System Usability Scale (SUS): Cara Mengukur Usability dengan Angka

Penulis:
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

 

https://share.google/images/NYvS8h4Yhf3KSTZ2p

Ilustrasi evaluasi usability pada aplikasi digital

Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah aplikasi benar-benar mudah digunakan? Tidak semua masalah usability bisa dilihat secara kasat mata. Dibutuhkan metode evaluasi yang sederhana namun efektif untuk mengukurnya.

Apa Itu System Usability Scale (SUS)?

System Usability Scale (SUS) adalah metode evaluasi usability yang digunakan untuk mengukur seberapa mudah sebuah sistem digunakan oleh penggunanya. Metode ini berbentuk kuesioner sederhana yang terdiri dari sepuluh pernyataan dengan skala penilaian tertentu, sehingga dapat memberikan gambaran kuantitatif tentang tingkat usability suatu produk digital.

SUS dikembangkan oleh John Brooke dan hingga saat ini masih banyak digunakan karena keunggulannya yang cepat, murah, serta mudah dianalisis. Metode ini dapat diterapkan pada berbagai jenis sistem, mulai dari aplikasi mobile, website, hingga sistem informasi akademik.

Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, SUS diperkenalkan sebagai salah satu teknik evaluasi usability berbasis data kuantitatif. Melalui metode ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana pengalaman pengguna diukur secara objektif dan bagaimana hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar perbaikan desain interface.

Bagaimana Cara Kerja SUS?

SUS terdiri dari 10 pernyataan yang dijawab pengguna menggunakan skala Likert (1–5). Pernyataan tersebut mencakup aspek kemudahan penggunaan, konsistensi, dan kepercayaan diri pengguna saat menggunakan sistem.

Nilai dari kuesioner kemudian diolah menjadi skor antara 0–100. Semakin tinggi skor, semakin baik tingkat usability suatu sistem.

 

https://share.google/images/toNnQYc5DjJcHRHvz
Contoh tampilan kuesioner System Usability Scale

Contoh Praktis 1: Evaluasi Aplikasi Akademik

Sistem akademik kampus merupakan aplikasi yang paling sering digunakan oleh mahasiswa, misalnya untuk mengisi KRS, melihat jadwal perkuliahan, atau mengecek nilai. Karena digunakan secara rutin, sistem ini harus memiliki tingkat usability yang baik agar tidak menyulitkan penggunanya.

Dengan menggunakan System Usability Scale (SUS), pengembang dapat mengetahui apakah mahasiswa merasa sistem tersebut mudah digunakan atau justru membingungkan. Skor SUS yang rendah menjadi indikator bahwa sistem akademik memerlukan perbaikan, baik dari segi tampilan antarmuka maupun alur penggunaan.

Contoh Praktis 2: Aplikasi Mobile

Sistem akademik kampus merupakan aplikasi yang paling sering digunakan oleh mahasiswa, misalnya untuk mengisi KRS, melihat jadwal perkuliahan, atau mengecek nilai. Karena digunakan secara rutin, sistem ini harus memiliki tingkat usability yang baik agar tidak menyulitkan penggunanya.

Dengan menggunakan System Usability Scale (SUS), pengembang dapat mengetahui apakah mahasiswa merasa sistem tersebut mudah digunakan atau justru membingungkan. Skor SUS yang rendah menjadi indikator bahwa sistem akademik memerlukan perbaikan, baik dari segi tampilan antarmuka maupun alur penggunaan.

Contoh Praktis 3: Website Informasi

Aplikasi mobile yang memiliki banyak fitur belum tentu memiliki usability yang baik. Beberapa aplikasi justru terasa rumit karena menu yang terlalu padat atau navigasi yang tidak jelas.

Melalui SUS, pengguna dapat memberikan penilaian terhadap pengalaman mereka saat menggunakan aplikasi tersebut. Metode ini sering digunakan sebelum dan sesudah proses redesign untuk melihat apakah perubahan desain berhasil meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan aplikasi.

 

https://share.google/KmQK1hqMMuCZnl90G
Diagram interpretasi skor SUS

Tips Aplikatif Menggunakan SUS

Beberapa tips agar penggunaan SUS lebih efektif:

  • Libatkan pengguna asli sistem
  • Lakukan evaluasi secara berkala
  • Gunakan SUS sebagai pelengkap metode evaluasi lain
  • Analisis hasil untuk perbaikan desain

Dengan penerapan yang tepat, SUS dapat menjadi alat evaluasi yang sangat membantu pengembangan produk digital.

Kesimpulan

System Usability Scale merupakan metode sederhana namun powerful untuk mengukur usability sebuah sistem. Dengan angka yang jelas, pengembang dapat mengambil keputusan desain yang lebih objektif dan berbasis data.

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau
(www.umri.ac.id).
Apakah menurut Anda aplikasi yang sering digunakan sudah benar-benar mudah digunakan?

Referensi

  1. Brooke, J. (2019). SUS: A Quick and Dirty Usability Scale.
  2. Norman, D. A. (2022). The Design of Everyday Things.
  3. Nielsen Norman Group. Usability Testing Articles.
  4. Materi IMK, Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id)