Bagaimana Ergonomi Digital Mempengaruhi Kenyamanan Pengguna
Pernah merasa cepat lelah, bingung, atau bahkan stres saat harus berhadapan dengan berbagai aplikasi dan sistem digital dalam waktu lama? Di era digital saat ini, manusia tidak lagi hanya menggunakan teknologi sebagai alat bantu, tetapi berinteraksi langsung dengan antarmuka digital hampir sepanjang hari. Kenyamanan dalam menggunakan sebuah sistem tidak hanya ditentukan oleh fitur yang lengkap, tetapi juga oleh bagaimana antarmuka tersebut dirancang agar mudah dipahami, tidak membebani pikiran, dan nyaman digunakan. Oleh karena itu, ergonomi digital menjadi aspek penting dalam desain antarmuka, karena berperan besar dalam menciptakan pengalaman pengguna yang lebih nyaman, efisien, dan mendukung produktivitas di tengah intensitas penggunaan teknologi yang semakin tinggi.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan informasi. Saat ini, hampir seluruh aktivitas dilakukan melalui antarmuka digital, mulai dari aplikasi komunikasi, sistem pembelajaran, hingga perangkat lunak pendukung pekerjaan. Kondisi ini membuat manusia tidak lagi sekadar menggunakan teknologi sebagai alat, tetapi berinteraksi secara intens dengan berbagai interface digital dalam waktu yang lama setiap harinya. Oleh karena itu, aspek kenyamanan dalam penggunaan sistem digital menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Selama ini, ergonomi sering dipahami sebatas pada pengaturan kursi, meja, atau posisi tubuh agar terhindar dari cedera fisik. Namun, seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital, konsep ergonomi mengalami perluasan makna. Ergonomi digital hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menekankan bahwa desain antarmuka juga memiliki peran besar dalam menentukan kenyamanan pengguna. Antarmuka yang dirancang tanpa mempertimbangkan cara manusia menerima, memproses, dan memahami informasi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti kelelahan, kebingungan, hingga stres dalam penggunaan teknologi.
Dalam jurnal yang didapat, menjelaskan bahwa antarmuka digital pada dasarnya berfungsi sebagai lingkungan kerja kognitif bagi pengguna. Desain interface yang kurang ergonomis tidak hanya berdampak pada efisiensi kerja, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan dan produktivitas pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa ergonomi digital bukan sekadar persoalan tampilan atau estetika, melainkan berkaitan langsung dengan pengalaman pengguna secara menyeluruh. Oleh sebab itu, memahami dan menerapkan prinsip ergonomi digital dalam desain antarmuka menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem yang nyaman, mudah digunakan, dan mendukung aktivitas pengguna di era digital[1].
Pembahasan
- Apa Itu Ergonomi Digital dan Mengapa Penting?
Ergonomi digital merupakan penerapan prinsip ergonomi dalam perancangan antarmuka digital dengan tujuan menyesuaikan sistem teknologi terhadap kemampuan dan keterbatasan manusia. Ergonomi ini menekankan bahwa desain antarmuka tidak boleh hanya berorientasi pada tampilan visual, tetapi harus mempertimbangkan aspek kognitif, sensorik, dan perilaku pengguna[2]. Dengan demikian, teknologi digital dirancang untuk mendukung kenyamanan dan efisiensi interaksi, bukan justru membebani penggunanya.
Chen (2023) menegaskan bahwa banyak permasalahan pada antarmuka digital, seperti tampilan yang tidak intuitif, fungsi yang terlalu kompleks, dan respon sistem yang tidak efektif, muncul akibat kurangnya pemahaman desainer terhadap prinsip ergonomi. Hal ini menunjukkan bahwa kegagalan desain UI bukan semata persoalan teknis, melainkan kesalahan dalam memahami kebutuhan dan kemampuan pengguna. Oleh karena itu, ergonomi digital menjadi elemen mendasar dalam menciptakan antarmuka yang mudah digunakan.
Perkembangan perangkat digital modern, khususnya aplikasi mobile dan sistem pintar, menuntut penerapan ergonomi yang lebih serius. Pola penggunaan yang intens dan berlangsung dalam waktu lama berpotensi menimbulkan kelelahan visual, kesalahan operasional, serta menurunkan kenyamanan pengguna apabila antarmuka tidak dirancang secara ergonomis. Kondisi ini menegaskan bahwa ergonomi digital bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam desain antarmuka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa antarmuka yang dirancang berdasarkan prinsip ergonomi memiliki tingkat usability dan inklusivitas yang lebih baik dibandingkan antarmuka konvensional. Antarmuka ergonomis mampu mengurangi kesalahan, mempercepat penyelesaian tugas, serta meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa ergonomi digital berperan penting dalam memastikan kualitas dan kenyamanan pengalaman pengguna dalam menggunakan produk digital.
- Pengaruh Desain Tampilan terhadap Kenyamanan Pengguna
Desain tampilan antarmuka digital memiliki pengaruh langsung terhadap kenyamanan pengguna, terutama melalui elemen visual seperti warna dan tipografi. Jurnal ini menegaskan bahwa warna dan tipografi bukan sekadar unsur estetika, tetapi faktor utama yang membentuk pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi atau situs web[3]. Warna berperan dalam memengaruhi emosi, fokus, dan persepsi pengguna, sementara tipografi menentukan tingkat keterbacaan serta kenyamanan membaca di layar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasakan kenyamanan yang lebih tinggi pada antarmuka dengan warna latar belakang yang tidak mencolok, khususnya warna gelap, karena mampu mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan fokus. Warna yang terlalu terang atau bertabrakan justru menurunkan kenyamanan dan membuat pengguna cepat lelah. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pemilihan warna yang tepat merupakan aspek krusial dalam desain tampilan antarmuka digital.

Gambar 1.1 Tampilan dari Aplikasi WhatsApp Mode
Sebagai contoh sehari-hari kita, perbandingan tampilan antarmuka WhatsApp pada mode terang dan mode gelap dapat memperlihatkan perbedaan kenyamanan visual yang cukup jelas. Tampilan mode gelap terasa lebih nyaman ketika digunakan dalam waktu lama karena cahaya layar tidak terlalu menyilaukan, sedangkan mode terang cenderung membuat mata lebih cepat lelah.
Selain warna, tipografi terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan pengguna. Jenis huruf yang sederhana dan mudah dibaca, terutama sans-serif dengan ukuran yang proporsional, dinilai paling nyaman oleh berbagai kelompok usia. Tipografi yang terlalu dekoratif, ukuran teks yang terlalu kecil, serta pengaturan spasi yang kurang baik cenderung menyulitkan pembacaan dan meningkatkan beban visual pengguna.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa kenyamanan pengguna tidak hanya ditentukan oleh warna atau tipografi secara terpisah, tetapi oleh kombinasi keduanya yang konsisten dan seimbang. Ketidaksesuaian antara warna latar dan teks, serta inkonsistensi penggunaan font dalam satu antarmuka, dapat menurunkan usability dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, desain tampilan antarmuka yang memperhatikan harmoni warna dan tipografi secara menyeluruh terbukti berperan penting dalam menciptakan pengalaman pengguna yang nyaman dan efektif.
- Kenyamanan Pengguna dalam Menggunakan Aplikasi Digital
Kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi digital sangat dipengaruhi oleh kualitas desain UI dan UX yang diterapkan. Ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah aplikasi, khususnya aplikasi dompet digital, tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fitur, tetapi oleh sejauh mana pengguna merasa mudah, aman, dan nyaman saat berinteraksi dengan aplikasi tersebut. Desain antarmuka yang jelas, alur penggunaan yang sederhana, serta tampilan yang mudah dipahami menjadi faktor utama dalam menciptakan pengalaman pengguna yang positif.
Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa aspek kejelasan (perspicuity) dan efisiensi (efficiency) memiliki peran paling besar dalam menentukan kenyamanan pengguna. Aplikasi yang mudah dipelajari dan tidak memerlukan banyak langkah untuk menyelesaikan transaksi membuat pengguna merasa lebih terbantu dan tidak terbebani. Pengguna cenderung merasa nyaman ketika dapat memahami fungsi aplikasi tanpa harus membaca panduan panjang atau mengalami kebingungan saat bernavigasi.

Gambar 1.2 Tampilan Dashboard Aplikasi Dana
Sebagai contoh, penggunaan tangkapan layar dashboard aplikasi dompet digital DANA menunjukkan bagaimana menu utama dan informasi dasar disajikan secara jelas dan terstruktur. Informasi saldo, fitur transaksi, serta ikon menu ditampilkan dalam satu tampilan tanpa membuat pengguna harus berpindah halaman berulang kali. Desain seperti ini memudahkan pengguna memahami fungsi aplikasi sejak awal dan mengurangi potensi kebingungan saat melakukan transaksi.
Selain itu, kenyamanan pengguna juga dipengaruhi oleh tampilan visual dan konsistensi antarmuka. Desain yang rapi, penggunaan ikon yang familiar, serta tata letak menu yang konsisten membantu pengguna merasa lebih percaya diri saat menggunakan aplikasi[4]. Jurnal ini juga mencatat bahwa meskipun aspek daya tarik visual sudah cukup baik, masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal kebaruan desain agar pengguna tidak merasa bosan atau monoton.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa kenyamanan pengguna dalam aplikasi digital hanya dapat dicapai apabila desain UI/UX benar-benar berorientasi pada kebutuhan pengguna. Prinsip desain berpusat pada pengguna, seperti kemudahan belajar, efisiensi interaksi, dan kejelasan informasi, menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman penggunaan aplikasi yang nyaman dan berkelanjutan.
- Masalah yang Sering Dialami Pengguna Akibat Desain Digital
Pernahkah pengguna merasa bingung saat pertama kali membuka sebuah aplikasi, padahal fitur yang disediakan sebenarnya cukup sederhana? Kondisi seperti ini sering muncul akibat desain digital yang kurang memperhatikan cara pengguna memahami dan berinteraksi dengan antarmuka[5]. Tampilan yang tidak jelas, susunan menu yang rumit, serta informasi yang ditampilkan secara berlebihan dapat membuat pengguna kesulitan menjalankan fungsi dasar aplikasi.
Masalah lain yang kerap dirasakan adalah meningkatnya beban berpikir saat menggunakan aplikasi. Apakah pengguna harus berpikir terlalu lama hanya untuk mencari satu menu atau menyelesaikan satu proses? Ikon yang tidak familiar, istilah yang sulit dipahami, serta tata letak yang tidak konsisten membuat pengguna harus menebak langkah berikutnya. Akibatnya, proses yang seharusnya cepat justru terasa melelahkan dan tidak efisien.
Selain membingungkan, desain visual yang kurang tepat juga berdampak pada kenyamanan fisik pengguna. Pernahkah mata terasa cepat lelah setelah menatap layar aplikasi dalam waktu lama? Warna yang terlalu terang, kontras teks yang rendah, serta ukuran huruf yang terlalu kecil sering menjadi penyebab utama ketidaknyamanan visual. Jika hal ini terus terjadi, kenyamanan dan minat pengguna dalam menggunakan aplikasi dapat menurun.
Oleh karena itu, berbagai permasalahan tersebut menunjukkan bahwa desain UI/UX memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman pengguna. Desain digital perlu disusun dengan mempertimbangkan kemudahan dipahami, konsistensi tampilan, serta kenyamanan visual agar pengguna dapat berinteraksi dengan aplikasi tanpa merasa terbebani. Jika aspek-aspek tersebut diabaikan, pengguna berpotensi mengalami kebingungan, kelelahan visual, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas sederhana. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan desain yang sederhana dan berfokus pada kebutuhan pengguna menjadi langkah penting untuk meminimalkan masalah penggunaan dan meningkatkan kenyamanan dalam berinteraksi dengan aplikasi digital.
Kesimpulan
Ergonomi digital memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan sistem dan aplikasi digital. Di tengah intensitas penggunaan teknologi yang semakin tinggi, desain antarmuka tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai aspek visual, melainkan sebagai lingkungan interaksi yang memengaruhi cara pengguna memahami, memproses, dan menggunakan informasi. Oleh karena itu, penerapan prinsip ergonomi digital menjadi kebutuhan utama dalam perancangan antarmuka modern.
Pembahasan menunjukkan bahwa desain tampilan, khususnya pemilihan warna dan tipografi, berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual pengguna. Warna yang tidak mencolok serta tipografi yang mudah dibaca mampu mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan fokus, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan sistem dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa terbebani. Selain itu, konsistensi tampilan dan harmoni elemen visual turut mendukung pengalaman pengguna yang lebih nyaman dan efektif.
Kenyamanan pengguna juga sangat ditentukan oleh kualitas desain UI dan UX dalam aplikasi digital. Antarmuka yang jelas, alur penggunaan yang sederhana, serta penyajian informasi yang terstruktur terbukti memudahkan pengguna dalam memahami fungsi aplikasi dan menyelesaikan tugas secara efisien. Sebaliknya, desain digital yang kurang ergonomis berpotensi menimbulkan kebingungan, meningkatkan beban kognitif, dan menurunkan kenyamanan serta minat pengguna.
Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa ergonomi digital merupakan faktor kunci dalam menciptakan pengalaman pengguna yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan. Penerapan desain yang berorientasi pada pengguna, sederhana, dan konsisten tidak hanya meningkatkan usability, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan produktivitas pengguna dalam jangka panjang. Dengan demikian, ergonomi digital perlu menjadi perhatian utama bagi perancang sistem dan aplikasi di era digital saat ini.
Artikel ini ditulis oleh Hany Nafisya, NIM 240401031, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Muhammadiyah Riau, sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Melalui artikel ini, penulis berupaya memahami peran faktor manusia dalam interaksi dengan sistem digital, khususnya melalui penerapan User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang berorientasi pada kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui situs resmi https://www.umri.ac.id.
Penggunaan AI Tools
Dalam penyusunan artikel ini, penulis menggunakan bantuan AI tools (seperti ChatGPT) secara terbatas untuk keperluan brainstorming ide seperti membantu pemahaman awal terhadap beberapa jurnal referensi agar penulis bisa mengerti konsep/alur yang ingin dipaparkan. Seluruh isi artikel disusun berdasarkan pemahaman dan analisis penulis sendiri sesuai dengan konteks mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Gambar ilustrasi yang digunakan merupakan hasil bantuan AI sebagai pendukung visual.
Referensi
[1] C. Arbelo, “Digital Interface Ergonomics : Beyond Physical Comfort,” vol. 15,no. 1000415, pp. 1–2, 2025, doi: 10.35248/2165-7556-25.15.415.
[2] Z. Chen, “Applied Mathematics and Nonlinear Sciences,” 2023.
[3] R. Chantika, P. M. Husania, T. Syahvina, R. Dini, S. R. Sitorus, and P. Sri, “Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Dampak Warna,” 2025.
[4] V. No and J. Hal, “Analisis Konseptual Desain UI UX pada Aplikasi Dompetku dalam Meningkatkan Pengalaman Pengguna,” vol. 3, no. 2, pp. 87–94, 2025.
[5] T. Zhang, R. C. Me, and H. Alli, “The Usability Issues Encountered in the Design Features of Intelligent Products for Older Adults in China : A Scoping Review,” 2023.