EVALUASI USABILITY APLIKASI SHOPEE MENGGUNAKAN HEURISTIC EVALUATION

EVALUASI USABILITY APLIKASI SHOPEE MENGGUNAKAN HEURISTIC EVALUATION

 

Yogi Pratama

E-Mail: 240401198@student.umri.ac.id

Mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Muhammadiyah Riau

Jl. Tuanku Tambusai, Delima, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau 28290

https://www.umri.ac.id/

 

 

HOOK

Pernahkah pengguna merasa sebuah aplikasi terlihat menarik, tetapi justru membingungkan saat digunakan karena terlalu banyak fitur yang ditampilkan sekaligus? Kondisi ini kerap dialami pada aplikasi digital yang terus berkembang, termasuk Shopee sebagai platform e-commerce populer dengan beragam layanan dan promo. Banyaknya elemen pada satu tampilan berpotensi mengganggu fokus pengguna dalam berinteraksi. Oleh karena itu, evaluasi usability menjadi langkah penting untuk memastikan aplikasi tetap mudah digunakan, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

 

PENDAHULUAN

Seiring dengan berkembangnya aplikasi digital, usability menjadi salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan sebuah sistem. Usability merujuk pada sejauh mana aplikasi dapat digunakan dengan mudah, efisien, dan minim kesalahan oleh penggunanya. Aplikasi dengan tingkat usability yang baik memungkinkan pengguna memahami fungsi-fungsi utama tanpa harus melalui proses belajar yang rumit (Aliyanto et al., 2022).

Tingkat usability yang rendah dapat berdampak langsung pada kenyamanan dan kepuasan pengguna. Antarmuka yang membingungkan, navigasi yang tidak jelas, atau informasi yang terlalu padat berpotensi menimbulkan frustrasi dan menurunkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi (Auliaddina et al., 2021). Oleh karena itu, memastikan usability yang baik menjadi kebutuhan utama, khususnya pada aplikasi dengan fitur yang kompleks seperti platform e-commerce.

Untuk menilai dan meningkatkan usability suatu aplikasi, diperlukan metode evaluasi yang sistematis dan terstruktur. Evaluasi usability membantu pengembang mengidentifikasi masalah sejak tahap awal sebelum aplikasi digunakan secara luas oleh pengguna. Salah satu metode yang banyak digunakan karena bersifat praktis dan efisien adalah Heuristic Evaluation (Coandy & Yunus, 2024).

Heuristic Evaluation merupakan metode evaluasi usability yang dilakukan dengan menilai antarmuka aplikasi berdasarkan prinsip-prinsip desain yang telah ditetapkan. Melalui metode ini, evaluator dapat dengan cepat menemukan potensi permasalahan usability dan memberikan rekomendasi perbaikan (Fathoni et al., 2025). Oleh sebab itu, artikel ini menggunakan Heuristic Evaluation sebagai pendekatan untuk mengevaluasi usability pada aplikasi Shopee.

 

PEMBAHASAN

Konsep Usability dalam Interaksi Manusia dan Komputer

Usability merupakan salah satu aspek utama dalam Interaksi Manusia dan Komputer yang berkaitan dengan tingkat kemudahan pengguna dalam memanfaatkan sebuah sistem. Suatu aplikasi dikatakan memiliki usability yang baik apabila pengguna dapat memahami cara penggunaannya dengan cepat, menjalankan fungsi-fungsi utama secara efisien, serta meminimalkan terjadinya kesalahan selama proses interaksi. Dengan kata lain, usability menekankan pada bagaimana sistem dapat digunakan secara efektif tanpa menimbulkan kebingungan bagi penggunanya (Kristagus et al., 2023).

Pada pelaksanaannya, usability memiliki keterkaitan yang erat dengan pengalaman pengguna atau User Experience (UX). Usability yang baik berkontribusi langsung pada terciptanya pengalaman pengguna yang positif, karena pengguna merasa nyaman, percaya diri, dan tidak terbebani saat berinteraksi dengan aplikasi (Lazuardina et al., 2023). Sebaliknya, usability yang rendah dapat menyebabkan frustrasi, kesalahan penggunaan, serta menurunkan kepuasan pengguna, meskipun fitur yang disediakan sebenarnya lengkap.

Pada konteks aplikasi e-commerce, usability memegang peranan yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap keputusan pengguna dalam melakukan transaksi. Aplikasi e-commerce dengan usability yang baik memudahkan pengguna dalam mencari produk, memahami informasi, serta menyelesaikan proses pembelian tanpa hambatan (Lestari & Agustin, 2025). Oleh karena itu, penerapan prinsip usability menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung keberhasilan layanan e-commerce secara keseluruhan.

Gambar 1 Ilustrasi aplikasi e-commerce Shopee dalam konteks usability.

Pada konteks aplikasi e-commerce seperti Shopee, usability memiliki peran yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keputusan pengguna dalam melakukan transaksi. Antarmuka yang dirancang dengan usability yang baik membantu pengguna menemukan produk dengan lebih cepat, memahami informasi yang disajikan, serta menyelesaikan proses pembelian secara efisien tanpa mengalami hambatan yang berarti. Ketika alur interaksi berjalan dengan jelas dan intuitif, pengguna akan merasa lebih percaya diri dalam berbelanja. Oleh karena itu, penerapan prinsip usability menjadi faktor krusial yang tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga mendukung keberhasilan layanan e-commerce secara keseluruhan (Nilasari et al., 2024).

Mengenal Heuristic Evaluation dalam Evaluasi Usability

Heuristic evaluation merupakan salah satu metode evaluasi usability yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan pada antarmuka sistem berdasarkan prinsip-prinsip kegunaan yang telah ditetapkan. Metode ini dilakukan dengan cara menilai kesesuaian desain interface terhadap sejumlah aturan umum atau heuristic, tanpa melibatkan pengguna secara langsung (Rahman, 2025). Dengan pendekatan ini, potensi masalah usability dapat ditemukan sejak tahap awal pengembangan.

Apa itu 10 Usability Heuristics? Bagaimana contoh penerapannya? | by  Muhammad Ihsan Azizi | Medium

Gambar 2 Sepuluh prinsip heuristic usability menurut Jakob Nielsen sebagai dasar evaluasi usability pada antarmuka sistem.

Pada kenyataannya, evaluator berperan sebagai pihak yang meninjau dan menganalisis interface secara sistematis. Evaluator biasanya memiliki pemahaman tentang desain antarmuka dan prinsip Interaksi Manusia dan Komputer, sehingga mampu mengenali ketidaksesuaian antara tampilan sistem dan cara pengguna seharusnya berinteraksi (Triana et al., 2024). Peran evaluator sangat penting karena hasil evaluasi bergantung pada ketelitian dan pemahaman evaluator terhadap prinsip usability.

Heuristic evaluation banyak digunakan karena prosesnya relatif sederhana, cepat, dan tidak memerlukan sumber daya yang besar. Metode ini memungkinkan pengembang atau mahasiswa untuk menemukan masalah usability tanpa harus melakukan pengujian langsung dengan pengguna, sehingga sangat cocok digunakan pada tahap awal perancangan atau evaluasi awal suatu aplikasi (Umam et al., 2025).

Dibandingkan dengan metode evaluasi usability lainnya, heuristic evaluation memiliki kelebihan dari segi efisiensi waktu dan kemudahan penerapan. Fokus metode ini tetap terarah pada identifikasi masalah utama pada interface, sehingga analisis yang dilakukan tidak melebar dan tetap relevan dengan tujuan evaluasi usability (Wasiati, 2022).

Prinsip-Prinsip Heuristic Evaluation yang Diterapkan dalam Evaluasi Shopee

Ketika melakukan penilaian usability pada aplikasi Shopee, tidak seluruh prinsip heuristic digunakan secara menyeluruh. Penilaian difokuskan pada beberapa prinsip utama yang paling relevan dengan karakteristik aplikasi e-commerce dan pengalaman pengguna. Pendekatan ini bertujuan agar evaluasi lebih terarah serta mampu mengidentifikasi permasalahan usability yang sering dijumpai dalam aktivitas belanja daring (Wirawan & Maria, 2024).

Gambar 3 Indikator keranjang dan notifikasi pada aplikasi Shopee.

Gambar tersebut menunjukkan indikator jumlah barang pada ikon keranjang serta notifikasi pesan yang ditampilkan secara jelas pada antarmuka aplikasi Shopee. Elemen ini mencerminkan penerapan prinsip visibility of system status, yaitu kemampuan sistem dalam memberikan informasi terkini mengenai kondisi yang sedang berlangsung. Dengan adanya indikator jumlah barang dan notifikasi status, pengguna dapat langsung memahami aktivitas yang terjadi di dalam sistem tanpa harus melakukan pencarian tambahan, sehingga interaksi terasa lebih transparan dan terkendali.

 

Gambar 4 Navigasi Shopee sebagai penerapan prinsip match between system and real world.

Gambar tersebut menampilkan navigasi utama aplikasi Shopee dengan ikon dan istilah yang familiar bagi pengguna, seperti Beranda, keranjang belanja, dan Notifikasi. Penerapan ini mencerminkan prinsip match between system and real world, di mana sistem menggunakan simbol serta istilah yang dekat dengan pengalaman sehari-hari pengguna. Dengan kesesuaian tersebut, pengguna dapat dengan mudah memahami fungsi setiap menu tanpa perlu mempelajari istilah teknis, sehingga proses interaksi menjadi lebih alami dan intuitif.

Gambar 5 Konsistensi tampilan dan navigasi pada aplikasi Shopee.

Gambar tersebut memperlihatkan tampilan halaman aplikasi Shopee dengan penggunaan ikon, warna, serta tata letak navigasi yang seragam di berbagai bagian antarmuka. Penerapan prinsip consistency and standards terlihat dari konsistensi posisi menu, gaya ikon, dan skema warna yang tetap sama saat pengguna berpindah antar halaman. Konsistensi ini membantu pengguna membangun pemahaman yang stabil terhadap cara kerja aplikasi, sehingga interaksi menjadi lebih mudah diprediksi dan risiko kebingungan dapat diminimalkan.

Gambar 6 Proses verifikasi sebagai penerapan prinsip error prevention pada aplikasi Shopee.

Gambar tersebut menampilkan proses pemeriksaan keamanan pada aplikasi Shopee sebelum pengguna melanjutkan ke tahap berikutnya. Fitur ini mencerminkan penerapan prinsip error prevention, yaitu upaya sistem untuk mencegah terjadinya kesalahan sebelum kesalahan tersebut benar-benar terjadi. Dengan adanya proses verifikasi dan konfirmasi, Shopee membantu memastikan bahwa tindakan yang dilakukan pengguna, seperti transaksi atau perubahan akun, benar-benar disengaja sehingga risiko kesalahan dan dampak yang merugikan dapat diminimalkan.

Prinsip recognition rather than recall menekankan pentingnya membuat informasi dan pilihan mudah dikenali tanpa mengandalkan ingatan pengguna. Hal ini terlihat pada penyajian menu, ikon, dan kategori produk yang selalu ditampilkan secara visual, sehingga pengguna tidak perlu mengingat langkah-langkah tertentu saat menggunakan aplikasi (Kristagus et al., 2023).

Gambar 7 Tampilan beranda Shopee yang menunjukkan tantangan penerapan prinsip aesthetic and minimalist design.

Gambar tersebut menampilkan halaman beranda aplikasi Shopee yang dipenuhi berbagai fitur, banner promosi, dan informasi produk dalam satu tampilan. Kondisi ini menunjukkan tantangan dalam penerapan prinsip aesthetic and minimalist design, yang menekankan kesederhanaan visual agar pengguna dapat fokus pada informasi utama. Meskipun keberagaman fitur bertujuan menarik perhatian pengguna, kepadatan elemen visual berpotensi mengganggu fokus dan meningkatkan beban kognitif. Oleh karena itu, aspek kesederhanaan tampilan menjadi perhatian penting dalam evaluasi usability aplikasi Shopee agar pengalaman pengguna tetap nyaman dan efisien.

Implementasi Evaluasi Usability pada Antarmuka Aplikasi Shopee

Aplikasi Shopee dipilih sebagai objek evaluasi karena merupakan salah satu platform e-commerce yang paling sering digunakan oleh masyarakat, sehingga antarmukanya sudah familiar bagi sebagian besar pengguna. Tingginya intensitas penggunaan membuat Shopee menjadi contoh yang relevan untuk menilai bagaimana prinsip usability diterapkan dalam aplikasi digital berskala besar. Selain itu, kompleksitas fitur yang dimiliki Shopee juga memberikan ruang yang cukup untuk mengamati kelebihan maupun potensi masalah usability (Coandy & Yunus, 2024).

Berdasarkan pendekatan heuristic evaluation, evaluasi dilakukan dengan mengamati kesesuaian antarmuka Shopee terhadap beberapa prinsip heuristik utama. Salah satu temuan positif terlihat pada penggunaan ikon keranjang belanja yang disertai indikator jumlah barang, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengetahui status aktivitas belanja mereka (Fathoni et al., 2025). Hal ini menunjukkan penerapan prinsip visibility of system status yang membantu pengguna memahami kondisi sistem secara langsung.

Prinsip consistency and standards juga tampak pada ikon navigasi yang digunakan secara konsisten di berbagai halaman, seperti ikon beranda, pencarian, dan keranjang. Konsistensi ini memudahkan pengguna dalam mengenali fungsi setiap ikon tanpa perlu mempelajari ulang tampilan antarmuka. Namun, evaluasi juga menemukan bahwa tampilan promo yang terlalu padat pada halaman utama berpotensi mengganggu fokus pengguna. Banyaknya elemen visual dalam satu layar dapat mengurangi keterbacaan informasi dan bertentangan dengan prinsip aesthetic and minimalist design, sehingga berpotensi menurunkan kenyamanan penggunaan (Aliyanto et al., 2022).

Temuan Masalah Usability dan Dampaknya

Hasil evaluasi usability menunjukkan bahwa tampilan antarmuka aplikasi yang memuat terlalu banyak informasi dalam satu layar berpotensi menimbulkan kebingungan bagi pengguna. Kondisi ini membuat pengguna membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami fungsi utama yang ingin digunakan, terutama saat mencari produk atau mengakses fitur tertentu.

Tidak hanya itu, kepadatan elemen visual seperti banner promosi dan notifikasi dapat mengganggu fokus pengguna. Perhatian pengguna menjadi terpecah sehingga interaksi dengan aplikasi terasa kurang efisien dan tidak terarah, khususnya bagi pengguna baru yang belum terbiasa dengan alur navigasi aplikasi (Fathoni et al., 2025).

Masalah usability juga terlihat dari potensi kesalahan navigasi, di mana pengguna dapat salah memilih menu atau fitur akibat tata letak yang terlalu kompleks. Kesalahan ini dapat memicu rasa frustrasi karena pengguna harus mengulang langkah atau mencari kembali fitur yang diinginkan.

Jika dilihat secara menyeluruh, berbagai permasalahan tersebut berdampak langsung terhadap pengalaman belanja pengguna. Aplikasi yang seharusnya mempermudah proses belanja justru terasa melelahkan dan kurang nyaman digunakan, sehingga dapat menurunkan kepuasan serta minat pengguna untuk terus menggunakan aplikasi dalam jangka panjang.

Rekomendasi Perbaikan Berdasarkan Heuristic Evaluation

Berdasarkan hasil evaluasi usability menggunakan metode heuristic evaluation, beberapa langkah perbaikan dapat diusulkan untuk meningkatkan kemudahan penggunaan aplikasi Shopee (Nilasari et al., 2024). Rekomendasi ini difokuskan pada penyederhanaan tampilan dan peningkatan kejelasan navigasi agar interaksi pengguna menjadi lebih efisien dan tidak membingungkan.

Beberapa rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan antara lain:

·  Menyederhanakan tampilan promosi, khususnya dengan mengurangi jumlah banner dan informasi yang ditampilkan dalam satu layar, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada aktivitas utama seperti pencarian produk dan proses pembelian.

·  Mengurangi elemen visual yang tidak esensial, seperti ikon atau animasi yang tidak memiliki fungsi langsung, guna menurunkan beban kognitif pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi.

· Mengelompokkan fitur berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengguna, sehingga fitur utama dapat diakses dengan lebih cepat, sementara fitur tambahan ditempatkan secara lebih terstruktur dan tidak mengganggu alur penggunaan.

Melalui penerapan rekomendasi tersebut, aplikasi diharapkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang lebih intuitif, nyaman, dan selaras dengan prinsip-prinsip usability.

Heuristic Evaluation dalam Perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau

Pada perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa diperkenalkan pada heuristic evaluation sebagai salah satu metode dasar dalam mengevaluasi usability suatu aplikasi digital. Metode ini digunakan sebagai langkah awal untuk mengenali potensi permasalahan pada antarmuka sistem sebelum dilakukan pengujian langsung yang melibatkan pengguna. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis terhadap kualitas desain interface dengan mengacu pada prinsip-prinsip usability, sehingga mampu menghasilkan analisis yang sistematis dan aplikatif dalam pengembangan sistem digital.

Kesimpulan

Mengacu pada pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa heuristic evaluation merupakan metode yang efektif untuk melakukan evaluasi awal terhadap usability sebuah aplikasi digital. Metode ini memungkinkan identifikasi masalah penggunaan secara cepat dan sistematis tanpa memerlukan proses pengujian yang kompleks. Penerapannya pada aplikasi Shopee menunjukkan bahwa meskipun aplikasi tersebut telah memiliki antarmuka yang cukup baik, masih terdapat beberapa aspek usability yang dapat ditingkatkan.

Penggunaan Shopee sebagai contoh aplikasi nyata membantu memperjelas bagaimana prinsip heuristic evaluation dapat diterapkan secara praktis pada sistem yang digunakan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa metode evaluasi usability tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dan aplikatif dalam konteks pengembangan produk digital.

Bagi mahasiswa pada program studi informatika, pemahaman dan penerapan heuristic evaluation menjadi bekal penting dalam merancang dan mengevaluasi antarmuka sistem. Mahasiswa diharapkan dapat mulai menerapkan metode ini untuk mengevaluasi usability aplikasi yang sering digunakan di lingkungan sekitar, sehingga mampu meningkatkan kepekaan terhadap kualitas antarmuka dan pengalaman pengguna sejak dini.

Penutup

Penulisan artikel ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembelajaran pada mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau. Melalui pembahasan evaluasi usability menggunakan metode heuristic evaluation, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya menilai kemudahan penggunaan aplikasi digital secara sistematis dan kritis. Pemahaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa informatika untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem yang lebih ramah pengguna serta sesuai dengan kebutuhan pengguna di era digital.

🔗 https://www.umri.ac.id

  

DAFTAR PUSTAKA

Aliyanto, A., Wijaya, A., & Sitompul, A. (2022). Evaluasi User Interface Website E-Commerce Dengan Menggunakan Metode Heuristic. Jurnal Ilmiah MATRIK24(2), 157-164.

Auliaddina, S., Puteri, A. A., & Anshori, I. F. (2021). Perbandingan Analisa Usability Desain User Interface Pada Website Shopee Dan Bukalapak Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. Technologia: Jurnal Ilmiah12(3), 188-192.

COANDY, R. Y., & Yunus, A. (2024). Analisis User Experience User Aplikasi Shopee di STMIK Kharisma Makassar Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. KHARISMA Tech19(2), 113-123.

Fathoni, F., Putra, M. A., Hikmahwarani, F., Afif, M. Z., & Sianturi, C. T. H. (2025). PERBANDINGAN EVALUASI USABILITY APLIKASI E-WALLET SHOPEEPAY DAN GOPAY MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)9(4), 6510-6516.

Kristagus, H. R., Adnan, F., & Andrianto, A. (2023). Evaluasi User Interface Dan User Experience Pada Aplikasi Desktop E-Spt Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. J. ELEKTROSISTA10(2).

Lazuardina, D., Suyatno, D. F., Kom, S., & Kom, M. (2023). Measurement of User Interface (UI) and User Experience (UX) on'Shopee'Mobile Apps Using the Heuristic Evaluation Method. Journal of Emerging Information System and Business Intelligence (JEISBI)4(3), 95-106.

Lestari, Y., & Agustin, M. D. (2025). Comparative Analysis Of UI/UX On Shopee, Lazada And Bukalapak Applications Using The Heuristic Evaluation Method. JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFORMASI5(2), 1-10.

Nilasari, D., Yanto, A., & Jainuri, J. (2024). ANALISA PERBANDINGAN USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE PADA APLIKASI SHOPEE & TOKOPEDIA MENGGUNAKAN METODE END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) DAN METODE HEURISTIC. Insan Pembangunan Sistem Informasi dan Komputer (IPSIKOM)12(2), 8-17.

Rahman, M. F. (2025). 5 Analisis Usability Website PTPN IV Regional 1 Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. Indonesian Research Journal on Education5(3), 437-446.

Triana, A., Afifah, A., & Pontoh, Z. (2024). ANALISIS PENGALAMAN PENGGUNA PADA FITUR SHOPEE FOOD MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION. JTRISTE11(1), 1-13.

Umam, Y. K., Agustiono, W., & Fatah, D. A. (2025). Analisis Usability pada Aplikasi Shopeepay Menggunakan Metode Heuristic Evaluation. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah4(2), 2608-2623.

Wasiati, H. (2022). Analisis Usability Menggunakan Metode Heuristic Evaluation Pada Aplikasi Toko Online. Upajiwa Dewantara: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Daulat Rakyat6(1), 11-30.

Wirawan, D. K., & Maria, E. (2024). Penerapan Metode Heuristic Evaluation Untuk Evaluasi User Interface Aplikasi Lazada. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI)7(1), 2621-1467.