CURB CUT EFFECT : AKSESIBEL YANG MENGUNTUNGKAN SEMUA ORANG
CURB CUT EFFECT : AKSESIBEL YANG MENGUNTUNGKAN SEMUA ORANG
Oleh : Miftahul Fikria Syafitri
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Pernahkah kamu menggunakan subtitle saat menonton video, padahal kamu tidak mengalami penggangguan pendengaran? Atau merasa terbantu dengan fitu mode gelap pada smartphone? Jika iya, tanpa sadar kamu sudah merasakan Curb Cut Effect. Konsep ini membuktikan bahwa desain aksesibel tidak hanya membantu penyandang disabilitas, tetapi juga semua orang.
Dalam perkuliahan Interaksi Manusia Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, kami mempelajari bagaimana desain yang baik harus inklusif, mudah digunakan, dan bermanfaat luas. Artikel ini akan membahas bagaimana Curb Cut Effect bekerja dan mengapa prinsip ini penting dalam dunia digital saat ini.
Pembahasan
1. Apa itu Curb Cut Effect?
Curb Cut Effect berasal dari desain trotoar yang memiliki potongan landai (ramp) agar kursi roda bisa melintas. Awalnya dibuat khusus untuk penyandang disabilitas, tetapi ternyata ini juga dapat membantu orang tua dengan stroller, memudahkan orang membawa koper, dan nyaman untuk pesepeda
Intinya adalah desain yang awalnya dibuat untuk kebutuhan khusus justru menguntungkan semua pengguna. Dalam konteks digital, prinsip ini sangat relevan dengan aksesibilitas web dan aplikasi.
2. Contoh Curb Cut Effect dalam Dunia Digital
Berikut beberapa contoh nyata yang sering kita gunakan:

Contoh Curb Cut Effect di dunia digital 1
· Subtitle & Closed Caption
Awalnya untuk tunarungu justru kini sangat berguna saat menonton di tempat ramai dan tidak ingin menyalakan suara.
· Mode Gelap (Dark Mode)
Membantu pengguna dengan sensitivitas cahaya, dan sekarang populer dikarenakan lebih nyaman di malam hari dan menghemat baterai
· Zoom dan Text Resize
Dirancang untuk pengguna low vision dan sekarang dipakai semua orang saat membaca teks kecil dan presentasi di layar besar
Fitur aksesibilitas sering berubah menjadi fitur utama yang digunakan massal.
3. Mengapa Curb Cut Effect Penting dalam UI/UX?
Dalam dunia UI/UX Design, Curb Cut Effect menunjukkan bahwa Desain inklusif sama dengan desain cerdas. Produk menjadi lebih mudah digunakan, menjangkau lebih banyak user, dan meningkatkan kepuasan pengguna.
Bagi mahasiswa IT, khususnya di Universitas Muhammadiyah Riau, memahami ini penting agar kita tidak hanya fokus pada fungsi tetapi juga pengalaman pengguna (UX).
4. Studi Kasus Singkat
WhatsApp – Voice Note Playback Speed
Awalnya ini dibuat untuk pengguna dengan keterbatasan waktu dan pengguna berkebutuhan khusus. Lalu sekarang ini digunakan oleh hampir semua orang mempercepat komunikasi. Ini contoh nyata bagaimana fitur aksesibilitas berubah jadi fitur popular.
5. Demo Audit Aksesibilitas
Sebagai contoh praktik, kita bisa melakukan audit aksesibilitas sederhana. Dibawah ini kita menggunakan tools gratis yaitu WAVE (browser extention)

Contoh hasil audit WAVE 1
Kita mengecek kontras warna, alt text gambar, truktur heading. Ini sering dipraktikkan dalam pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau untuk meningkatkan kesadaran aksesibilitas.
Kesimpulan
Curb Cut Effect mengajarkan kita bahwa desain aksesibel bukanlah sebuah kompromi, melainkan justru menciptakan produk yang lebih baik dengan dampak yang semakin luas seiring meningkatnya inklusivitas desain. Oleh karena itu, hal konkret yang bisa kamu lakukan adalah mulai memperhatikan aspek aksesibilitas saat membuat aplikasi, seperti menggunakan kontras warna yang baik, memilih font yang mudah dibaca, serta menyusun struktur navigasi yang jelas.
Selain itu, cobalah untuk melakukan audit terhadap website atau aplikasi milikmu sendiri agar pengalaman pengguna menjadi lebih nyaman dan ramah bagi semua orang. Menurut kamu, fitur apa yang awalnya dibuat untuk aksesibilitas tapi sekarang sering kamu gunakan? Tulis di kolom komentar dan mari diskusi!
Tentang Penulis
Miftahul Fikria Syafitri merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika di Universitas Muhammadiyah Riau yang memiliki minat khusus di bidang teknologi informasi, terutama pada kajian Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Penulisan artikel ini dilakukan sebagai bagian dari tugas pembelajaran pada mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai program studi kami, silakan kunjungi situs resmi www.umri.ac.id.Referensi
- Microsoft Design – Curb Cut Effect https://inclusive.microsoft.design
- W3C – Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) https://www.w3.org/WAI
- Nielsen Norman Group – Accessibility in UX https://www.nngroup.com
- Interaction Design Foundation – Inclusive Design https://www.interaction-design.org