Fitts’ Law Ilmu di Balik Ukuran dan Posisi Tombol

Pendahuluan

Dalam pembelajaran Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), faktor manusia menjadi pusat perhatian dalam merancang sistem digital. Fitts’ Law membantu desainer memahami bagaimana jarak dan ukuran target memengaruhi waktu interaksi pengguna. Artikel ini membahas konsep Fitts’ Law, contoh penerapannya, serta tips aplikatif dalam desain UI/UX modern.


Apa Itu Fitts’ Law?

Fitts’ Law menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah target bergantung pada jarak target dan ukuran target tersebut. Semakin dekat dan semakin besar sebuah objek, maka semakin cepat pengguna dapat berinteraksi dengannya.

Dalam desain antarmuka, “target” dapat berupa:

  • Tombol

  • Icon

  • Menu

  • Elemen klik lainnya


Mengapa Fitts’ Law Penting dalam UI/UX?

Penerapan Fitts’ Law membantu:

  • Mengurangi kesalahan klik

  • Mempercepat interaksi pengguna

  • Meningkatkan kenyamanan dan efisiensi

  • Membuat antarmuka lebih inklusif (ramah semua pengguna)

Tanpa prinsip ini, antarmuka akan terasa melelahkan dan tidak intuitif.


Contoh Penerapan Fitts’ Law

1. Tombol di Aplikasi Mobile

Tombol utama seperti “Pesan Sekarang” atau “Checkout” biasanya dibuat besar dan diletakkan di bagian bawah layar agar mudah dijangkau ibu jari.

Gambar 1 – Infografis Fitts’ Law pada Mobile UI
Visual: Smartphone dengan tombol besar di bawah layar
Caption: Tombol besar dan dekat ibu jari mempercepat interaksi pengguna.


2. Sudut Layar pada Sistem Operasi

Menu di sudut layar (misalnya Start Menu atau Dock) lebih mudah diakses karena kursor tidak bisa “melewati” sudut layar.

Gambar 2 – Diagram Sudut Layar
Visual: Cursor diarahkan ke sudut layar tanpa meleset
Caption: Sudut layar merupakan target efektif menurut Fitts’ Law.


3. Tombol ATM

Tombol-tombol ATM dibuat besar dan berjajar rapi untuk mengurangi kesalahan tekan, terutama bagi pengguna lanjut usia.


Tips Aplikatif Menerapkan Fitts’ Law

Beberapa tips yang dapat diterapkan desainer:

  • Perbesar tombol utama

  • Letakkan aksi penting di area mudah dijangkau

  • Hindari tombol kecil berdekatan

  • Gunakan jarak yang cukup antar elemen

  • Prioritaskan tombol penting secara visual

Tips ini sangat berguna bagi mahasiswa dan praktisi UI/UX.


Kesimpulan

Fitts’ Law membuktikan bahwa desain yang baik bukan hanya soal estetika, tetapi juga efisiensi gerakan manusia. Dengan memahami hukum ini, desainer dapat menciptakan antarmuka yang lebih cepat, nyaman, dan minim kesalahan.

Sebagai bagian dari pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, Fitts’ Law menjadi landasan penting dalam merancang sistem interaktif yang berorientasi pada pengguna.


Branding UMRI

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)
Program Studi Teknik Informatika
Universitas Muhammadiyah Riau
🔗 https://www.umri.ac.id


Referensi

  1. Fitts, P. M. (1954). The information capacity of the human motor system

  2. Nielsen Norman Group – Fitts’ Law

  3. Interaction Design Foundation