Help & Documentation, Fitur Penyelamat yang Sering Diabaikan

Oleh: M. Fauzan Pratama Putra – Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Riau

 

Pernahkah Anda membeli sebuah lego, Terus anda ingin merakitnya tetapi anda tampa melihat buku panduanya karena merasa “produknya gampang” “Bentukanya itu saja” lalu berakhir dengan bagaian yang miring sebelah?

 

Itulah yang terjadi di serba digital ini. Ada beberapa aplikasi tidak menjelasakan apa dari kugananya maka pengguna merasakan kebingguan saat mengunakanya. Di sinilah prinsip ke-10 dari Heuristic Evaluation Jakob Nielsen berperan yaitu Help and Documentation.

 

Mengenal Apa Itu Heuristic Evaluation?

 

Evaluasi Heuristik adalah suatu panduan, prinsip umum, atau aturan yang dapat digunakan untuk membimbing pengambilan keputusan dalam proses desain atau mengkritik keputusan yang telah dibuat sebelumnya. Pendekatan ini diusulkan oleh Nielsen dan Molich, dan meskipun memiliki kesamaan dengan metode Cognitive Walkthrough, Evaluasi Heuristik cenderung lebih terstruktur dan lebih terarah. Dalam pendekatan ini, sekelompok kriteria tentang usability atau heuristik ditentukan, dan proses desain dilakukan dengan mempertimbangkan apakah kriteria tersebut telah dipenuhi atau tidak.(Putriani et al. 2024)

 

10 Prinsip Heuristic Heuristic Evaluation

Heuristic Evaluation memiliki 10 prinsip yaitu(Ispani 2015):

·       Visibility of system status

·       Match between system and the real world

·       User control and freedom

·       Consistency and standard

·       Error prevention

·       Recognition rather than recal

·       Flexibility and efficiency of use

·       An aesthetic and minimalist design

·       Help users recognize, diagnose, and recover from errors

·       Help and documentation

 

Menggapa setiap aplikasi memerlukan bantuan??

Bayangkan jika suatu aplikasi marketplace, dan aplikasi perbankan tanpa adanya tampilan bantuan, pasti ada beberapa orang awam merasakan kebingungan bukan? lalu bagaimana pengguna melakukan pengaduan? Dari sini kita dapat menyimpulkan bagaimana sebuah sistem perlu adanya tombol bantuan

 

Dalam perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Riau, pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer (IMK) kami belajari bahwa sistem bukanya hanya untuk dokumentasi kelemahan saja melainkan untuk jaring pengaman (safety net). Dokumentasi berfungsi sebagai jembatan untuk pengetahuan pengguna untuk mengetahui fungsional dari sebuah sistem.

 

Studi Kasus dari Aplikasi Duolingo Vs Shopee:

 

Duolingo

Duolingo aplikasi belajar bahasa, yang cocok di contoh karena memiliki sebuah dokumentasi yang membantu pengguna langkah demi langkah untuk, bantuan muncul pada saat pengguna belum bertanya, ketika ada jawaban yang salah maka aplikasi memberi sebuah penjelasan singkat (feedback) mengapa jawaban tersebut salah.

 

Gambar dokumentasi Duolinggo

Shopee

Shopee adalah sebuah aplikasi marketplace di mana tempat untuk belanja online yang memiliki fitur help yang cangih.

·       Menggunakan Search Bar yang dominan agar pengguna bisa langsung mengetik masalahnya misalnya “lacak paket”.

·       Menyediakan FAQ (Frequently Asked Questions) berdasarkan topik terpopuler.

 

 

Gambar Dokumentasi Bantuan Shopee

Kesimpulan:

Seperti buku panduan Lego, fitur Bantuan dan Dokumentasi sangat penting ketika pengguna merasa kesulitan. Dari contoh Duolingo dan Shopee, kita bisa melihat bahwa dokumentasi yang baik harus mudah ditemukan, memberikan solusi, dan tidak hanya sekadar dipajang.

 

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut tentang program studi kami, kunjungi www.umri.ac.id

 

Referensi

https://sis.binus.ac.id/2021/05/26/kenali-10-usability-heuristics-pada-desain-user-interface/

https://www.codepolitan.com/blog/mengenal-10-heuristic-usability-pada-user-interface-5b4481dc6d6d2/

Ispani, Muhammad. 2015. “REVIEW DESAIN INTERFACE APLIKASI SOPPPOS MENGGUNAKAN.” 6(1): 95–100.

Putriani, Dewi, Anindita Puspa, Ayu Prayogi, Reka Ainul, Mieta Silvia Aviva, and Altha Inas Shofyana. 2024. “Analisis Kegunaan Aplikasi Ipusnas Dengan Pendekatan Evaluasi Heuristik.” 8: 103–12.