ERGONOMI DIGITAL: KUNCI KENYAMANAN DALAM DESAIN ANTARMUKA

Oleh: Dian Petrus

Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Pernahkah Anda merasa frustrasi, jari pegal, atau mata lelah dengan cepat saat menggunakan aplikasi tertentu? Desain digital yang tidak ergonomis seringkali bukan masalahnya.

Dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) (www.umri.ac.id), ergonomi digital dipelajari untuk memahami bagaimana sistem digital seharusnya dirancang agar selaras dengan kemampuan dan kenyamanan pengguna.

pendahuluan

Era digital saat ini, manusia berinteraksi dengan perangkat hampir sepanjang hari mulai dari smartphone, laptop, hingga tablet. Dalam Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), ergonomi digital menjadi faktor penting untuk memastikan teknologi tidak hanya berfungsi, tetapi juga nyaman, aman, dan efisien bagi penggunanya.

Ergonomi digital difokuskan pada penyesuaian desain sistem digital dengan kemampuan, keterbatasan, serta kebutuhan fisik dan kognitif manusia. Artikel ini akan membahas konsep ergonomi digital, dampaknya terhadap pengguna, serta bagaimana prinsip ini dapat diterapkan dalam desain antarmuka modern.

 

Gambar 1. Ilustrasi interaksi manusia dengan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Ergonomi Digital?

Ergonomi digital adalah penerapan prinsip ergonomi dalam konteks interaksi manusia dengan sistem digital. Tujuannya adalah mengurangi kelelahan, kesalahan penggunaan, serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna.

Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, ergonomi digital dipelajari sebagai bagian dari faktor manusia dalam desain sistem interaktif agar teknologi lebih berorientasi pada pengguna (user-centered design).

Gambar 2. Hubungan antara manusia, perangkat digital, dan lingkungan kerja.

 

Mengapa Ergonomi Digital Penting dalam Produk Digital?

Ergonomi digital memiliki peran besar dalam menentukan kualitas pengalaman pengguna. Sistem yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kesalahan penggunaan hingga gangguan kesehatan jangka panjang.

Beberapa alasan mengapa ergonomi digital sangat penting antara lain:

a.     Mengurangi kelelahan mata, tangan, dan tubuh

b.     Meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna

c.     Meminimalkan kesalahan akibat desain yang membingungkan

d.     Mendukung penggunaan sistem dalam jangka waktu lama

e.     Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pengguna terhadap produk digital

Dalam IMK, ergonomi digital berfungsi sebagai dasar untuk memastikan bahwa interaksi manusia dan komputer berlangsung secara alami dan tidak membebani pengguna.

Contoh Praktis Ergonomi Digital

Berikut beberapa contoh penerapan ergonomi digital dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Aplikasi Mobile Banking
    Tombol utama seperti “Transfer” atau “Bayar” dibuat besar dan mudah dijangkau ibu jari.
  2. Mode Gelap (Dark Mode)
    Mengurangi ketegangan mata saat digunakan dalam kondisi cahaya rendah.
  3. Formulir Online
    Label yang jelas, validasi otomatis, dan urutan input yang logis memudahkan pengguna mengisi data.

Gambar 3. Contoh antarmuka aplikasi dengan desain ergonomis.

 

Penutup

Ergonomi digital berperan penting dalam menjembatani interaksi antara manusia dan teknologi. Desain yang ergonomis mampu meningkatkan kenyamanan, mengurangi kelelahan, serta mendukung produktivitas pengguna. Dalam konteks Interaksi Manusia dan Komputer, ergonomi digital menjadi fondasi utama untuk menciptakan sistem yang benar-benar berpusat pada manusia.

 

Saya Dian Petrus merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id).

Referensi

Norman, D. A. (2013). The Design of Everyday Things. Basic Books.

Pheasant, S., & Haslegrave, C. M. (2016). Bodyspace: Anthropometry, Ergonomics and the Design of Work. CRC Press.

Sharp, H., Rogers, Y., & Preece, J. (2019). Interaction Design: Beyond Human–Computer Interaction. Wiley.