Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna
Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna
Aisyah Nuraini
Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Muhammadiyah Riau : www.umri.ac.id
E-mail : aisyahnuraini126@gmail.com
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan berbagai sistem serta produk. Sistem kerja modern tidak lagi hanya menuntut efisiensi dan produktivitas, tetapi juga harus memperhatikan aspek kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan pengguna. Dalam konteks inilah ergonomi menjadi elemen penting dalam proses perancangan, terutama ketika teknologi digital semakin terintegrasi dalam kehidupan dan lingkungan kerja manusia.
Seiring dengan kemajuan teknologi, konsep ergonomi turut berkembang menjadi ergonomi digital, yaitu pendekatan yang memanfaatkan perangkat lunak, perangkat keras, serta teknologi kecerdasan buatan untuk menilai dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan kerja secara lebih akurat dan adaptif. Ergonomi digital memungkinkan analisis berbasis data, penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan (JST), serta pemanfaatan perangkat pengendali mikro dan aplikasi mobile sebagai solusi ergonomi yang relevan dengan kebutuhan sistem kerja masa
kini.
Selain aspek teknologi, kenyamanan pengguna juga menjadi fokus utama dalam desain produk dan sistem digital. Kenyamanan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga mencakup kenyamanan mental dan kognitif yang dirasakan pengguna saat berinteraksi dengan suatu produk. Oleh karena itu, prinsip mendesain untuk kenyamanan pengguna menjadi bagian penting dalam menciptakan produk yang mudah digunakan, aman, dan mampu memberikan pengalaman pengguna yang positif.
Di dalam artikel ini, pembahasan mengenai ergonomi digital dan desain untuk kenyamanan pengguna disusun sebagai bagian dari pembelajaran Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa mempelajari bagaimana teknologi, desain, dan faktor manusia saling berinteraksi dalam perancangan sistem dan produk digital yang efektif, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan manusia. Melalui pembahasan ini, diharapkan pembaca dapat memahami pentingnya ergonomi digital dan kenyamanan pengguna sebagai dasar dalam pengembangan sistem kerja dan produk digital yang berkelanjutan.
ERGONOMI DIGITAL
Pernahkah Anda membayangkan penilaian kenyamanan dan keselamatan kerja dilakukan secara otomatis oleh sistem digital yang mampu “belajar” dari data? Konsep inilah yang dikenal sebagai ergonomi digital, yaitu perancangan dan pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras untuk menilai kelayakan ergonomi suatu sistem kerja.
Dalam ergonomi digital, pendekatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berperan penting karena mampu meniru kecerdasan makhluk hidup melalui pendekatan probabilistik. Salah satu metode AI yang banyak digunakan adalah Jaringan Syaraf Tiruan (JST), yang bekerja dengan meniru sistem syaraf biologis manusia. Data ergonomi digunakan sebagai data pelatihan dan validasi untuk menghasilkan bobot dan neuron yang optimal dengan tingkat kesalahan minimum, sekaligus mencegah terjadinya overfitting (Santoso & Anwar,
2018).
Selain perangkat lunak, pengembangan ergonomi digital juga didukung oleh perangkat keras seperti Arduino. Arduino merupakan pengendali mikro open source yang dapat menyimpan bobot hasil pelatihan JST, memiliki biaya rendah, mudah diprogram, dan fleksibel untuk dikembangkan sebagai purwarupa teknologi tepat guna, khususnya pada sistem kerja agroindustri.
Ruang lingkup digital juga membuka peluang pemanfaatan aplikasi Android. Penggunaan smartphone yang intensif oleh pekerja menjadikan aplikasi Android sebagai media yang efektif untuk penerapan ergonomi digital dalam mendukung kenyamanan, keselamatan, dan produktivitas kerja.
MENDESAIN UNTUK KENYAMANAN PENGGUNA
Bayangkan bekerja berjam-jam menggunakan sebuah produk yang terasa menyatu dengan tubuh dan mudah digunakan tanpa perlu berpikir keras. Kondisi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari desain yang memperhatikan prinsip ergonomi dan kenyamanan pengguna.
Kenyamanan merupakan salah satu tujuan utama ergonomi dalam desain produk. Produk yang dirancang secara ergonomis mampu memberikan kenyamanan fisik dan mental yang lebih baik bagi penggunanya. Kenyamanan fisik berkaitan dengan kesesuaian desain terhadap anatomi manusia, seperti ukuran, bentuk, dan penempatan elemen desain.
Selain kenyamanan fisik, kenyamanan mental juga memiliki peran penting dalam desain ergonomis. Kenyamanan ini berkaitan dengan kemudahan pengguna dalam memahami dan mengoperasikan produk. Antarmuka yang intuitif dan konsisten dapat mengurangi kebingungan serta beban kognitif, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan produk secara lebih tenang dan efisien (Nugroho & Prasetyo, 2020).
Dengan demikian, mendesain untuk kenyamanan pengguna tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek kognitif dan emosional. Produk yang nyaman cenderung
lebih mudah diterima oleh pengguna dan mampu menciptakan pengalaman pengguna yang positif.
CONTOH PRAKTIS PENERAPAN KENYAMANAN PENGGUNA
• Kursi Kerja Ergonomis
Kursi yang dirancang dengan sandaran punggung mengikuti lengkungan tulang belakang, tinggi dudukan yang dapat disesuaikan, serta penopang leher mampu mengurangi kelelahan dan risiko nyeri punggung. Desain ini memberikan kenyamanan fisik saat pengguna duduk dalam waktu lama (Hidayat & Sari, 2019).

• Peralatan Kerja Tangan (Hand Tools)
Alat seperti obeng atau gunting dengan pegangan yang sesuai ukuran tangan, permukaan tidak licin, dan bobot seimbang akan lebih nyaman digunakan serta mengurangi risiko kelelahan otot dan cedera.

• Tata Letak Ruang Kerja
Penempatan monitor sejajar dengan pandangan mata, jarak keyboard yang sesuai, serta pencahayaan yang cukup dapat meningkatkan kenyamanan fisik dan konsentrasi pengguna saat bekerja.

TIPS MENERAPKAN DESAIN YANG NYAMAN BAGI PENGGUNA
• Kenali karakteristik pengguna, seperti postur tubuh, kebiasaan, dan kebutuhan kerja sebelum merancang produk.
• Perhatikan aspek fisik dan mental secara seimbang, karena kenyamanan tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga oleh pikiran pengguna.
• Lakukan uji coba pengguna (user testing) untuk mengetahui apakah desain sudah benar-
benar nyaman digunakan.
• Berikan fleksibilitas, seperti pengaturan ukuran, posisi, atau tampilan, agar produk dapat menyesuaikan dengan berbagai tipe pengguna.
KESIMPULAN
Ergonomi digital merupakan pendekatan modern dalam perancangan sistem kerja yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta perangkat keras untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan produktivitas pengguna. Melalui pemanfaatan Jaringan Syaraf Tiruan (JST), perangkat pengendali mikro seperti Arduino, serta aplikasi berbasis Android, ergonomi digital memungkinkan evaluasi dan perbaikan sistem kerja dilakukan secara lebih adaptif dan berbasis data.
Selain aspek teknologi, mendesain untuk kenyamanan pengguna menjadi faktor kunci dalam keberhasilan suatu produk atau sistem. Kenyamanan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik yang sesuai dengan anatomi manusia, tetapi juga mencakup kenyamanan mental dan kognitif yang memengaruhi kemudahan penggunaan serta pengalaman pengguna secara keseluruhan. Desain yang ergonomis dan intuitif mampu mengurangi kelelahan, stres, serta risiko kesalahan dalam penggunaan.
Melalui pembelajaran Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), pemahaman mengenai ergonomi digital dan kenyamanan pengguna menjadi bekal penting dalam merancang sistem dan produk digital yang efektif, efisien, dan berorientasi pada manusia. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan pengembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang optimal sekaligus mendukung kesejahteraan pengguna dalam berbagai konteks kerja.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di
Universitas Muhammadiyah Riau ( www.umri.ac.i d ).
DAFTAR PUSTAKA
▪ Santoso I, Anwar S. Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Perancangan Sistem Kerja untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Produktivitas. Jurnal Teknik Industri.
2018;19(2):101–109.
▪ Nugroho A, Prasetyo E. Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Analisis dan
Evaluasi Sistem Kerja Ergonomis. Jurnal Rekayasa Sistem Industri. 2020;9(1):25–33.
▪ Hidayat R, Sari D. Pengembangan Perangkat Berbasis Arduino sebagai Teknologi
Tepat Guna pada Sistem Kerja Industri. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer.
2019;7(2):65–72.