Bagaimana Warna dan Kontras Mempengaruhi Kenyamanan Visual Pengguna
Pernahkah anda merasa kesulitan membaca teks atau menemukan tombol pada sebuah aplikasi? Masalah tersebut sering sekali terjadi karena warna dan kontras nya yang kurang tepat.
Seperti yang kita ketahui, banyak dari kita yang menggunakan sosial media agar kita dapat saling terhubung satu sama lain. Sehingga, elemen visual seperti warna dan kontras tidak lagi berfungsi sebagai estetika semata, melainkan juga menjadi fondasi utama dalam membentuk pengalaman pengguna.
Kontras dapat membantu mata pengguna untuk mengenali dan membedakan setiap elemen pada tampilan antarmuka. Sementara itu, pemilihan warna yang tepat mampu menciptakan suasana serta memengaruhi emosi pengguna saat berinteraksi. Artikel ini bertujuan untuk membahas lebih dalam kedua aspek tersebut.
Pentingnya Kontras
Kontras merupakan perbedaan tingkat kecerahan baik itu teks atau elemen dengan latar belakang. Jika perbedaan tingkat kecerahannya rendah, hal tersebut dapat membuat mata menjadi mudah lelah karena perlu bekerja lebih keras untuk memproses informasi yang dapat berakibat kepada sakit kepala jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.
Membuktikkan bahwa kontras yang tidak sesuai merupakan masalah yang lumrah dalam desain Interface digital. Pedoman aksebilitas internasional WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) bukan hanya untuk formalitas semata, tetapi sebagai langkah kepedulian terhadap para pengguna itu sendiri.
Psikologi Warna dalam Desain UI
Fungsi warna bukan hanya agar tampilan menjadi tampak menarik, tetapi juga mengandung makna untuk para pengguna. Contoh nyata tentang penerapan psikologi warna dalam desain UI yang strategis. Misalnya developer melakukan pemilihan warna biru untuk menjadi warna dominan untuk interface buatan nya. Namun hal itu bukan hanya sebagai unsur estetika, pemilihan warna biru yang seringkali digunakan oleh perusahaan perbankan atau instansi besar lainnya justru merujuk pada efek psikologis dari warna tersebut, yang memiliki arti ketenangan, kejujuran, kepercayaan dan stabilitas. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan kesan awal para pengguna terhadap citra perusahaan. Contoh lainnya yaitu merah yang biasa diartikan sebagai simbol warning atau peringatan bagi pengguna jika ada sesuatu hal yang penting atau mendesak.
Konsistensi dan Hierarki Visual
Konsitensi dan Hierarki visual merupakan kombinasi dari dua hal, kontras dan warna. Hierarki ini berfungsi sebagai pemandu bagi pengguna untuk dapat menunjukkan informasi penting dalam interface. Penempatan elemen penting di tempat strategis seperti pada laman beranda dapat memberikan informasi secara langsung sekaligus memudahkan pengguna untuk mengakses interface.
Contoh 1: Media Sosial "X" (Twitter)
Interface yang digunakan, menggunakan kontras yang tinggi antara teks putih dengan latar belakang hitam. Sedangkan, tombol utama untuk membuat postingan, ikon angka pada notifikasi menggunakan warna biru kontras dan juga konsisten, sehingga mudah untuk ditemukan.
Contoh 2: Website dengan Aksesibilitas Buruk
Banyak blog atau situs lama yang menggunakan kombinasi warna yang membuat si pembaca menjadi pusing akibat kontras dan juga warna nya yang nabrak. Seperti penggunaan warna teks berwarna abu abu dan berlatar belakang berwarna kuning, sehingga teks tersebut menjadi sulit untuk dibaca. Terutama bagi pengguna lanjut usia, dan hal ini dapat berpotensi melanggar aksesibilitas.
Penutup
Dari Pembahasan tersebut, warna dan kontras merupakan salah satu alat yang paling penting dalam perancangan interface. Warna dan kontras merupakan dasar kemudahan bagi para pengguna. Dengan begitu, diharapkan bagi perancang untuk dapat menciptakan produk digital yang tidak hanya memperhatikan estetika, tetaoi juga kenyamanan pengalaman pengguna.
Pemahaman mendalam mengenai interaksi manusia dan komputer ini merupakan bagian dari kurikulum Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Referensi
Febriani, S., Sutabri, T., & Abdillah, L. A. (2023). Perancangan UI / UX Aplikasi Sistem Informasi Layanan Administrasi dalam Perspektif Psikologi Menggunakan Metode Prototype Mahasiswa Universitas Bina Darma dalam melaksanakan kegiatan akademik kebutuhan pengguna hingga pengguna dapat merasa senang dan pua. Jurnal Teknlogi Informatika dan Komputer MH. Thamrin, 9(2), 1088–1103.
Nurendra, M., Az-zahra, H. M., & Aknuranda, I. (2022). Evaluasi Aksesibilitas Portal Akademik dan Pembelajaran Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya berdasarkan Web Content Accessibility Guidelines ( WCAG ). Kohesi : Jurnal Sains dan Teknologi, 6(10), 5056–5063.
Wijaya, A. S., & Testiana, G. (2026). Perancangan UI / UX Website Menggunakan Figma di
Politeknik Pariwisata Palembang. Journal Of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 9981–9992.
Artikel ini ditulis oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, program studi Teknik Informatika (www.umri.ac.id)
