Hick’s Law: Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Bisa Menjadi Masalah?
Penulis:
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Sumber Gambar: https://ardata.co.id/contoh-mockup-aplikasi/
Ilustrasi banyak pilihan menu pada aplikasi digital
Pernah membuka aplikasi lalu bingung harus menekan tombol yang mana karena terlalu banyak pilihan? Alih-alih membantu, kondisi tersebut justru membuat pengguna ragu dan memperlambat pengambilan keputusan.
Pendahuluan
Dalam desain antarmuka, memberikan banyak pilihan tidak selalu berarti memberikan kemudahan. Salah satu prinsip penting dalam Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) yang menjelaskan hal ini adalah Hick’s Law.
Hick’s Law menyatakan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin lama waktu yang dibutuhkan pengguna untuk mengambil keputusan. Dalam perkuliahan IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, prinsip ini dipelajari untuk membantu mahasiswa merancang sistem yang lebih sederhana dan efisien.
Apa Itu Hick’s Law?
Hick’s Law merupakan prinsip psikologi kognitif yang menjelaskan hubungan antara jumlah pilihan dan waktu pengambilan keputusan. Otak manusia memiliki keterbatasan dalam memproses banyak informasi sekaligus.
Dalam konteks desain interface, terlalu banyak tombol, menu, atau fitur yang ditampilkan sekaligus dapat membuat pengguna merasa kewalahan dan tidak fokus.
Contoh Praktis 1: Aplikasi E-Commerce

Sumber Gambar: https://share.google/NqnWQJx6CFuzz6Frt
Ilustrasi tampilan aplikasi e-commerce dengan banyak kategori
Aplikasi e-commerce sering menampilkan banyak kategori produk di halaman utama. Jika semua kategori ditampilkan sekaligus tanpa pengelompokan yang jelas, pengguna justru kesulitan menemukan produk yang diinginkan.
Aplikasi yang menerapkan Hick’s Law biasanya menyederhanakan pilihan dengan filter bertahap atau kategori utama yang ringkas.
Contoh Praktis 2: Menu Pengaturan Smartphone
Menu pengaturan pada smartphone yang terlalu panjang dan tidak terstruktur dapat membuat pengguna bingung. Oleh karena itu, sistem operasi modern mengelompokkan menu ke dalam kategori seperti “Jaringan”, “Privasi”, dan “Tampilan”.
Pendekatan ini membantu pengguna mengambil keputusan lebih cepat dan mengurangi beban kognitif.
Contoh Praktis 3: Formulir Online
Formulir pendaftaran dengan terlalu banyak pilihan dalam satu halaman sering membuat pengguna enggan melanjutkan. Dengan membagi formulir menjadi beberapa langkah sederhana, pengguna merasa prosesnya lebih ringan dan mudah diselesaikan.
Tips Aplikatif: Menerapkan Hick’s Law
Beberapa cara menerapkan Hick’s Law dalam desain interface:
- Batasi jumlah pilihan dalam satu layar
- Gunakan pengelompokan (grouping) menu
- Tampilkan opsi lanjutan hanya jika dibutuhkan
- Prioritaskan pilihan yang paling sering digunakan
Kesimpulan
Hick’s Law mengajarkan bahwa kesederhanaan merupakan kunci dalam desain interface yang efektif. Terlalu banyak pilihan justru dapat memperlambat pengguna dan menurunkan kenyamanan.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau
(www.umri.ac.id).
Menurut Anda, aplikasi apa yang paling sering membuat bingung karena terlalu banyak pilihan?
Referensi
- Hick, W. E. (2016). On the Rate of Gain of Information.
- Norman, D. A. (2019). The Design of Everyday Things.
- Materi IMK, Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id)