Bagaimana Tunanetra Menggunakan Internet? Mengenal Teknologi Aksesibilitas Digital yang Membuka Akses untuk Semua
Bagaimana Tunanetra Menggunakan Internet?
Mengenal Teknologi Aksesibilitas Digital yang Membuka Akses untuk Semua
Aslam Abdurrazik
240401012@student.umri.ac.id
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
Lead
Pernah kepikiran nggak sih, gimana caranya teman-teman tunanetra pakai Instagram, baca berita, atau belanja online?
Padahal kebanyakan aplikasi dan website itu fokusnya ke tampilan visual. Tapi nyatanya, mereka tetap bisa akses internet berkat bantuan teknologi yang namanya screen reader.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas dengan santai gimana cara kerja screen reader, kenapa teknologi ini penting, dan perannya dalam dunia aksesibilitas digital khususnya yang berkaitan sama pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau.
Apa Itu Screen Reader
Screen reader itu semacam software yang ngebantu teman-teman tunanetra atau yang penglihatannya terbatas buat pakai HP atau komputer.
Caranya dengan membacakan isi layar lewat suara.
Fungsinya lumayan lengkap, kayak:
· Ngebacain teks di layer
· Nyebutin tombol dan menu
· Jelasin susunan halaman web
· Ngebantu navigasi tanpa harus lihat layar
Beberapa screen reader yang sering dipakai:
· NVDA (gratis, buat Windows)
· JAWS (versi berbayar)
· VoiceOver (di iPhone & Mac)
· TalkBack (di Android)
Jadii Intinya, kalau pakai screen reader, layar itu didengar, bukan dilihat.

Gambar 1. Ilustrasi pengguna tunanetra menggunakan laptop dengan screen reader
Sumber : Freepik
Cara Kerja Screen Reader
1. Membaca Struktur, Bukan Tampilan
Kalau pengguna biasa melihat:
“Oh ini judul, ini tombol login, ini menu”
Pengguna screen reader akan mendengar:
“Heading level 1 itu Beranda ya”
“Button itu Login ternyata”
“Link itu Daftar ya”
Artinya, struktur website harus jelas, supaya screen reader bisa membacanya dengan benar.
2. Navigasi Pakai Keyboard & Gesture
Pengguna screen reader itu jarang memakai mouse.
Mereka itu lebih sering pakai:
Keyboard (di laptop/PC)
· Tab itu sama artinya dengan : pindah ke tombol atau link berikutnya
· Enter itu sama artinya dengan : membuka link / tombol
· H itu sama artinya dengan : lompat ke heading
· B itu sama artinya dengan lompat ke tombol
· F itu sama artinya dengan lompat ke form
Gesture (di HP)
· Swipe kiri/kanan mereka mengartikan : pindah elemen
· Tap dua kali mereka mengartikan : memilih elemen
· Swipe ke atas/bawah mereka mengartikan : navigasi cepat
Semua ini dibantu oleh suara dari screen reader.
3. Contoh Penggunaan Nyata
Misalnya pengguna ingin login ke website:
1. Tekan H berarti mereka sedang mencari : heading “Login”
2. Tekan Tab berarti mereka sedang mencari : pindah ke kolom email
3. Tekan Tab berarti mereka sedang mencari : pindah ke password
4. Tekan Enter berarti mereka sedang mencari : klik tombol login
Semua dilakukan tanpa melihat layar.

Gambar 2. Diagram cara kerja screen reader membaca struktur website dan menyampaikannya dalam bentuk suara kepada pengguna tunanetra.
Sumber : Dokumentasi Pribadi Canva
Kenapa Screen Reader Penting dalam IMK?
Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, kita belajar bahwa sistem yang baik itu bukan cuma yang berfungsi aja, tapi juga bisa digunakan oleh semua orang.
Screen reader membantu kita:
- Mendesain UI yang inklusif
- Memahami kebutuhan pengguna disabilitas
- Membuat website yang ramah semua kalangan
Website yang aksesibel itu lebih manusiawi dan lebih profesional.

Gambar 3. Ilustrasi desain web inklusif untuk semua pengguna
Sumber : Dokumentasi pribadi Canva
Contoh Penerapan yang Baik
Website yang ramah sama screen reader biasanya punya beberapa ciri, misalnya:
· Judul (heading) yang rapi
· Tombol yang jelas fungsinya
· Gambar ada keterangan (alt text)
· Navigasinya simpel, nggak ribet
· Struktur HTML-nya benar
Contohnya bisa kita temuin di:
Website pemerintahan
Portal kampus
Platform belajar online
Semua jenis website ini sebenarnya bisa diatur biar teman-teman tunanetra juga nyaman waktu ngaksesnya.
Kesimpulan
Screen reader itu bukan sekadar alat bantu, tapi jadi penghubung supaya teman-teman tunanetra juga bisa menikmati dunia digital dengan nyaman.
Sebagai mahasiswa Informatika, apalagi di Universitas Muhammadiyah Riau, kita punya tanggung jawab buat:
· Ngerancang sistem yang inklusif
· Mikirin semua jenis pengguna
· Nggak cuma fokus ke tampilan visual doang
Soalnya, teknologi yang keren itu bukan cuma yang bagus dilihat, tapi juga bisa dipakai sama semua orang.
Yuk, mulai lebih peduli sama aksesibilitas digital dari sekarang!
Branding UMRI
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Program Studi Teknik Informatika,
Universitas Muhammadiyah Riau.
Untuk informasi lebih lanjut tentang UMRI, kunjungi:
https://www.umri.ac.id
Daftar Pustaka
1. Southwell, K. L., & Slater, J. (2013). An evaluation of finding aid accessibility for screen readers.
Information Technology and Libraries.
2. Wandi Syahindra, N., Dahniarti, N., Sari, N., & Murlena. (2025). Penerapan screen reader dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SLB-N Rejang Lebong.
Jurnal Kontribusi.
3. Nur’aisah, E., Halawati, F., & Destiyanti, I. C. (2022). Pengembangan teknologi pembelajaran tunanetra berbasis screen reader NVDA.
Jurnal Pendidikan dan Konseling.
4. Patel, R. (2025). Screen reader AI: A conversational web-accessibility assistant.
International Journal of Engineering, Science and Information Technology.
5. Oh, U., Joh, H., & Lee, Y. (2021). Image accessibility for screen reader users: A systematic review and a road map.
Electronics, 10(8), 953.
Disclosure Penggunaan AI
Artikel ini disusun dengan bantuan AI (ChatGPT) untuk brainstorming, outline, dan proofreading,
namun seluruh isi telah disesuaikan dan diedit dengan pemahaman pribadi.