Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna

Ergonomi Digital: Mendesain untuk Kenyamanan Pengguna

Tasya

Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Muhammadiyah Riau: www.umri.ac.id

E- Mail: 240401293@student.umri.ac.id

 

Perkembangan teknologi digital yang semakin masif telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan perangkat digital seperti smartphone, laptop, dan aplikasi berbasis web kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manusia modern. Namun, di balik kemudahan tersebut, banyak pengguna mengalami kelelahan mata, ketidaknyamanan fisik, hingga penurunan produktivitas akibat desain digital yang kurang memperhatikan aspek kenyamanan.(Setiawan et al., 2025)

Permasalahan ini sering kali tidak disadari karena fokus pengembangan produk digital lebih menitikberatkan pada fitur dan fungsi, bukan pada kondisi fisik dan psikologis pengguna. Padahal, desain yang mengabaikan prinsip ergonomi dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti stres, kelelahan, dan kesalahan penggunaan. Oleh karena itu, penerapan konsep ergonomi digital menjadi sangat penting untuk memastikan interaksi manusia dengan teknologi berlangsung secara aman, nyaman, dan efisien.

Dalam konteks keilmuan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), ergonomi digital berperan sebagai fondasi utama dalam menciptakan produk yang berorientasi pada pengguna. Artikel ini akan membahas konsep ergonomi digital secara komprehensif, mulai dari pengertian dasar, prinsip-prinsip utama, hingga penerapannya dalam desain produk digital guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pengalaman pengguna. Disinilah peran ergonomi digital menjadi sangat penting.(Bora et al., 2024)

Pengertian Ergonomi Digital

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan signifikan dalam cara manusia berinteraksi dengan sistem dan perangkat teknologi. Aktivitas seperti bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga hiburan kini sebagian besar dilakukan melalui perangkat digital seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone. Intensitas penggunaan perangkat tersebut yang tinggi, bahkan dalam durasi berjam-jam setiap hari, menimbulkan tantangan baru terkait kenyamanan dan kesehatan pengguna.

Di tengah kemajuan teknologi ini, perhatian terhadap aspek kenyamanan pengguna sering kali terabaikan. Banyak produk digital dikembangkan dengan fokus pada fitur, kecepatan, dan inovasi teknologi, namun kurang mempertimbangkan kemampuan fisik, keterbatasan kognitif, serta kondisi psikologis pengguna. Akibatnya, tidak sedikit pengguna mengalami kelelahan mata, nyeri otot, stres, hingga penurunan produktivitas akibat desain digital yang tidak ergonomis.

Ergonomi digital hadir sebagai pendekatan penting dalam menjembatani hubungan antara manusia dan teknologi. Dengan menerapkan prinsip ergonomi dalam desain sistem digital, pengembang dapat menciptakan produk yang tidak hanya fungsional dan menarik, tetapi juga aman, nyaman, dan ramah bagi pengguna dalam jangka panjang.(Dan, n.d.)

Pentingnya Ergonomi Digital bagi Pengguna

Kurangnya perhatian terhadap ergonomi digital dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari kelelahan mata (digital eye strain), nyeri leher dan pergelangan tangan, hingga stres akibat antarmuka yang membingungkan. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan pengguna, tetapi juga menurunkan produktivitas dan kepuasan dalam menggunakan produk digital.

Sebaliknya, desain yang ergonomis membantu pengguna menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, mengurangi kesalahan penggunaan, serta meningkatkan kenyamanan dalam jangka panjang. Hal ini menjadikan ergonomi digital sebagai faktor strategis dalam keberhasilan sebuah produk digital.(Purnomo & P, 2024)

Konsep dan Ruang Lingkup Ergonomi Digital

Ergonomi secara umum didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan elemen sistem lainnya, dengan tujuan mengoptimalkan kesejahteraan manusia dan kinerja sistem secara keseluruhan. Dalam konteks digital, ergonomi berfokus pada bagaimana sistem, antarmuka, dan perangkat dirancang agar selaras dengan karakteristik manusia.(Hernando & Fajrah, n.d.)

Ergonomi digital mencakup tiga aspek utama, yaitu:

1.      Ergonomi Fisik, yang berkaitan dengan postur tubuh, gerakan, jangkauan, dan kenyamanan fisik saat menggunakan perangkat digital.

2.      Ergonomi Kognitif, yang berhubungan dengan proses mental seperti persepsi, memori, perhatian, dan pengambilan keputusan.

3.      Ergonomi Organisasi, yang berkaitan dengan konteks penggunaan teknologi dalam lingkungan kerja atau aktivitas sehari-hari.

Dalam desain UX/UI, ergonomi digital menjadi landasan penting untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Antarmuka yang ergonomis membantu pengguna memahami sistem dengan cepat, mengurangi kesalahan, serta meminimalkan kelelahan fisik dan mental.(Kesehatan & Efisiensi, n.d.)

Dampak Desain Digital yang Tidak Ergonomis

Desain digital yang mengabaikan prinsip ergonomi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu dampak yang paling umum adalah digital eye strain, yaitu kondisi kelelahan mata akibat paparan layar digital dalam waktu lama. Gejalanya meliputi mata kering, pandangan kabur, dan sakit kepala.

Selain itu, desain yang tidak mempertimbangkan ergonomi fisik dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri leher, bahu, punggung, dan pergelangan tangan. Penempatan elemen interaktif yang sulit dijangkau, ukuran tombol yang terlalu kecil, atau kebutuhan interaksi berulang dapat memperparah kondisi tersebut.

Dari sisi kognitif, antarmuka yang kompleks, tidak konsisten, dan penuh distraksi dapat meningkatkan beban mental pengguna. Hal ini menyebabkan kebingungan, kesalahan penggunaan, serta menurunkan kepuasan dan kepercayaan terhadap produk digital. Dalam konteks bisnis, kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat user drop-off dan menurunkan loyalitas pengguna.

 

Prinsip-Prinsip Ergonomi Digital dalam Desain

Untuk menciptakan produk digital yang nyaman digunakan, terdapat beberapa prinsip ergonomi digital yang perlu diterapkan secara konsisten.(Pekanbaru, 2025)

1. Kenyamanan Visual

Kenyamanan visual merupakan aspek fundamental dalam ergonomi digital. Desain harus memperhatikan ukuran teks yang proporsional, jenis font yang mudah dibaca, serta kontras warna yang seimbang. Penggunaan warna yang terlalu terang atau kontras berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata.

Selain itu, tata letak informasi yang rapi dan penggunaan white space yang cukup membantu pengguna memindai informasi dengan lebih mudah. Hierarki visual yang jelas juga berperan penting dalam mengarahkan perhatian pengguna ke informasi utama.

2. Efisiensi Interaksi Fisik

Desain ergonomis harus mempertimbangkan bagaimana pengguna berinteraksi secara fisik dengan perangkat. Pada perangkat mobile, misalnya, elemen penting sebaiknya ditempatkan dalam area yang mudah dijangkau oleh ibu jari. Ukuran tombol dan jarak antar elemen juga harus memadai untuk mencegah kesalahan sentuh (mis-tap).Pada perangkat desktop, penggunaan shortcut, navigasi yang efisien, dan pengurangan gerakan berulang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna.

3. Pengelolaan Beban Kognitif

Ergonomi digital juga pentingnya mengurangi beban kognitif pengguna. Informasi sebaiknya disajikan secara ringkas, relevan, dan bertahap sesuai kebutuhan pengguna. Konsistensi dalam desain, baik dari segi visual maupun interaksi, membantu pengguna membangun pola mental yang memudahkan penggunaan sistem.Penggunaan ikon, label, dan umpan balik yang jelas membantu pengguna memahami tindakan yang dilakukan dan hasil yang diharapkan tanpa perlu berpikir keras.

Ergonomi Digital dalam Praktik UX/UI Design

Dalam praktik UX/UI, penerapan ergonomi digital tidak dapat dipisahkan dari pendekatan user-centered design. Desainer perlu memahami konteks penggunaan, karakteristik pengguna, serta tujuan utama yang ingin dicapai pengguna saat berinteraksi dengan produk.

Metode seperti usability testing, heuristic evaluation, dan user research berperan penting dalam mengevaluasi tingkat ergonomi suatu desain. Melalui pengujian langsung dengan pengguna, desainer dapat mengidentifikasi titik-titik ketidaknyamanan dan melakukan perbaikan secara iteratif.

Produk digital yang ergonomis cenderung memiliki tingkat adopsi yang lebih tinggi, waktu penyelesaian tugas yang lebih cepat, serta tingkat kepuasan pengguna yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa ergonomi digital tidak hanya berdampak pada kesehatan pengguna, tetapi juga pada keberhasilan produk secara keseluruhan.(Prasetyo et al., 2025)

Ergonomi Digital dan Tantangan di Era Modern

Seiring berkembangnya teknologi seperti kecerdasan buatan, realitas virtual, dan Internet of Things, tantangan ergonomi digital menjadi semakin kompleks. Desainer dituntut untuk memahami interaksi manusia dengan teknologi yang semakin imersif dan adaptif.

Selain itu, meningkatnya kerja jarak jauh (remote work) menempatkan ergonomi digital sebagai faktor penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas pengguna. Desain sistem kerja digital yang ergonomis dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan pengguna dalam jangka Panjang.

Contoh penerapan Ergonomi Digital

Tombol Checkout pada Aplikasi E-Commerce (Shopee)

Prinsip ergonomi yang diterapkan:

Ergonomi fisik dan kenyamanan interaksi jari.

Pada aplikasi e-commerce seperti Shopee, tombol “Beli” atau “Checkout” ditempatkan di bagian bawah layar dengan ukuran yang besar dan kontras yang jelas. Penempatan ini menyesuaikan jangkauan alami ibu jari pengguna saat memegang smartphone dengan satu tangan. Desain ini menunjukkan bahwa ergonomi digital tidak hanya soal tampilan, tetapi juga bagaimana desain menyesuaikan kemampuan fisik pengguna.

Login Biometrik pada Aplikasi Mobile Banking(Livin By Mandiri)

 

Prinsip ergonomi yang diterapkan:

 

Ergonomi kognitif dan efisiensi interaksi.

Aplikasi Livin’ by Mandiri menyediakan fitur login biometrik seperti penggunaan sidik jari(fingerprint) dan pengenalan wajah (Face ID) sebagai alternatif untuk masuk ke aplikasi setelah aktivasi awal. Dengan fitur ini, pengguna tidak harus memasukkan User ID dan PIN setiap kali membuka aplikasi, melainkan dapat langsung mengakses akun hanya dengan scan sidik jari atau wajah yang sudah didaftarkan sebelumnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

. Pengelolaan Notifikasi pada Aplikasi BCA Mobile

 

  

Prinsip ergonomi yang diterapkan:

Pengurangan distraksi dan pengelolaan perhatian pengguna (attention management).

Aplikasi BCA Mobile menerapkan pengelolaan notifikasi dengan memprioritaskan keamanan dan informasi kritis, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas finansial pengguna. Tidak semua informasi ditampilkan sebagai notifikasi aktif, sehingga pengguna tidak terganggu oleh pesan yang tidak mendesak.

Kesimpulan

Ergonomi digital merupakan fondasi penting dalam perancangan produk digital yang berorientasi pada kenyamanan, keamanan, dan efektivitas pengguna. Desain yang ergonomis tidak hanya menyesuaikan tampilan visual, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan fisik, proses kognitif, serta kondisi psikologis pengguna selama berinteraksi dengan teknologi.  

Penerapan prinsip ergonomi digital seperti kenyamanan visual, efisiensi interaksi, pengurangan beban kognitif, dan pengelolaan distraksiterbukti mampu meningkatkan fokus, mengurangi kelelahan, serta meminimalkan kesalahan penggunaan. Melalui pendekatan usercentered design dan pengujian berkelanjutan, ergonomi digital membantu menciptakan pengalaman pengguna yang lebih nyaman dan berkelanjutan, sekaligus mendukung keberhasilan produk digital dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui www.umri.ac.id

 

 

 

Referensi

Bora, M. A., Lawi, A., Wijaya, I. M. S., & Salsabilla, T. A. (2024). Mengoptimalkan Kenyamanan Kognitif : Analisis Ergonomis terhadap Interaksi Pengguna dengan AI Chatbots. 6(4), 710–723.

Dan, M. K. (n.d.). Meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna.

Hernando, L., & Fajrah, N. (n.d.). OPTIMALISASI SISTEM KERJA MANUSIA-MESIN DI ERA.

Kesehatan, M., & Efisiensi, D. A. N. (n.d.). No Title.

Pekanbaru, H. T. (2025). Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ( Journal of Community Health Service ). 5(4), 72–79.

Prasetyo, R. I., Studi, P., Industri, T., Widyatama, U., & Bandung, K. (2025). Membaca Pikiran Pengguna dalam Strategi UX / UI ( Menciptakan Pengalaman Digital yang Menarik dan Berkesan ).

Purnomo, H., & P, R. A. A. A. (2024). OPTIMALISASI KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS MAHASISWA DI ERA DIGITALISASI MELALUI INTERVENSI ERGONOMI :

TINJAUAN TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM LINGKUNGAN

PENDIDIKAN. 05(02), 81–90.

Setiawan, H., Aurelia, C., Prasetyo, T. R., Aurellia, A., & Mandola, F. (2025). Analisis

        Kenyamanan    Ergonomis    Penggunaan    Hydropad     untuk    Mengurangi    Masalah

Musculoskeletal pada Pengemudi Ojek Online. 3, 1–11.