DIGITAL UNTUK SEMUA: MENGAPA AKSESIBILITAS BUKAN SEKADAR FITUR TAMBAHAN

Jeny Hudayani

Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Muhammadiyah Riau: www.umri.ac.id

E-mail: 240401294@student.umri.ac.id

Apa yang terjadi jika aplikasi yang sering kita gunakan sehari-hari menjadi susah diakses? Seperti tulisan kecil sehingga sulit diabaca, tombol yang tidak bisa diklik, ataupun video penting tanpa subtitle. Bagi Sebagian pengguna, kondisi ini merupakan sebuah gangguan dan menjadikannya hambatan nyata dalam beraktivitas. Pada perkembangan teknologi saat ini, kenyataannya masih banyak pengguna belum dapat merasakan kemudahan dari dunia digital.

Aksesibilitas menjadi isu penting dalam IMK. Aksesibilitas bukan hanya sekedar fitur, melainkan sebuah kebutuhan mendasar agar teknologi benar-benar dapat dirasakan diberbagai kalangan.

TEKNOLOGI ADA DI MANA-MANA, TAPI APAKAH SUDAH UNTUK SEMUA?

Banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa kita nikmati. Namun kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini. Teknologi sendiri merupakan hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan, yang terjadi didalam dunia pendidikan. Menurut (Oktavia Safitri et al., 2023) ada 6 fungsi teknologi yaitu; 1) Untuk bertahan hidup, 2) Mengelola alam, 3) Idealisasi kehidupan, 4) Relasi sosial, 5) Pembebasan diri dari determinisme, 6) kebutuhan spiritual.

Adanya teknologi mempermudah kita dalam mengerjakan berbagai hal, dan teknologi sudah dianggap menjadi sebuah alat yang diciptakan untuk mempermudah manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyata adanya teknologi kitab isa menjalin hubungan komunikasi dari berbagai penjuru dunia hanya menggunakan handphone.

Akan tetapi dibalik kemajuan teknologi ini, masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mengakses teknologi. Teks terlalu kecil, warna kurang kontras, video tanpa subtitle, bahkan aplikasi dengan navigasi yang rumit akan menjadi suatu hambatan bagi sebagian pengguna. Masalah tersebut tidak hanya dirasakan oleh penyandang disabilitas, masalah ini juga dirasakan oleh lansia ataupun pengguna yang memiliki keterbatasan perangkat.

Pada perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, kami mempelajari aksesibilitas bukan hanya fitur tambahan. Aksesibilitas juga berperan penting terhadap kemudahan pengguna, kenyamanan berinteraksi dengan system, dan pengalaman pengguna agar system digital dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh penggunanya.

 

APA ITU AKSESIBILITAS?

Aksesibilitas digital merupakan salah satu prinsip penting yang ada pada IMK. Aksesibilitas berkaitan bagaimana sebuah system, aplikasi ataupun antarmuka dapat dimanfaatkan oleh semua orang, termasuk pengguna yang memiliki keterbasatan fisik, sensorik, kognitif, maupun situasional. Dalam UX, aksesibilitas digital bukan hanya sebuah fitur khusus(Oktavia Safitri et al., 2023).

Dalam IMK, aksesibilitas digital mencakup penyediaan fitur seperti teks alternatif pada gambar, dukungan pembaca layar, navigasi keyboard, warna yang memadai, dan juga antarmuka yang terstruktur jelas dan juga konsisten. Ini bertujuan untuk mengurangi kesulitan interaksi yang akan dialami oleh pengguna yang memiliki keterbatasan tertentu. Aksesibilitas digital dalam IMK juga sejalan dengan prinsip WEB Content Accessibility Guidelines (WCAG), yaitu; 1) perceivable (konten dapat dipersepsi), 2) operable (dapat dioperasikan), 3) understandable (mudah dipahami), dan 4) robust (kompatibel dengan berbagai teknologi bantu).

 

MANFAAT AKSESIBILITAS

Berdasarkan prinsip IMK aksesibilitas memberikan dampak langsung bagi para penyandang disabilitas. Aksesibilitas membantu mereka untuk mengatasi masalah dalam mengakses informasi, layanan, dan aktivitas online. Seperti fitur pembaca layar, teks alternatif, atau mungkin navigasi sederhana dapat membantu pengguna yang memiliki keterbatasan visual, pendengaran, ataupun kognitif dalam mengakses konten-konten digital secara mandiri.

Orang tua atau lansia sering mengalami kesulitan membaca teks kecil, dan memahami navigas yang terlalu kompleks. Jika teknologi dirancang dengan prinsip yang inklusif, orang tua atau lansia dapat menggunakan layanan digital dengan mudah. Kertelibatan para lansia dalam desain teknologi digital sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan pada kalangan usia.

Selain itu, pengguna umum juga dapat merasakan manfaat dari aksesibilitas digital ini. Fitur-fiitur yang ada dibuat tidak hanya untuk penyandang disabilitas ataupun lansia, menurut (Ekin et al., 2025) aksesibilitas digital dapat meningkatkan pengalaman semua pengguna.

 

KESIMPULAN

Perkembangan teknologi membawa sangat banyak kemudahan dalam kehidupan, terkhususnya dalam bidang komunikasi dan akses informasi. Tetapi, kemajuan tersebut belum tentu bisa dirasakan oleh semua orang dikarenakan masih banyaknya hambatan dalam mengakses teknologi digital. Masalahnya seperti tampilan yang tidak ramah pengguna, navigasi yang rumit, serta kurangnya fitur yang mendukung menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pengguna lain yang memiiki keterbatasan tertentu. Melalui perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, kami dapat memahami bawah aksesibilitas sendiri bukan hanya sebuah fitur tambahan, tetapi bagian penting dari perancangan system digital.

 

REFERENSI

Ekin, M., Krejtz, K., & Duarte, C. (2025). Impact of web accessibility on cognitive engagement in individuals without disabilities : Evidence from a psychophysiological study. 1–26. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0328552

Oktavia Safitri, A., Ayu handayani, P., & Tri Herlambang, Y. (2023). MANUSIA DAN TEKNOLOGI: STUDI FILSAFAT TENTANG PERAN TEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL. 2(4), 13157–13171.