Analisis Hick's Law terhadap Efisiensi Pengambalian Keputusan Pengguna
Analisis Hick's Law terhadap Efisiensi Pengambalian Keputusan Pengguna
Nayla Sifa Syabila 240401075
Universitas Muhammadiyah Riau
Correspondence: E-mail: 240401075@student.umri.ac.id,
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
Pernah merasa lama sekali hanya untuk memilih menu sebuah aplikasi?? Padahal niat awalnya sederhana, tetapi justru banyak pilihan ini membuat proses memilih terasa melelahkan. Situasi seperti sangat sering dialami oleh pengguna apalagi pada aplikasi dan website. Dalam dunia desain antarmuka, kondisi ini bisa disebut dengan Hick's Law.
Seiring berkembangnya sebuah teknologi digital, pengguna semakin sering menggunakan produk-produk digital atau sering berinteraksi dengan aplikasi yang berbasis antaarmuka. Desain yang baik seharusnya membantu para pengguna mengambil keputusan cepat dan nyaman. Namun, pada aplikasi atau website masih banyak yang memiliki antarmuka yang menampilkan penampilan yang terlalu banyak sekaligus, sehingga pengguna sering merasa bingung. Hick's Law menjadi salah satu prinsip dalam Interaksi Manusia Komputer yang membantu menjelaskan mengapa hal tersebut dapat menurunkan efisiensi pada pengambilan keputusan pengguna.
Apa Itu Hick's Law?
Hick's Law adalah hukum ini diperkenalkan oleh dua psikolog, William Edmund Hick dari Inggris dan Ray Hyman dari Amerika. Pada tahun 1952, mereka meneliti keterkaitan antara banyaknya stimulus yang diberikan dengan waktu reaksi seseorang dalam merespons stimulus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin lama waktu yang diperlukan individu untuk mengambil keputusan terkait tindakan yang akan dilakukan. Ketika pengguna dihadapkan pada terlalu banyak pilihan, mereka harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami dan menentukan pilihan, sehingga menambah beban kognitif yang sebenarnya tidak diinginkan. Nah jadi udah pada tau apa itu hick's law?? jadi secara singkat hicks law itu seperti memprediksi bahwa waktu dan upaya yang diperlukan untuk menngambil keputusan dengan seiring berjalannya jumlah pilihan.

Ini adalah gambar hicks law graph pada yang bersumber dari inggried kurniawan dari Binus university.
Apasih Pengaruh Hick's Law terhadap Pengambilan Keputusan?
Saat pengguna dihadapkan pada banyak opsi dalam satu tampilan sekaligus, otak harus bekerja lebih keras untuk membandingkan setiap pilihan yang ada diaplikasi tersebut. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menurunkan fokus pengguna. Dampaknya ialah pengambilan keputusan menjadi lebih lambat dan kurang efisien, namun sebaliknya, jika pilihan disajikan dengan cara yang lebih terstruktur, pengguna dapat memahami alur penggunaan dengan lebih cepat. Hal ini membuat prose interaksi terasa lebih ringan dan tujuan pengguna tercapai tanpa hambatan.
Maka dari itu penting untuk kita membuat sebuah sistem secara terstruktur dan tidak membingungkan para pengguna agar pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Sumber: Pinterest
Beberapa Contoh Hick's Kaw dalam Antarmuka Digital
Yaitu yang pertama adalah aplikasi belanja online, pada kebanyakan aplikasi e-commerce, terlalu banyak kategori atau promo dalam satu halaman dan itu bisa menyebabkan kebingungan terhadap pengguna. Dengan menerapkan Hick's Law, pilihan disederhanakan melalu kategori utama dan fitur filter, sehingga pengguna dapat menemukan produk dengan lebih cepat. Yang kedua adalah website layanan digital seperti perbankan atau administrasi digital biasanya menerapkan menu yang bertingkat. Cara ini membantu mengurangi jumlah pilihan yang ditampil sekaligus dan mempermudah pengguna dalam mengambil keputusan
Dampak Penerapan efisiensi pada pengguna
Penerapan Hick’s Law yang baik dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sistem. Pengguna dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, merasa lebih nyaman, dan tidak mudah frustrasi. Selain itu, pengalaman positif ini juga dapat meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap sebuah aplikasi atau website.
Namun, desain tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Terlalu sedikit pilihan juga dapat membatasi fleksibilitas, sehingga keseimbangan tetap diperlukan.
Kesimpulan
Hick's Law menunjukan bahwa banyaknya pilihan tidak selalu berdampak positif bagi pengguna. Dalam desain antarmuka atau IMK, kesederhanaan pada aplikasi/produk digital menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisensi pengambilan keputusan. Dengan memahami dan menerapkan prinsip Hick's Law, desainer dapat menciptakan sebuah digital yang lebih mudaha digunakan dan ramah bagi penggunanya.
Artikel ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau. Artikel Ini ditulis oleh Nayla Sifa Syabila mahasiswa teknik informatika
Referensi
Kurniawan, I. (2024). Hick’s Law in User Experience
Denga, A. (2025). What is Hick's Law in UX design: Simplifying choices for fastrer decisionss