GULF OF EXECUTION DAN GULF OF EVALUATION SEBAGAI PENYEBAB FRUSTASI PENGGUNA DALAM INTERAKSI MANUSIA DAN TEKNOLOGI
Oleh : Andini Rahmasari Alputri
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Mengapa Teknologi yang Canggih Justru Sering Membingungkan?
Apakah anda merasa kesal saat menggunakan aplikasi yang terlihat modern, tetapi sulit dipahami cara kerjanya? Tombol sudah ditekan, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Situasi semacam ini sangat umum terjadi dalam kehidupan digital sehari-hari dan sering menjadi sumber frustasi pengguna. Fenomena tersebut bukan semata-mata karena pengguna kurang memahami teknologi, melainkan karena adanya masalah dalam desain interaksi manusia dan sistem.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menghadirkan berbagai perangkat dan aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah aktivitas manusia. Mulai dari aplikasi perbankan, layanan pendidikan, hingga platform hiburan, teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, masih banyak pengguna yang mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan teknologi.
Dalam kajian Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), permasalahan ini berkaitan erat dengan bagaimana sebuah sistem dirancang untuk dipahami dan digunakan oleh manusia. Teknologi yang baik tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga harus mudah dipelajari, intuitif, serta mampu memberikan umpan balik yang jelas kepada pengguna.
Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, kami mempelajari berbagai konsep dasar yang menjelaskan hubungan antara manusia dan teknologi, salah satunya adalah konsep Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation yang diperkenalkan oleh Donald Norman. Kedua konsep ini membantu menjelaskan mengapa pengguna sering merasa frustrasi ketika tujuan, tindakan, dan hasil yang diperoleh dari sebuah sistem tidak selaras.
Memahami Gulf of Execution
Gulf of Execution adalah kesenjangan antara tujuan pengguna dan tindakan yang dapat dilakukan melalui sistem. Kesenjangan ini muncul ketika pengguna tahu apa yang ingin dicapai, tetapi tidak mengetahui langkah atau perintah apa yang harus dilakukan pada antarmuka sistem.
Beberapa penyebab utama Gulf of Execution antara lain:
- Tata letak menu yang tidak intuitif
- Ikon atau simbol yang tidak familiar
- Instruksi penggunaan yang tidak jelas
Akibatnya, pengguna merasa ragu, salah menekan tombol, atau bahkan menyerah menggunakan aplikasi tersebut 1.
Memahami Gulf of Evaluation
Berbeda dengan Gulf of Execution, Gulf of Evaluation terjadi setelah pengguna melakukan suatu tindakan. Konsep ini menggambarkan kesenjangan antara respons sistem dan kemampuan pengguna untuk memahami hasil dari tindakannya.
Masalah Gulf of Evaluation biasanya muncul ketika:
- Sistem tidak memberikan umpan balik yang jelas
- Pesan error sulit dipahami
- Perubahan sistem tidak terlihat secara visual
Dalam kondisi ini, pengguna tidak yakin apakah tindakannya berhasil atau gagal, sehingga menimbulkan kebingungan dan frustrasi 2.

Contoh Kasus dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Aplikasi Perbankan Digital
Pengguna ingin melakukan transfer dana (goal), tetapi menu transfer tersembunyi dalam sub-menu yang tidak jelas (Gulf of Execution). Setelah transfer dilakukan, sistem hanya menampilkan ikon kecil tanpa konfirmasi yang jelas (Gulf of Evaluation). Akibatnya, pengguna ragu apakah transaksi berhasil.
2. Aplikasi Pembelajaran Online
Mahasiswa ingin mengunggah tugas, namun tombol unggah tidak diberi label yang jelas. Setelah file diunggah, tidak ada notifikasi keberhasilan. Situasi ini sering menimbulkan kepanikan karena pengguna tidak yakin apakah tugasnya sudah terkirim.
Dampak terhadap Pengalaman Pengguna
Kesenjangan Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation berdampak langsung pada kualitas user experience. Pengguna dapat mengalami:
- Frustrasi dan stres
- Menurunnya kepercayaan terhadap sistem
- Keengganan untuk menggunakan kembali aplikasi
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan produk digital di pasaran meskipun secara teknis sistem tersebut canggih.
Peran IMK dalam Mengatasi Frustasi Pengguna

Ilmu Interaksi Manusia dan Komputer berperan penting dalam menjembatani kesenjangan tersebut. Prinsip-prinsip IMK menekankan pentingnya:
- Desain antarmuka yang berpusat pada pengguna
- Konsistensi visual dan navigasi
- Umpan balik sistem yang jelas dan informatif
Dengan menerapkan konsep IMK secara tepat, pengembang dapat meminimalkan frustrasi dan meningkatkan kepuasan pengguna 3.
Kesimpulan
Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation merupakan dua konsep penting yang menjelaskan mengapa pengguna sering merasa frustrasi saat berinteraksi dengan teknologi. Kesenjangan antara tujuan, tindakan, dan hasil yang tidak selaras dapat membuat sistem terasa rumit dan tidak ramah pengguna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua konsep ini sangat penting dalam perancangan teknologi digital yang human-centered.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau. Melalui pemahaman IMK, diharapkan mahasiswa dan pengembang teknologi mampu menciptakan sistem yang tidak hanya canggih, tetapi juga mudah digunakan dan menyenangkan bagi pengguna. Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui https://www.umri.ac.id
Tentang Penulis
Andini Rahmasari Alputri adalah mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Informasi lebih lanjut tentang universitas Muhammadiyah Riau dapat di akses melalui https://www.umri.ac.id
Referensi
1. Jun, E., Liao, H., Savoy, A., Zeng, L. & Salvendy, G. The Design of Future Things, by D. A. Norman, Basic Books, New York, NY, USA. Human Factors and Ergonomics in Manufacturing & Service Industries vol. 18 (2008).
2. Rongcai, R. E. N., Guoxiong, W. U. & Ming, C. A. I. No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.
3. ISO. INTERNATIONAL STANDARD interactive systems iTeh STANDARD iTeh STANDARD PREVIEW. 2019, (2019).