menavigasi menu, kesalahan dalam pengisian data, atau kesulitan dalam menemukan informasi penting. Kondisi ini tidak hanya menurunkan tingkat kepuasan pengguna, tetapi juga dapat menghambat efektivitas layanan akademik secara keseluruhan. Dengan teknologi, kampus dapat menyediakan layanan yang lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pendidikan (Polgan et al., 2024).

Dengan menggunakan Heuristic Evaluation sebagai metode evaluasi awal, pengembang sistem dapat mengidentifikasi berbagai masalah usability sejak tahap perancangan atau sebelum sistem diluncurkan secara resmi. Misalnya, evaluator dapat menemukan inkonsistensi istilah menu, tidak adanya umpan balik sistem saat proses berlangsung, atau desain antarmuka yang terlalu kompleks bagi pengguna baru. Temuan-temuan tersebut dapat segera diperbaiki tanpa harus menunggu keluhan dari pengguna dalam jumlah besar.

Di lingkungan Universitas Muhammadiyah Riau, penerapan metode ini sangat relevan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan digital kampus yang dapat diakses melalui Universitas Muhammadiyah Riau. Dengan sistem yang lebih mudah digunakan, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mengakses layanan akademik secara lebih cepat, efisien, dan nyaman. Hal ini sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan berbasis teknologi informasi.

 

Kesimpulan

Heuristic Evaluation merupakan metode evaluasi usability yang efektif dan efisien untuk mengidentifikasi masalah pada antarmuka website. Dengan menggunakan prinsip-prinsip heuristik Nielsen, evaluator dapat menemukan berbagai permasalahan usability sejak tahap awal pengembangan sistem. Metode ini sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan sistem informasi yang berkualitas, termasuk dalam lingkungan akademik di Universitas Muhammadiyah Riau.

Penerapan metode ini tidak hanya membantu meningkatkan kemudahan penggunaan sistem, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kepuasan pengguna. Sistem yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek usability akan lebih mudah dipelajari, lebih cepat digunakan, serta meminimalkan terjadinya kesalahan dalam pengoperasian.

Dalam konteks pengembangan sistem informasi di lingkungan akademik, termasuk di Universitas Muhammadiyah Riau, Heuristic Evaluation memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa layanan digital kampus dapat diakses secara optimal oleh seluruh sivitas akademika. Dengan melakukan evaluasi usability secara terstruktur, pihak pengembang dapat meningkatkan kualitas layanan digital kampus sebagaimana yang tersedia melalui https://www.umri.ac.id, sehingga mampu mendukung kegiatan akademik secara lebih efektif dan berkelanjutan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Amalia Oktafina1), Febiyanti Arifatul Jannah2), M. F. R., & Muhammad Verrel Ferly4), Yansen Dharma Tangtobing5), S. R. N. (2021). EVALUASI USABILITY WEBSITE MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION. 15(2), 134–146.

Edison, T. A., & Affandes, M. (2015). Mengukur Tingkat Usability pada Sistem Informasi Akademik ( Studi Kasus: Akademik Universitas XYZ ). November, 157–163.

Hidayat, A. N., & Yuhana, U. L. (2023). Evaluasi Desain Antarmuka Website Sekolah Menengah Atas Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. 5(2), 108–117.

Indrawan, G., Studi, P., Ilmu, M., & Ganesha, U. P. (2021). MENGGUNAKAN MODEL INCREMENTAL BERBASIS EVALUASI USABILITY DAN. 4(1), 67–78.

Polgan, J. M., Asrori, Y. R., Wahono, B. B., Islam, U., Ulama, N., & Pengguna, P. (2024). Analisis Kegunaan Aplikasi Sistem Akademik Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Berdasarkan Metode System Usability Scale. 13, 1353–1361.

Pratama, H. Y., Hanggara, B. T., & Setiawan, N. Y. (2022). Evaluasi Usability dengan Menerapkan Metode Heuristic Evaluation pada Website Dinas Pendidikan Kota Batu. 6(3), 1350–1359.