Apa Sih Itu User Experience(UX)? dan Mengapa Penting untuk Produk Media Digital?

Apa Itu User Experience (UX) dan Mengapa Penting untuk Produk Digital?

 

Agastia Arya Putra
Email: 240401076@student.umri.ac.id
S1 Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Riau

 

Hook

Pernahkah kamu merasa betah saat menggunakan satu aplikasi selama berjam-jam, tetapi langsung ingin menutup aplikasi lain meskipun menawarkan fungsi serupa? Hal ini sering dialami pengguna digital dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pembeda utamanya bukan terletak pada jumlah fitur, melainkan pada User Experience (UX).

UX ini berperan besar dalam memahami, menggunakan, dan menilai sebuah produk digital. Pengalaman yang baik akan membuat pengguna merasa nyaman dan terbantu, sedangkan pengalaman yang buruk cenderung menimbulkan frustrasi dan penolakan.

 

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong lahirnya berbagai aplikasi dan sistem interaktif dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna kini mempunyai banyak pilihan produk digital dengan fungsi yang relatif serupa. Dalam kondisi seperti itu, faktor pembeda utama tidak lagi hanya terletak pada kecanggihan teknologi, tetapi pada kualitas pengalaman yang dirasakan saat menggunakan produk tersebut.

User Experience (UX) berperan penting sebagai pendekatan yang menekankan pentingnya memahami kebutuhan, harapan, dan perilaku pengguna. Melalui UX, perancangan produk digital tidak hanya berfokus pada fungsi, tetapi juga pada kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan pengguna secara menyeluruh. Maka dari itu, pemahaman UX menjadi kunci utama dalam menciptakan produk digital yang relevan, efektif, dan mampu bertahan di tengah persaingan.

 

Apa Maksudnya User Experience (UX)?

Jadi, User Experience (UX) adalah keseluruhan pengalaman yang dirasakan pengguna ketika berinteraksi dengan suatu produk, sistem, atau layanan digital. User Experience tidak hanya berkaitan dengan tampilan antarmuka, tetapi juga mencakup aspek kognitif, emosional, dan fungsional dari interaksi tersebut(Ulang et al. 2023). Berdasarkan standar ISO 9241-210, UX didefinisikan sebagai persepsi dan respons seseorang yang muncul akibat penggunaan atau antisipasi penggunaan suatu sistem(Wiryawan 2011). Definisi ini menegaskan bahwa UX mencakup pengalaman sebelum, selama, dan setelah interaksi berlangsung.

Apa Saja Komponen Utama dalam User Experience?

Pengalaman pengguna yang baik tentunya dibentuk oleh komponen utama yang saling berkaitan(Saputra, Kania, and Kunci 2022). Nah, Setiap komponen memiliki peran penting dalam menciptakan interaksi yang efektif dan menyenangkan. Antara lain:

·    Usability: Bermaksud menggambarkan tingkat kemudahan pengguna dalam memahami dan menggunakan sistem untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.

  • Accessibility: Menunjukkan sejauh mana sistem dapat diakses oleh berbagai kalangan pengguna, termasuk pengguna dengan keterbatasan fisik atau kognitif.
  • Interaction Design: Berkaitan dengan perancangan alur interaksi, navigasi, serta respons sistem terhadap aksi pengguna.
  • Emotional Design: Fokus pada emosi dan perasaan yang muncul saat pengguna berinteraksi dengan produk digital.

 

Mengapa UX Penting Terutama untuk Produk Digital?

UX yang baik membantu pengguna menyelesaikan tujuan mereka dengan lebih cepat, lebih efisien, dan tanpa rasa kebingungan(Pelanggan 2021). Ketika alur penggunaan terasa jelas dan respons sistem mudah dipahami, pengguna akan merasa nyaman serta percaya pada produk digital tersebut. Rasa nyaman inilah yang mendorong pengguna untuk terus menggunakan aplikasi secara berulang(Sholaihah, Andrian, and Indonesia 2024).

Sebaliknya, UX yang buruk dapat membuat pengguna merasa frustrasi karena kesulitan memahami fungsi maupun navigasi sistem. Kesalahan penggunaan dapat terjadi lebih sering dan menurunkan kepercayaan pengguna terhadap produk(Saputra, Kania, and Kunci 2022). Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat pengguna meninggalkan aplikasi dan berdampak negatif bagi keberlanjutan produk digital.

 

Contoh Penerapan UX dalam Produk Digital

Untuk memahami peran UX secara lebih spesifik, berikut dua contoh aplikasi dengan UX yang relevan dengan kebiasaan pengguna dalam kehidupan sehari-hari.

Alfagift

Alfagift merupakan aplikasi belanja kebutuhan sehari-hari yang dirancang untuk memudahkan pengguna berbelanja tanpa harus datang langsung ke toko. Penerapan UX yang menonjol terlihat pada alur belanja yang sederhana, mulai dari pencarian produk, penambahan ke keranjang, hingga proses pembayaran yang ringkas dan mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru sangat terbantu dengan penggunaan yang efisien.

Selain itu, tampilan kategori produk yang jelas, informasi harga dan stok yang transparan, serta estimasi pengiriman membantu pengguna mengambil keputusan dengan cepat. Fitur notifikasi pesanan dan status pengiriman juga memberikan umpan balik yang konsisten, sehingga pengguna merasa tetap terkontrol selama proses transaksi berlangsung.

Gambar 1 Beranda Alfagift

 

Spotify

Siapa yang tidak mengenal Spotify? Spotify dikenal sebagai aplikasi streaming musik dengan UX yang berfokus pada kenyamanan dan preferensi pengguna. Penerapan UX terlihat jelas pada desain navigasi yang serderhana, di mana pengguna dapat dengan mudah menemukan musik, podcast, atau playlist sesuai kebutuhan pengguna.

Desain navigasi Spotify dibuat dengan pembagian menu yang jelas seperti beranda, pencarian, dan koleksi. Kontrol pemutaran yang sederhana serta respons aplikasi yang cepat membantu pengguna berinteraksi tanpa gangguan, sehingga menciptakan pengalaman betah serta mendengarkan musik yang nyaman.

Gambar 2 Tampilan Beranda Spotify

 

Kesimpulan

Nah jadi, User Experience (UX) merupakan aspek fundamental dalam pengembangan produk digital karena berhubungan langsung dengan kenyamanan, kepuasan, dan kepercayaan pengguna. Produk dengan UX yang dirancang secara baik tidak hanya memudahkan pengguna menyelesaikan tugas, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Maka, hal inilah yang membuat UX menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah produk digital di tengah persaingan yang semakin ketat.

Melalui pemahaman konsep dan penerapan UX yang tepat, pengembang dan desainer dapat menghadirkan produk yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna. UX membantu menjembatani tujuan bisnis dengan harapan pengguna, sehingga tercipta interaksi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan kata lain, UX bukan sekadar pelengkap desain, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas produk digital.

Call-To-Action

Sebagai pengguna aplikasi, coba deh perhatikan lagi aplikasi yang sering kamu pakai sehari-hari. Apakah aplikasi tersebut mudah dipahami, nyaman digunakan, dan sesuai dengan kebutuhanmu? Refleksi sederhana ini bisa jadi langkah awal untuk memahami pentingnya UX dan mendorong terciptanya produk digital yang lebih human-centered dan bernilai bagi penggunanya. Dengan memahami konsep dan komponen UX, developer serta desainer bisa menciptakan sistem yang nggak cuma fungsional, tapi juga nyaman dan bermakna untuk kedepannya.

 

Kenal Lebih Dekat Dengan UMRI

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut tentang program studi kami,  kunjungi: https://www.umri.ac.id/

 

Referensi

Pelanggan, Kepuasan. 2021. “Jurnal Sosial Humaniora Terapan USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE UNTUK MENGELOLA.” 3(2).

Saputra, Dandi, Rafiati Kania, and Kata Kunci. 2022. “Implementasi Design Thinking Untuk User Experience Pada Penggunaan Aplikasi Digital.” : 13–14.

Sholaihah, Lutfiah Anisa, Rian Andrian, and Universitas Pendidikan Indonesia. 2024. “UI UX DESIGN : SENI KERAJINAN YANG MELIBATKAN PENGALAMAN.” 10(1): 49–54.

Ulang, Beli, Akun Netflix, Jl Muara, Muntai No, and Gunung Kelua. 2023. “1 , 2 1,2.” 2(4): 1645–58.

Wiryawan, Mendiola B. 2011. “USER EXPERIENCE ( UX ) SEBAGAI BAGIAN DARI PEMIKIRAN DESAIN DALAM PENDIDIKAN TINGGI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL.” 2(2): 1158–66.