Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna

Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna

Mhd ridhwan jailany 240401028

 
Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia

Correspondence: E-mail: 240401028@student.umri.ac.id,

 

 

Lead / Hook

           

            Pernah merasa mata perih, leher kaku, atau cepat lelah setelah lama menggunakan aplikasi digital? Kondisi ini sering dianggap wajar, padahal bisa jadi masalahnya bukan pada penggunanya, melainkan pada sistem digital yang belum ergonomis

 

PENDAHULUAN

 

Di era digital saat ini, manusia hampir tidak bisa lepas dari layar baik untuk belajar, bekerja, maupun mengakses layanan publik. Interaksi yang terus menerus dengan aplikasi dan website membuat faktor kenyamanan menjadi semakin krusial. Ergonomi digital hadir sebagai pendekatan untuk menyesuaikan desain sistem digital dengan kemampuan fisik dan kognitif manusia agar interaksi terasa lebih nyaman, aman, dan efisien.

 

Dalam kajian Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), ergonomic digital tidak hanya berkaitan dengan posisi duduk, tetapi juga mencakup bagaimana antarmuka dirancang, informasi disajikan, dan beban mental pengguna dikelola. Pemahaman ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, khususnya bagi mahasiswa yang akan terjun ku dunia pengembangan sistem digital.

 

Isi Utama

 

1. Konsep Ergonomi Digital dalam Sistem Interaktif

 

            Ergonomi digital merupakan penerapan prinsip ergonomi dan human factors pada sistem berbasis teknologi. Tujuannya adalah memastikan sistem digital selaras dengan karakteristik manusia, baik dari sisi fisik, kognitif, maupun organisasi. Penilitian terkini menegaskan bahwa ergonomi modern menuntut desain yang berorientasi pada manusia, bukan sekedar mengejar efisiensi teknologi(Płaza et al., 2025).

 

2. Dampak Ergonomi Digital terhadap Kesehatan Pengguna

 

            Pengguna sistem digital yang tidak ergonomis dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada mata dan postur tubuh. Salah satu dampak yang sering muncul adalah Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu kumpulan gejala seperti mata kering, sakit kepala, dan pandangan kabur akibat penggunaan layar dalam waktu lama. Penelitian di lingkungan pembelajaran digital menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna mengalami gejalsa CVS karena durasi layar yang tinggi dan pengaturan tampilan yang kurang optimal(Aljaradin et al., 2024).

 

3. Ergonomi Digital dan Beban Kognitif

 

            Tidak semua masalah ergonomi bersifat fisik. Antarmuka yang terlalu kompleks, penuh menu, dan tidak konsisten dapat meningkatkan beban kognitif pengguna. Studi di bidang human factors menjelaskan bahwa sistem digital seharusnya membantu proses berpikir manusia, bukan justru menambah stres dan kebingungan(Blaga et al., 2025).

 

4. Contoh Praktis

 

Google Classroom

      


      Google classroom menerapkan prinsip ergonomi digital melalui tampilan yang sederhana dan terstruktur. Informasi pentik seperti tugas, materi, dan pengumuman disajikan secara bertahap sehingga tidak membebani pengguna. Fitur mode gelap juga membantu mengurangi kelelahan mata saat digunakan dalam waktu lama.

 

 

Tokopedia

      


      Tokopedia sebagai aplikasi e-commerce indonesia menerapkan ergonomi digital melalui hierarki visual yang jelas. Informasi produk, harga, dan tombol aksi utama ditampilkan dengan ukuran dan warna yang mudah dikenali.

 

          Gojek

            


            Gojek menyediakan berbagai layanan dalam satu aplikasi, namun tetap menjaga kenyamanan pengguna dengan pengelompokan fitur yang jelas. Setiap layanan ditampilkan dalam ikon besar dan mudah dikenali, sehingga pengguna tidak perlu berpikir keras saat memilih layanan.

 

Tips Aplikatif: Menerapkan Ergonomi Digital

·       Gunakan aplikasi atau website dengan tampilan sederhana dan konsisten

·       Aktifkan mode gelap atau pengaturan tampilan yang nyaman untuk mata

·       Batasi durasi penggunaan layer dan lakukan jeda secara berkala

·       Bagi pengembang, prioritaskan kebutuhan pengguna sebelum manambah fitur baru

 

Kesimpulan

            Ergonomi digital merupakan aspek penting dalam desain sistem modern karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, kesehatan, dan efektivitas pengguna. Melalui penerapan prinspi ergonomic fisik dan kognitif, apliakasi dan website dapat memberikan pengalaman yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

 

Call to Action

 

            Mulailah lebih kritis terhadap aplikasi dan website yang kamu gunakan. Apakah sistem tersebut benar benar nyaman, atau justru melelahkan? Ergonomi digital Adalah kunci untuk menciptakan pengalaman teknologi yang lebih sehat dan ramah pengguna.

 

Artikel ini disusun sebagai kajian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau. Informasi lebih lanjut mengenai institusi dapat diakses melalui

www.umri.ac.id
 

Referensi

 

Aljaradin, M., Almekhlafi, A., & Alkaabi, A. (2024). Enhancing Ergonomics in Digital Learning Environments: Addressing Health, Safety, and Environmental Sustainability. Universal Journal of Public Health, 12(5), 1007–1014. https://doi.org/10.13189/ujph.2024.120524

 

Blaga, P., Cășeriu, B. M., Bucur, B., & Veres, C. (2025). A Comprehensive Review of Ergonomics and Human Factors Engineering for Enhancing Comfort and Efficiency in Transport Systems. In Systems (Vol. 13, Issue 1). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/systems13010035

 

Płaza, G., Kabiesz, P., Thatcher, A., & Jamil, T. (2025). Ergonomics/Human Factors in the Era of Smart and Sustainable Industry: Industry 4.0/5.0. Management Systems in Production Engineering, 33(2), 229–238. https://doi.org/10.2478/mspe-2025-0022